Foto: Rumah123/iStock

Buat kamu yang takut ngutang lama-lama, bayar cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) bisa dipercepat kok. Caranya yakni dengan menaikkan besar cicilan KPR saat gaji atau pendapatanmu meningkat, langkah ini nama kerennya restrukturisasi utang.

Selain besar cicilan KPR yang sudah berjalan bisa diturunkan saat keuanganmu lagi seret, bisa juga dinaikkan kalau pendapatanmu meningkat. Tujuannya ya supaya KPR segera selesai, sehingga kamu bisa mencicil untuk keperluan yang lain semisal untuk mencicil KPR rumah kedua.

Baca juga: Cicilan KPR Sampai Umur 70 Tahun? Kenapa Ga Bisa?

Perencana Keuangan, Safir Senduk, seperti dikutip Kontan.co.id, Senin (2/9/2017), mengatakan, restrukturisasi utang KPR bisa dilakukan jika ada peningkatan penghasilan. Semisal tiap bulan sekarang ini kamu mendapat penghasilan Rp10 juta sehingga sanggup mencicil 30%-nya yakni Rp3 juta dari cicilan semula yang Rp2 juta. Kenaikan besar cicilan ketika penghasilan kita naik, nantinya tentu saja akan membuat tenor jadi lebih singkat.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Perencana Keuangan Finansia Consulting, Pandji Harsanto. Dia menyatakan, kita bisa merestrukturisasi utang KPR pada saat pendapatan kita meningkat, semisal kita punya tujuan ingin mencicil satu rumah lagi. Solusinya, bisa dengan cara memanjangkan cicilan KPR rumah pertama, sehingga dua rumah bisa dicicil dengan dana 30% dari penghasilan per bulan.

Baca juga: Cicilan KPR Naik? Bersiaplah Ubah Strategi!

Hal lainnya yang perlu kita catat, besar utang KPR janganlah lebih dari 30 kali penghasilan. Contohnya, untuk penghasilan Rp10 juta  per bulan, maka besar dana pinjaman KPR sebesar Rp300 juta. Kalau lebih dari itu akan memberatkan cash flow keluarga.

Jadi, jangan takut pada utang KPR yang tergolong utang produktif. Seberapa pun besar gajimu, bisa kok kamu beli hunian, asal cermat dan cerdas mengelola keuanganmu.

 
Bagikan:
2036 kali