OK

Kalau Gak Mau Miskin, Harus Punya Properti Pertama!

19 Juli 2022 · 3 min read · by Wita Lestari

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Sudah punya properti pertama? Kalau belum, gak usah bercita-cita jadi orang kaya deh. Kok gitu? Soalnya, membeli properti pertama merupakan bagian dari 100 langkah untuk tidak miskin. Kata Siapa? Kata perencana keuangan Ligwina Hananto (40) dalam bukunya,  Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah untuk Tidak Miskin.

“Namun, banyak lho orang yang merasa belum tergerak juga untuk beli rumah meskipun sudah punya gaji. Apalagi untuk golongan orang muda (milenial) yang baru memasuki dunia kerja. Membeli rumah itu bukan prioritas,” kata Ligwina di sebuah acara.

Baca juga: Di Usia 25 Tahun, Si Milenial Berhasil Punya Rumah Besar di Tengah Kota

“Beli Rumah? Wow! Mana bisa? Gaji masih pas-pasan ya dinikmati aja dululah untuk senang-senang. Biasanya begitu respons kaum milenial kalau ditanya kenapa gak beli rumah,” katanya meniru pernyataan seorang milenial.

Menurut cewek penerima gelar Bachelor of Commerce, double major Finance & Marketing dari Curtin University of Technology, Perth Barat, Australia, ini, para milenial biasanya memang baru memasuki dunia kerja. Baru mulai membangun karier, gaji belum seberapa, tapi pergaulan mereka wah!

Baca juga: Tau Gak Kesalahan Cara Didik Orangtua Hingga Milenial Tak Mau Beli Rumah?

Mereka lebih mengutamakan gaya hidup hedon dan minus menabung. Padahal, kalau ingin punya properti pertama, menurut Ligwina ada hal-hal terkait keuangan yang perlu diperhatikan, khususnya bagi milenial yang berusia di bawah 30 tahun. Apakah itu? Mari kita cek:

Pertama. Harus punya penghasilan. Kalau belum bisa menghasilkan uang, belajar untuk menghasilkan uang. Mencari kerja kalau belum punya pekerjaan. Membangun karier atau membangun bisnis sendiri.

Baca juga: Uang THR untuk DP Rumah, Kenapa Gak?

Kedua. Menabung minimal 10 persen dari penghasilan. Tujuannya, agar punya dana untuk uang muka (DP) beli rumah pertama. Gak usah buru-buru beli, tapi yang penting uangnya mulai terkumpul.

Susah menabung? Coba rampingkan lagi dana untuk gaya hidupmu: gonta-ganti gadget, hobi mahal, kos-kosan supernyaman. Kalau di bawah standar gaya hidup mahal kamu masih bisa survive, untuk apa memilih yang mahal? Meski juga jangan yang murahanlah!

Baca juga: Setelah 6 Tahun Menabung, Pasangan Muda Ini pun Kebeli Rumah, Kalau Kamu?

Ketiga. Investasi rutin sebesar 1/2 nilai sepatumu. Berapa harga sepatumu? Nah, cobalah rutin menabung paling gak separuh dari harga sepatumu. Investasi ke reksadana sejumlah Rp100.000 per bulan pun gak masalah kok. Kalau investasi ini mencapai dana yang cukup untuk DP rumah, kamu tinggal menyetopnya dulu, untuk kemudian berinvestasi lagi.

Keempat. Punya rekening untuk hura-hura. Kaget kan? Serius! Masak gak boleh senang-senang dengan uang sendiri? Fresh Grads gear up! Tell me what you wanna spend your money on? Ganti ponsel yang lebih keren, liburan yang jauh dan mahal, oke saja! Selama dananya sudah direncanakan.

Tujuan keuangan yang satu ini bikin seru, sehingga kamu, anak milenial, akan termotivasi menyisihkan sebagian gaji lebih banyak. Biasanya kalau sudah tercapai rencana itu (beli barang seru), maka tantangan yang berikutnya (beli rumah) jadi bisa lebih diseriusi.


Tag: , , , , , , ,