Kuarter pertama pada tahun 2019 ini memang masih menjadi tahun politik yang panas. Dimana-mana, semua orang ribut mengelu-elukan presiden pilihan mereka, Jokowi Prabowo.

Menyedihkannya lagi, keributan ini gak cuma ada di media sosial, tapi juga di kehidupan nyata. Dilansir dari Tempo.co, percekcokan karena beda capres ini bahkan ada yang sampai berujung maut. Ya, kamu gak salah baca. November 2018 lalu di daerah Sampang, Jawa Timur, seorang pria meregang nyawa karena mengomentari postingan Facebook temannya mengenai capres pilihannya.

Berawal dari mendukung presiden lewat status Facebook, berakhir dengan meregang nyawa

debat pilpres 2019 - rumah123.com

Insiden ini bermula ketika tersangka yang bernama Idris mengomentari sebuah unggahan di Facebook. Idris mengomentari tulisan di dinding Facebook milik Subaidi yang berbunyi  "Siapa pendukung capres ini akan merasakan pedang ini". Tersangka kemudian membalas unggahan tersebut dengan kalimat, “Saya ingin merasakan tajamnya pedang itu.”

Subaidi selaku pemilik unggahan tersebut pun mendatangi rumah Idris dengan membawa pedang, sambil merekam sebuah video yang kemudian diunggahnya di media sosial. Di unggahan tersebut, Subaidi meledek Idris dengan cibiran bahwa ia ketakutan setelah disambangi ke rumahnya. Akibat unggahan tersebut, Idris sakit hati dan menyimpan dendam. Beberapa hari setelahnya, Idris pun menembakan pistol ke dada kiri Subaidi hingga ia meninggal dunia di tempat.

Baca juga: 3 Cara Terbaik Menghadapi Perbedaan Politik dengan Orang Terdekat

Mendukung boleh-boleh saja, asal pakai akal sehat kita

debat pilpres 2019 - rumah123.com

Miris sekali bukan? Hanya karena perbedaan pendapat politik, nyawa seseorang melayang, pelakunya pun harus mendekam di penjara. Padahal baik Jokowi, Prabowo, siapapun presidennya, itu adalah pilihan demokrasi seseorang. Mendukung boleh-boleh saja, tetapi tetap gunakan akal sehat kita.

Ingatlah, bahwa untuk mensejahterakan bangsa, kita perlu memulainya dengan bekerja keras untuk diri masing-masing, untuk keluarga masing-masing. Sebab, mau presidennya Jokowi atau Prabowo, ganti atau tidak, kesejahteraan gak akan tercapai tanpa adanya kerja keras dari dalam diri.

Baca juga: Daripada Ribut karena Beda Pilihan, Mending Cari Tau Tata Cara Pencoblosan Pemilu 2019 Ini

Mau Jokowi atau Prabowo, gak akan mengubah nasib kita

jokowi prabowo - rumah123.com

Siapapun presidennya, gak akan mengubah hidup kita kecuali diri sendiri. Siapapun presidennya, kita gak akan kaya kalau tetap malas bekerja. Siapapun presidennya, gak akan membuat kualitas hidup jadi lebih baik jika kita gak mau mengubah kebiasaan buruk. Semua kembali pada diri kita sendiri, apakah kita mau berusaha untuk punya kehidupan yang lebih baik dan sejahtera, atau tidak?

Untuk itu, mari kita hargai orang lain dengan gak mengusik pilihan mereka, dan gak memaksakan kehendak supaya mereka punya pilihan yang sama dengan kita. Masa kita harus bertengkar hingga  Jokowi atau Prabowo terpilih, atau lebih parahnya, hingga pilpres 5 tahun mendatang? Tentu gak mungkin kan?

Daripada ribut, lebih baik ikut social movement #AkurSerumah yang diadakan oleh Rumah123.com. Tunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa di tengah perbedaan pilihan politik, hubunganmu dengan orang lain tetap berjalan baik-baik saja. Unggah foto kamu dengan orang-orang tersayang dan buktikan bahwa kamu bisa tetap #AkurSerumah di musim politik ini!

Bagikan: 35751 kali