Rumah Pemain Bola Basket NBA, Stephen Curry (Rumah123/Charlotte Observer)

Stephen Curry sukses membawa klubnya Golden State Warriors dalam meraih gelar juara bola basket NBA 2015 dan 2017. Namun, dia gagal meraih keuntungan saat menjual rumahnya.

Harga jual rumahnya lebih rendah dari harga beli. Bahkan, dia sudah mengeluarkan uang banyak untuk renovasi. Laman properti Realtor memberikan ulasannya.

Baca juga: Pensiun dari American Football, Atlet Ini Untung Besar dari Investasi Properti

Pertama, Curry membeli rumah paling mahal di kawasan ini. “Sepertinya ini menjadi contoh klasik melanggar aturan properti. ‘Kamu tidak boleh membeli rumah paling mahal di kawasan ini,” ujar agen properti Dave Parsons kepada Realtor.

Harga rata-rata rumah di Walnut Creek adalah 750.000 dollar AS (Rp10,1 miliar). “Harga rumah Curry lebih mahal empat kali lipat dari rumah lain. Jadi ada permintaan yang terbatas untuk properti serupa di kawasan ini,” kata analis data statistik RentHop, Shane Lee.

Baca juga: Kerja 100 Jam Seminggu Buat Nyicil Rumah? Truz Kapan Istirahatnya?

Harga rumah biasanya akan mengarah ke posisi menengah atau posisi tengah. Tentunya ini kabar buruk bagi rumah yang harganya tergolong mahal.

“Harga property biasanya memiliki tren mengikuti hunian di sekelilingnya, jadi harga yang di atas harga rata-rata akan turun oleh harga rumah yang lebih rendah di sekitarnya,” ujar Parsons.

Baca juga: Enaknya Aksi Flipper Properti, Turun Harga Tapi Masih Untung Banyak!

Kedua, Curry membeli rumah ketika harga naik. Walaupun harga hunian meroket di kawasan ini, tetapi pasar hunian mewah baru beranjak stabil ketika dia membeli dan kemudian pasar ini mulai menurun ketika Curry menjual.

“Curry membayar hunian mahal yang ada di pasar pada 2015, saat itu pasar tengah mencapai puncaknya. Lantas ada penurunan setelah itu, pasar hunian mewah memang menantang untuk dijual sejak investor asing tidak mengucurkan dananya,” ujar Cara Ameer, agen properti yang sering menangani pembelian properti oleh atlet.

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 3)

Ketiga, masalah lokasi. Lokasi, lokasi, lokasi menjadi mantra dari properti. Rumah ini memang dekat dengan kawasan Bay Area, sebenarnya juga tidak terlalu dekat.

“Lokasi rumah ini sebenarnya bermasalah bagi pembeli, apalagi rumah ini tergolong kecil. Jarak 80 km dari mana pun membuat semua orang berpikir, jumlahnya pun pasti berkurang,” ujar agen properti Cedric Stewart.

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 2)

“Hunian ini juga tidak memiliki pemandangan khusus dan hanya ada perbukitan menurun. Ini sulit untuk dijual dengan harga berapa pun, bahkan kalau pun itu milik Stephen Curry,” kata agen properti Eileen McNamara-Vecchio.

Curry membeli rumah paling mahal, lebih mahal dari harga rata-rata. Dia membeli di saat yang salah. Lokasi rumahnya juga bermasalah.

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 1)

Hmm, lantas apalagi ya kesalahan yang dilakukan oleh Curry sehingga dia malah menangguk kerugian saat menjual rumah.

Bagikan:
2112 kali