batu alam dinding - rumah123.com

Batu alam merupakan elemen yang cukup banyak digunakan di Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan daerah gunung berapi sehingga material dari batu alam ini sangat banyak tersedia di Indonesia. 

Sebelumnya, batu alam lebih sering digunakan sebagai ornamen di luar ruangan. Namun kini tak sedikit pula penghuni rumah yang memanfaatkan batu alam sebagai pemanis interior rumah. 

Pada eksterior rumah, batu alam dominan dipasang di lantai, dinding, pilar, pagar, teras, kolam hias, dan taman. 

Sedangkan pada interior rumah, batu alam bisa diaplikasikan di dinding ruang tamu, atau kamar mandi.

Pemakaian batu alam di rumah bisa menambah kesan alami, teduh dan natural. 

Selain itu, pemasangan batu alam pada dinding juga bisa menimbulkan kontras sehingga hunian terlihat lebih menarik.

Memilih batu alam dinding tak bisa sembarangan

Seperti yang telah disebutkan di atas, bagian dinding rumah baik itu eksterior maupun interior kerap menjadi bagian yang diaplikasikan batu alam. 

Namun, kamu harus tahu bahwa batu alam untuk dinding eksterior dan interior berbeda. 

Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang keliru dalam mengaplikasikan batu alam pada dinding. 

Sehingga dalam jangka panjang, batu alam yang dipasang memiliki daya tahan yang lemah, dan membutuhkan biaya perawatan tambahan. 

Baca juga: 5 Jenis Rekomendasi Batu Alam yang Bagus untuk Pagar Rumah

Sebelum memilih batu alam dinding, kenali dulu sifatnya yang solid dan non solid

Ketika memilih batu alam, khususnya untuk bagian dinding, ada beberapa tips yang harus diperhatikan.

Salah satunya adalah dengan melihat sifat batu tersebut. Sifat batu alam terbagi dua yaitu solid dan non solid.

Batu alam yang bersifat solid memiliki fisik yang padat, kokoh, keras, dan tak mudah patah.

Batu solid juga tak mudah menyerap air karena tak memiliki pori-pori. Bahasa ilmiahnya, porositas.

Lantaran tak memiliki pori-pori, batu alam yang solid juga tak mudah berlumut karena tak memiliki ruang untuk air dan udara masuk.

Batu seperti ini sangat cocok untuk digunakan di bagian eksterior rumah. Contoh dari batu yang solid adalah batu andesit, pacitoroso, dan lainnya.

Sedangkan batu alam dengan sifat non-solid, kebalikan dari batu solid. 

Ia memiliki pori-pori sehingga bisa menyerap air dan udara dan mudah berlumut. Teksturnya lembut dan mudah patah. 

Batu dengan sifat non solid lebih cocok digunakan di interior rumah. Namun, lantaran warnanya cerah, banyak orang yang tetap memilih batu non solid untuk dipasang di bagian eksterior rumah. 

Contoh dari batu non solid antara lain paras jogja, kebumen, palimanan, paras taro, dan lainnya. 

Baca juga: 5 Cara Merawat Batu Alam Pada Dinding dan Lantai Rumah

Berbagai macam batu alam yang bagus untuk dinding luar rumah dan dalam rumah

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa komposisi batu alam untuk dinding luar rumah harus kuat dan tahan cuaca. Bisa dibilang, batu solid lebih cocok untuk eksterior rumah. 

Sedangkan untuk dinding interior, batu alam yang dipilih bisa disesuaikan dengan selera penghuni dan tak perlu mempertimbangkan faktor cuaca. 

Ini dia jenis-jenis batu alam untuk dinding luar rumah yang bagus. 

1. Batu templek

Batu alam dinding templek - Rumah123.com Batu alam dinding templek - Rumah123.com

Batu yang bersifat solid ini sangat populer sejak jaman dahulu kala.

Jika melihat rumah-rumah tua yang belum dipugar, kemungkinan besar kamu akan menemukan kehadirannya di bagian eksterior rumah.

Keunggulan batu templek adalah harganya yang lebih murah ketimbang batu andesit.

Untuk membuatnya tampak mewah, gunakan pola acak dalam pemasangannya. 

Batu templek sangat cocok untuk bagian eksterior rumah. Ketika terkena hujan, batu templek akan tampak seperti baru selesai di-coating. 

2. Batu andesit

Batu alam dinding andesit- Rumah123.com Batu alam dinding andesit- Rumah123.com

Batu andesit dikenal sebagai batu yang tahan terhadap segala cuaca dan anti lumut.

Tak heran batu satu ini sangat disukai masyarakat Indonesia untuk mempercantik bangunannya.

Andesit sangat cocok untuk diaplikasikan pada hunian bernuansa minimalis. 

3. Batu hijau sukabumi

Seperti namanya, batu hijau sukabumi berasal dari gunung-gunung di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Batu satu ini mampu menghasilkan kesan kontras yang baik. Selain digunakan untuk dinding, batu ini juga banyak diaplikasikan pada kolam dan pilar. 

4. Batu candi

Batu candi sebenarnya memiliki sifat non solid sehingga lebih cocok jika diaplikasikan pada bagian interior. 

Namun, ia mampu menciptakan kesan alami sehingga banyak orang yang tetap memilih batu ini dibandingkan batu lainnya. 

Jika kamu mau mengaplikasikan batu yang kerap dibuat patung ini pada eksterior rumahmu, jangan lupa untuk melakukan coating terlebih dahulu.

5. Batu koral sikat

Batu alam dinding koral sikat - Rumah123.com Batu alam dinding koral sikat - Rumah123.com

Sebagian besar dari kamu mungkin lebih akrab melihat batu koral sikat pada carport.

Namun tak sedikit pula yang menggandrungi batu alam ini untuk dinding.

Sebab, warna dan coraknya sangat variatif. Harganya pun ekonomis sehingga bisa diaplikasikan pada rumah semua kalangan. 

6. Batu palimanan

Batu alam dinding palimanan - Rumah123.com Batu alam dinding palimanan - Rumah123.com

Sama seperti batu candi, batu palimanan juga memiliki sifat non-solid.

Warna coklat muda dengan corak batik pada batu ini membuatnya disukai banyak orang.

Bukan hanya indah, batu asal Cirebon ini juga mampu membuat hunian tampak unik. 

Inilah kenapa batu candi banyak digunakan sebagai batu alam dinding dalam rumah.

7. Batu granit

lantai granit - rumah123.com

Salah satu batu alam lainnya yang populer untuk dijadikan pelapis dinding adalah batu granit.

Selain dijadikan pelapis dinding, batu alam granit juga sering digunakan sebagai pelapis lantai batu alam indoor.

Granit menciptakan kesan natural sekaligus mewah. Tak heran batu ini banyak ditemukan di tempat-tempat mewah.

Harga batu alam dinding di pasaran

Bagaimana? Tertarik untuk mengaplikasikan batu alam di atas pada dinding rumahmu? Cek dulu yuk harganya!

Harga batu alam dinding templek:

Ukuran 10x20cm = Rp112.500/m²

Ukuran 20x20cm = Rp135.000,- /m²

Harga batu alam dinding andesit:

Ukuran 3x30cm = Rp70.000 /m²

Ukuran 3x40cm = Rp80.000 /m²

Ukuran 5x30cm = Rp65.000 /m²

Ukuran 5x40cm = Rp75.000 /m²

Harga batu alam dinding palimanan:

Ukuran 3x30cm = Rp80.000 /m²

Ukuran 3x40cm = Rp90.000 /m²

Ukuran 5x30cm = Rp75.000 /m²

Ukuran 5x40cm = Rp85.000 /m²

Harga batu alam dinding candi merah:

Ukuran 10x20cm = Rp85.000/m²

Ukuran 15x15cm = Rp85.000/m²

Ukuran 15x30cm = Rp95.000/m²

Ukuran 20x40cm = Rp100.000/m²

Ukuran 30x30cm = Rp110.000 /m²

Ukuran 30x60cm = Rp120.000/m²

Harga batu alam dinding candi hitam:

Ukuran 10x20cm = Rp60.000 /m²

Ukuran 15x15cm = Rp60.000 /m²

Ukuran 15x30cm = Rp70.000 /m²

Ukuran 20x20cm = Rp70.000 /m²

Harga batu alam dinding koral sikat:

Jenis Pancawarna = Rp5.000 / kg

Jenis Hijau = Rp5.000/ kg

Jenis Orange = Rp5.000 / kg

Jenis Merah = Rp5.000 / kg

Jenis Hitam = Rp5.000 / kg

Jenis Putih = Rp5.000 / kg

Harga batu alam granit:

Solfen Matt Surface 40 x 40 cm matt ocra = Rp149.000

Solfen Matt Surface 40 x 40 cm matt pearl = Rp169.000

Solfen Matt Surface 40 x 40 cm matt laterite = Rp189.000

Bagikan:
5389 kali