Ilustrasi. Rumah123/iStock Ilustrasi. Rumah123/iStock

Wacana pelonggaran uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dinilai belum cukup menggerakan industri properti Indonesia. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan perlu adanya kebijakan bebas uang muka untuk fasilitas KPR.

"Sebenarnya kesal ada wacana uang muka nol persen untuk kredit kendaraan bermotor (KKB)," kata Ali, Senin (29/8). "Ini gimana? KKB bisa nol persen, masa untuk properti tidak bisa, padahal ini jaminannya jelas. Kalau untuk KKB kan malah bikin orang jadi konsumtif."

Baca juga: Bank Sangat Mungkin Setujui KPR Kamu Kalau...

Ali menyarankan pembebasan uang muka bisa diberikan kepada nasabah yang mengajukan KPR untuk kepemilikan rumah kedua hingga ketiga. Pasalnya, lanjut Ali, saat ini pasar properti terutama hunian untuk kelas menengah ke atas masih sepi peminat.

Ia menjelaskan bagaimana uang muka hingga cicilan masih menjadi faktor pemberat masyarakat untuk mengajukan KPR. "Masalah di Indonesia itu hanya uang muka dan cicilan. Di Jakarta gaji Rp10 juta sampai Rp15 juta belum bisa punya rumah, karena mereka berpikir tidak sanggup membayar uang muka."

Baca juga: Jangan Lengah! 6 Hal Ini Bikin KPR Kamu Rentan Ditolak Bank

Ali mengakui kemungkinan cicilan yang lebih berat jika  pembebasan uang muka diberlakukan. Ia melanjutkan, hal itu akan tetap lebih baik ketimbang nasabah harus menunggu sampai uang muka terkumpul.

"Ada affordability cost yang hilang, artinya kalau nasabah beli rumah menunggu uang mukanya terkumpul berarti sama saja karena harga tanah naik terus," ujarnya menambahkan.

Terkait non-performing loan (NPL) yang menjadi pertimbangan bank, menurut Ali, hal tersebut masih bisa dipertimbangkan. Bank tentu akan selektif terhadap nasabah yang berhak mendapat insentif tersebut.

Menanggapi hal tersebut, SVP Consumer Loan Group Bank Mandiri Harry Gale mengatakan, bisa saja kebijakan tersebut diterapkan. "Harus dilihat dari risk appetite masing-masing bank. Mitigasi dan segala macamnya harus juga dipikirkan oleh banknya," ujar Harry.

Bagikan:
1862 kali