cek tagihan listrik, tagihan listrik

Tagihan listrik selama di rumah saja terus naik? Tidak usah khawatir, ada cara untuk melakukan cek tagihan listrik setiap bulannya. Simak caranya. 

Bagi kamu yang work from home alias di rumah saja selama beberapa bulan akibat pandemi pasti merasakan kenaikan tagihan listrik. 

Kamu belum merasakan kenaikan tagihan listrik pada Maret 2020 lantaran baru mulai kerja penuh di rumah. 

Namun, kamu baru mulai merasakan adanya kenaikan tagihan pada April, Mei, Juni, dan juga Juli 2020. 

Apalagi saat Juli 2020 lalu, pastinya kamu, teman, tetangga, saudara, dan siapapun akan membicarakan kenaikan tagihan. 

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan tidak ada petugas yang datang ke rumah untuk mencatat meteran. 

Sebenarnya, ada cara untuk cek tagihan listrik setiap bulannya karena PLN memberikan invoice kepada pelanggan. 

cek tagihan listrik, tagihan listrik

Cek Tagihan Listrik dengan Cara Memperoleh Invoice Tagihan Listrik  

Setiap bulan, PLN selalu menerbitkan invoice tagihan listrik secara detail kepada para pelanggan. 

Pelanggan bisa memperoleh invoice ini dengan mudah, caranya hanya dengan mendaftarkan alamat email ke Kantor Unit Layanan Pelanggan PLN terdekat. 

Para pelanggan hanya perlu menyebutkan ID pelanggan dan alamat email yang digunakan, mudah bukan. 

Langkah berikutnya, PLN akan melaksanakan verifikasi data pelanggan, setelah selesai maka pelanggan dapat menerima invoice setiap bulan. 

“Kami sangat transparan untuk metode perhitungan tagihan pelanggan,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, Agung Murdifi seperti dikutip Kompas.com.

“Semuanya tertuang secara lengkap melalui email yang akan diterima setiap bulan oleh pelanggan,” lanjut Agung. 

“Hal ini kami lakukan demi memberikan perlindungan dan memenuhi keterbukaan kepada konsumen," kata Agung lagi. 

Agung meminta pelanggan PLN untuk mendaftarkan alamat email supaya dapat memperoleh informasi lengkap mengenai tagihan listrik. 

Jika pelanggan tidak mempunyai akses internet, maka invoice rincian tagihan listrik bisa didapatkan melalui dua cara. 

Pelanggan bisa mendatangi Kantor Unit Layanan Pelanggan terdekat atau menghubungi Contact Center PLN 123

Informasi yang Tertera Saat Cek Tagihan Listrik 

Saat pelanggan memperoleh invoice, dia bisa cek tagihan listrik bulanan secara detail yang mencakup beberapa hal. 

PLN akan memberikan rincian detail dalam invoice tagihan listrik sehingga ada transparansi kepada pelanggan. 

Kompas.com melansir sejumlah informasi yang akan tertera dalam invoice tagihan listrik per bulan. 

1. Stand pemakaian: stand akhir dan stand awal 

2. Total pemakaian listrik berdasarkan jumlah kWh 

3. Rupiah pemakaian tenaga listrik bruto 

4. Rupiah kompensasi tingkat mutu pelayanan 

5. Jumlah pemakaian tenaga listrik netto 

6. Jumlah Rupiah pemakaian tenaga listrik (PTL) yang ditagihkan 

7. Tagihan lainnya (biasanya berisi kurang tagih atau lebih tagih pelanggan, serta angsuran tagihan) 

8. Pajak penerangan jalan (PPJ) yang besarannya diatur oleh masing-masing daerah 

9. Jumlah Rupiah pemakaian tenaga listrik (PTL) ditambah tagihan lainnya 

10. Pajak penambahan nilai

cek tagihan listrik, tagihan listrik

Pelanggan Sempat Mengeluhkan Tagihan Listrik 

Sebelumnya, para pelanggan PLN mengeluhkan kenaikan tagihan listrik dengan menyampaikan via media sosial. 

Pelanggan mempertanyakan kenaikan tagihan yang lebih tinggi sementara pemakaian kWh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. 

Vice President Public Relations PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menyatakan penyebabnya kemungkinan lantaran ada sisa cicilan dari tagihan bulan sebelumnya yang belum dibayar. 

Tagihan yang diperoleh lebih tinggi angkanya walaupun pemakaian kWh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. 

Pada Juni 2020, PLN memberikan skema perlindungan lonjakan untuk meringankan pelanggan saat membayar tagihan listrik. 

Skema tersebut diperuntukkan bagi pelanggan dengan tagihan listrik yang mengalami kenaikan lebih dari 20% (persen). 

Untuk pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan lebih dari 20%, dia hanya membayar tagihan Juni ditambah 40% dari selisih tagihan bulan sebelumnya. 

PLN menentukan tagihan bulan sebelumnya yang memakai tarif rata-rata pemakaian selama tiga bulan. 

Lantas pelanggan membayar 60% sisanya pada tiga bulan selanjutnya pada Juli, Agustus, dan September dengan besaran 20% setiap bulan. 

Skema ini diharapkan dapat melindungi pelanggan dari lonjakan tagihan listrik lantaran perubahan perilaku konsumsi listrik selama pemberlakukan PSBB.

Baca juga: 12 Cara Menghemat Token Listrik, Biasakan Hemat Listrik Ya

Bagikan:
1087 kali