krl commuter line Ilustrasi Kereta Listrik. Operator KRL Commuter Line, PT KCI Menyatakan Jumlah Penumpang Kereta Listrik Pada 2019 Mencapai 336 Juta Penumpang. Jumlah Penumpang Dihitung dari 80 Stasiun di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) (Foto: Rumah123/Freepik.com)

 

KRL Commuter Line mencatatkan jumlah penumpang hingga 336 juta orang pada 2019. Pada 2020, target penumpang adalah 352 juta orang. 

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line menjadi transportasi publik yang bisa mengangkut ratusan juta penumpang per tahun. 

Jalur kereta listrik ini menjangkau Jakarta dengan sejumlah kawasan penyangga seperti Bogor, Depok, Bekasi, Cikarang, Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Rangkasbitung. 

Situs berita online Bisnis.com melansir pernyataan dari operator KRL Commuter Line, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI). 

KRL Commuter Line mencatatkan jumlah penumpang selama 2019 sebanyak 336.162.186 orang. 

Untuk stasiun yang paling padat dan memberikan kontribusi jumlah penumpang terbanyak adalah Stasiun Bogor di Bogor, Jawa Barat dengan jumlah 17,3 juta orang. 

Sementara jalur yang mempunyai volume penumpang paling banyak adalah Jakarta Kota-Bogor/Depok (PP/pergi pulang) dengan jumlah 125,59 juta orang. 

Baca juga: KRL Commuter Line Berlakukan Jadwal Baru Mulai 1 Desember 2019

Jumlah Penumpang KRL Commuter Line Pada 2019 Dihitung dari 80 Stasiun

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menyatakan jumlah penumpang yang mencapai 336 juta tersebut dihitung dari 80 stasiun. 

Setelah Stasiun Bogor, ada sejumlah stasiun lainnya yang mencatatkan jumlah penumpang hingga belasan juta orang. 

Stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak lainnya adalah Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat sebanyak 15,02 juta orang. 

Lantas ada Stasiun Bekasi di Bekasi, Jawa Barat yang mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 14,8 juta orang. 

Dua stasiun yang berada di Jawa Barat dan masuk lintas Jakarta Kota-Bogor/Depok yaitu Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Citayam masuk daftar. 

Stasiun Bojong Gede melayani 12,46 juta penumpang. Sedangkan Stasiun Citayam mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 12,41 juta orang. 

Sementara untuk lintas atau rute kereta, jumlah atau volume penumpang terbanyak adalah rute Bogor/Depok-Jakarta PP dengan jumlah 125,59 juta orang. 

Berikutnya adalah rute Bogor/Depok-Jatinegara PP yang mencatatkan volume penumpang mencapai 73,84 juta orang. 

Posisi berikutnya ditempati oleh lintas Rangkasbitung/Maja-Tanah Abang PP yang mengangkut penumpang sebanyak 54,7 juta orang. 

Peringkat selanjutnya adalah rute Cikarang/Bekasi-Jakarta Kota PP dengan jumlah penumpang mencapai 53,66 juta orang. 

Terakhir adalah lintas Tangerang-Duri PP yang hanya mengangkut penumpang berjumlah 28,23 juta orang. 

Baca juga: 2021, Stasiun Gambir Hanya Untuk KRL Commuter Line dan Kereta Khusus

KRL Commuter Line Menargetkan 352,95 Juta Penumpang Pada 2020

Operator KRL Commuter Line, PT KCI menargetkan jumlah penumpang pada 2020 naik dibandingkan 2029. 

“Tahun lalu jumlah penumpang yang dilayani sebanyak  336.162.186 orang, sedangkan tahun ini targetnya 352,95 juta penumpang,” ujar Wiwik. 

Target jumlah penumpang ini bisa terealisasi. PT KCI telah menambah jumlah perjalanan pada 2020. 

Jumlah perjalanan kereta listrik pada 2019 sebanyak 958 perjalanan. Jumlah tersebut sudah diberlakukan sejak 2017. 

Pada 2020, PT KCI menambah jumlah perjalanan kereta listrik menjadi 1.057 perjalanan dalam satu hari. 

Sepanjang 2019 lalu, pengelola KRL Commuter Line juga sudah mendatangkan 168 unit kereta listrik. 

Saat ini, operator telah mengoperasikan 1.100 unit kereta yang beroperasi di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). 

Penambahan jumlah kereta tentunya membuat headway (jarak antar kedatangan kereta) menjadi lebih pendek. 

Jumlah penumpang KRL Commuter Line yang mencapai 336 juta orang ini hanya bisa ditandingi oleh Transjakarta. 

Laman berita online Gatra.com menyatakan BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta bisa mengangkut 264,6 juta penumpang pada 2019. 

Transjakarta sudah beroperasi sejak 2004. Jumlah rutenya berkembang pesat hingga menjangkau kawasan penyangga Jakarta. 

Sementara moda transportasi lainnya seperti MRT Jakarta dan LRT Jakarta baru beroperasi pada 2019. 

MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) dan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) juga baru memiliki satu rute. 

Baca juga: KRL Commuter Line Hapus Pembelian Tiket Harian di 5 Stasiun Mulai Agustus 2019

Bagikan:
2113 kali