Ilustrasi stasiun KRL (Rumah123/Jhony Hutapea)

Proyek rumah susun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) sedang dibangun dan dikembangkan oleh pemerintah. Perum Perumnas mengembangkan hunian ini di dekat Stasiun Pondok Cina dan Stasiun Tanjung Barat.

Lahan yang digunakan untuk membangun rusun ini sebagian mengambil lokasi parkir kendaraan di dua stasiun tersebut. Penggunaan lahan tersebut tentu dapat mengurangi jumlah pengguna kereta rel listrik (KRL) commuter line.

Baca juga: Asyiiikkk... Akhirnya KRL Jakarta Kota-Cikarang Beroperasi Mulai Sabtu Ini!

Banyak pengguna KRL commuter line yang biasa menggunakan motor dan mobil untuk mencapai stasiun. Lantas mereka memarkirnya di sini.

Mereka memilih menggunakan KRL commuter line karena transportasi massal ini bisa menjadi andalan untuk jarak yang jauh. Jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi, maka KRL commuter line bisa lebih murah dan efektif.

Baca juga: Dengan Duit Rp5.000, Dari Cikarang Sudah Bisa Nyampe Jakarta Kota

Meski sebagian lahan parkir akan digunakan untuk pembangunan rusun berorientasi TOD, namun PT KAI Commuter Jabodetabek menyatakan belum ada keluhan dari para pengguna jasa transportasi ini.

“Belum ada keluhan. Kami memantau media sosial dan lainnya. Pastinya kalau ada keluhan, akan kami tindak lanjuti. Belum ada laporan soal keluhan,” ujar Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunnisa kepada Rumah123.

Baca juga: Orang Bekasi Mensyukuri Beroperasinya KRL Cikarang-Jakarta

Eva menyakinkan kalau pihaknya belum menerima keluhan dari pengguna KRL commuter line terkait pengurangan lahan parkir di stasiun Pondok Cina dan stasiun Tanjung Barat.

Dia melanjutkan kalau tidak semua lahan parkir digunakan untuk pembangunan rusun. Masih ada lahan parkir yang dapat digunakan oleh para pengguna KRL commuter line.

Bagikan:
862 kali