Bagi kamu yang tak memiliki cukup waktu dan pengalaman dalam jual rumah, menggunakan jasa agen properti adalah solusi yang bisa dipilih. Cara menemukannya pun mudah, cukup hubungi kantor broker properti, pilih agen tepercaya, dan kamu pun tinggal menunggu rumah terjual. Nah, bagaimana jika kamu perlu menjual rumah dengan segera? Apakah kamu harus meminta bantuan dari banyak agen sekaligus?

Opsi ini biasa disebut sebagai open listing. Dengan open listing, artinya pemilik rumah meminta bantuan banyak agen properti sekaligus untuk memasarkan rumahnya. Kebalikan dari open listing adalah exclusive listing. Di mana pemilik rumah mempercayakan satu agen properti untuk memasarkan rumahnya. Kira-kira, mana yang lebih efektif, memasarkan lewat banyak agen, atau cukup satu agen saja?

Jual rumah dengan sistem open listing

Dengan menjual rumah secara open listing, pemilik bisa memilih dua opsi. Meminta bantuan banyak agen sekaligus, atau menjual rumah sendiri. Jika memilih untuk meminta bantuan banyak agen, bukan berarti exposure atau jangkauan terinformasikannya rumah yang hendak dijual menjadi lebih luas. Hal ini dikatakan oleh Herry Tan, Principal of Ray White Summarecon Bekasi, ketika diwawancarai oleh tim Rumah123.com.

“Mindset orang kebanyakan, nitip sama banyak agent sekaligus bikin lebih rumah cepet kejual. Padahal nggak selalu benar. Justru, itu akan bikin agent yang tadinya semangat malah jadi males,” ujar Herry. Sedangkan jika pemilik memilih untuk jual sendiri, ia harus bisa mengatur jadwal sendiri dan bernegosiasi kepada calon pembeli secara langsung. Tentu hal ini adalah skill yang tak bisa dilakukan oleh siapa saja.

Jual rumah dengan sistem exclusive listing

Berbanding terbalik dengan open listing, di exclusive listing, pemilik akan menyerahkan proses penjualan kepada satu agen properti saja. Untuk sistem ini, sebaiknya pemilik jeli dalam memilih agen properti. Pilih tenaga profesional yang sudah punya banyak jaringan pemasaran luas, dan sudah terbukti hasil kerjanya. “Pilih juga agen yang modal untuk berinvestasi di premium listing di portal properti. Agen yang top performer biasanya akan berani keluar modal supaya cepat dapat traffic. Dengan begitu kan makin besar peluang dibelinya,” kata Herry menambahkan.

Dengan memilih sistem exclusive listing, pemilik tak perlu repot-repot mengatur proses negosiasi ataupun mencari calon pembeli. Agen yang akan menangani ini, dan hanya akan mempertemukan pemilik dengan pembeli ketika hendak dibuat surat perjanjian. Ditambah lagi, dalam sistem ini, agen memiliki batasan waktu penjualan, biasanya selama 3 bulan. Jika rumah tak kunjung terjual padahal lebih dari waktu yang telah ditentukan, pemilik tak perlu membayar komisi agen properti.

Jadi, bagaimana? Ternyata sistem open listing tak selamanya lebih menguntungkan! Apabila kamu mau menjual rumah, pertimbangkan hal-hal di atas ya!

Bagikan:
1413 kali