Susan Gillespie, juragan rumah sewa, kehilangan penyewa huniannya di Railway Estate akibat ulah para tetangganya di dekat properti miliknya. Foto: Realestate.com.au/Evan Morgan
 

Kamu udah jadi tetangga yang baik atau belum? Paling ga, kalau kamu ga bikin onar dan keributan di lingkungan permukiman, ya aman-aman aja kali kamu tinggal di manapun. Gimana kalau sebaliknya? Kalau kamu penyewa ya mungkin diusir dari hunian. Kalau kamu pemilik rumah ya dilaporkan ke polisi oleh tetanggamu karena udah mengganggu. Begitu kurang lebih yang terjadi di Townsville, Australia.

Seperti yang disampaikan News Corp Australia di laman realestate.com.au, 5 april 2018, pemilik Townsville, Susan Gillespie, kehilangan penyewa huniannya sampe beberapa kali akibat ulah tetangganya yang ‘durjana’. Menurutnya, ada pesta-pesta yang ga berakhir, perkelahian akibat kondisi mabuk, dan musik hingar-bingar yang berasal dari perumahan umum di sebelah Railway Estate yang dihuninya.

Baca juga: Gila Medsos, Milenial Ogah Gaul sama Tetangga. Tiati Gila Beneran!

Susan mengatakan, sudah 4 penyewa rumah kontrakannya pindah karena tak tahan dengan kondisi bising dan ribut-ribut di situ. Sejumlah tetangganya yang tak tahan juga ikut pindah dari situ. "Kami memang tinggal di sini, tapi kami tidak bisa mengatasinya," katanya. Mereka umumnya adalah orang yang telah bekerja keras seharian, tapi tak bisa istirahat atau tidur di rumahnya sendiri.

“Saya ga tahan dan saya ga berharap penyewa saya juga akan bertahan. Orang-orang seperti kami mencoba berinvestasi di kota ini, tapi jika ga ada orang lagi yang mau tinggal di sini, termasuk kami sendiri, lalu kami mesti ngapain?” kata Susan lagi.

Baca juga: Mau Bertetangga dengan Oprah Winfrey? Beli Dulu Rumah Mewah Ini

Susan mengatakan, situasinya secara ekonomi dan sosial memang kompleks, tapi dibutuhkan resolusi. “Ini kan perumahan umum, jadi hidup dengan damai dan menghormati tetangga,” kata Susan. “Jika mereka tidak mau berasimilasi dan menjadi bagian dari komunitas ini, hidup sebagaimana orang lain hidup, maka mereka tidak seharusnya ada di sini,” kata Susan.

Susan lantas menghubungi Departemen Perumahan dan Pekerjaan Umum setempat, sejumlah politisi dan polisi, untuk mengatasi masalah dengan tetangga yang bikin susah itu. Singkat cerita, masalah ini pun dapat diatasi setelah diadakan pertemuan yang membahas masalah tersebut.

Baca juga: Kalau Rumah Sendiri, Bikin Kebun Stroberi di Dapur Juga Ga Ada yang Ngelarang!

“Setiap orang yang terlibat akan diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka karena Departemen memfasilitasi penyelesaian yang adil dan masuk akal untuk masalah ini,” kata sang juru bicara dari departemen tersebut.

Departemen menangani semua keluhan tentang perilaku mengganggu dengan serius, menginvestigasi secara menyeluruh setiap keluhan. Ketika mereka mengonfirmasi insiden perilaku mengganggu memang telah terjadi, maka sejumlah tindakan tepat pun dilaksanakan.

Jadi, kalau kamu jadi tetangga ya jangan sampelah bikin tetangga lain jadi terganggu, apalagi kalau sampe bikin mereka jadi pada pindah semua. Sebaliknya, kalau kamu yang merasa diganggu kayak gitu oleh tetanggamu, ya kamu mesti bertindak untuk mencari solusinya. Jangan diam aja!

Bagikan: 914 kali