Beberapa bahan kimia di rumah ternyata memancarkan racun berbahaya. Tak hanya memengaruhi kualitas udara, tapi juga bisa membahayakan kesehatan. 

Sebagian orang mungkin tidak menyadari bahwa banyak bahan kimia di rumah yang sering digunakan dalam keseharian. 

Beberapa bahan kimia yang kamu temukan di rumah ternyata bisa memancarkan racun berbahaya loh. 

Tak hanya bisa memengaruhi kualitas udara dalam hunianmu, tapi juga bisa membahayakan kesehatan. 

Efek sampingnya mulai dari pusing dan mual, reaksi alergi, hingga kerusakan organ.

Produk-produk rumah tangga yang mengandung bahan kimia ini biasanya tersebar di berbagai sudut di rumah. 

Berikut bahan kimia beracun yang tersembunyi di dalam rumah seperti yang dilansir dari Hellosehat.com:

Aseton

bahan kimia Sumber: Blanja.com

Aseton biasanya ditemukan pada penghapus kuteks, polish mebel, wallpaper, hingga alkohol topikal.

Ketika terekspos udara, aseton akan menguap dengan sangat cepat dan mudah sekali terbakar. 

Aseton dapat menyebabkan keracunan fatal yang mengancam nyawa, namun sangat jarang terjadi karena tubuh mampu memecah aseton dalam jumlah besar.

Namun, jika kamu tak sengaja mengonsumsi atau menelan aseton, maka kamu bisa mengalami keracunan. 

Gejala keracunan aseton ringan termasuk sakit kepala, bicara cadel, lesu, kurang koordinasi indera gerak, dan rasa manis di mulut. 

Toluena

Bahan kimia yang satu ini biasanya ditemukan pada cat, karet, pewarna,dan lem. 

Toluena adalah agen pelarut yang sangat baik untuk cat, lak, pengencer, dan perekat. rute yang paling umum dari paparan melalui inhalasi. 

Gejala keracunan toluena cukup beragam, termasuk efek CNS seperti sakit kepala, pusing, ataksia, mengantuk, euforia, halusinasi, tremor, kejang, dan koma.

Namun, orang yang terkena paparan ringan dari uap toluena tidak menimbulkan risiko keracunan akut.

Benzena

bahan kimia benzena Sumber: Tokopedia

Benzena biasanya ditemukan di dalam cat, gasyang dilepaskan dari karpet, asap rokok, kapur barus, hingga deterjen. 

Sama seperti aseton, benzena juga menguap ke udara dengan sangat cepat. 

Massa jenis uap benzena lebih berat daripada udara biasa dan bisa tenggelam ke daerah dataran rendah. 

Udara luar ruangan mengandung benzena dalam jumlah kecil dari asap tembakau, SPBU, knalpot kendaraan bermotor, dan emisi industri. 

Udara dalam ruangan umumnya mengandung kadar benzena yang lebih tinggi daripada udara luar.

Benzena bekerja dengan mengacaukan kerja sel dalam tubuh. 

Sebagai contoh, paparan benzena jangka panjang dapat menyebabkan sumsum tulang untuk tidak memproduksi cukup sel darah merah. 

Benzena juga dapat merusak sistem kekebalan tubuh dengan mengubah kadar antibodi dan menyebabkan hilangnya sel darah putih. 

Hal itu bisa menyebabkan anemia, atau bahkan leukimia.

Baca Juga: Cara Mencuci Baju yang Benar Biar Awet dan Wangi Seharian

Etanol

Etanol adalah bahan kimia yang biasanya ditemukan di dalam parfum, produk rambu, deodoran, shampo, hingga penyegar ruangan. 

Paparan etonal dalam batas tak selalu memberikan dampak bagi kesehatan. 

Kebanyakan orang terpapar etanol dari mengonsumsi minuman keras dengan tingkat konsentrasi etanol bisa bervariasi dari 4-45%. 

Namun, jika kamu terkena kontak dengan etanol murni dalam jumlah besar (oral, kulit, maupun hirup), kamu juga bisa mengalami keracunan. 

Gejala keracunan bisa bervariasi, mulai dari mual muntah, reaksi alergi kulit, kejang, bicara melantur, koordinasi tubuh kacau, hingga mata terasa panas.

Xylene

bahan kimia Sumber: The Science Company

Xylene biasanya ditemukan pada emisi gas buang kendaraan bermotor, cat, pernis, cat kuku, dan perekat.

Paparan ringan hingga sedang terhadap uap xylene dapat menyebabkan mata panas memerah, bengkak, berair, hingga iritasi kulit ringan.

Namun, paparan dalam jumlah besar bisa jadi berbahaya karena dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat yang menyebabkan mual dan muntah serta sakit kepala.

Parahnya, seseorang bisa mengalami kerusakan hati dan ginjal, hilang kesadaran, kegagalan sistem pernapasan, bahkan kematian.

Phtalate

Bahan kimia yang satu ini terdapat pada ubin, tirai shower, kulit sintetis, perkakas rumah tangga yang dibuat dari PVC vinyl. 

Studi mengungkapkan bahwa anak laki-laki yang lahir dari ibu dengan konsentrasi phthalate tinggi bisa membuatnya menderita kelainan pada alat kelamin. 

Bahan kimia ini mengganggu testosteron dan estradiol, hormon yang memengaruhi perkembangan payudara. 

Studi telah menemukan bahwa perempuan yang menderita kanker payudara memiliki tingkat phthalate yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki kanker.

Formalin

bahan kimia Sumber: Monitor Riau

Formalin biasanya ditemukan pada asbes dan beton, asap rokok, kompos gas atau minyak tanah yang menyala, hingga furnitur yang terbuat dari pressed wood.

Formaldehida adalah senyawa kimia turunan dari pembakaran dan proses alam tertentu yang umum digunakan secara luas oleh industri. 

Bahan kimia ini biasanya digunakan untuk memproduksi bahan bangunan dan berbagai produk rumah tangga. 

Dengan demikian, biasanya terdapat jejak formalin dalam konsentrasi yang cukup besar, baik di dalam maupun luar ruangan.

Ketika formaldehida hadir di udara pada tingkat yang melebihi 0,1 ppm, beberapa orang mungkin mengalami efek samping. 

Mulai mata berair, sensasi terbakar di mata, hidung, dan tenggorokan hingga batuk, mual, iritasi kurat, dan sakit dada. 

Paparan konsentrasi tinggi uga dapat memicu serangan asma pada orang yang memilikinya, bahkan dapat menyebabkan bronkitis. 

Baca Juga: 7 Bahan Alami di Dapur yang Bisa Digunakan Sebagai Obat Batuk

Bisphenol A (BPA)

Bahan kimia yang terakhir ini dapat kamu temukan di wadah makanan kaleng, perkakas rumah tangga yang terbuat dari plastik, hingga botol minum plastik. 

Studi lab juga mencurigai bahwa paparan BPA dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan keguguran pada wanita.

BPA juga mengganggu metabolisme tubuh dan memainkan peran dalam penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Untuk menghindari keracunan, cobalah untuk menyiasatinya dengan menggunakan produk-produk yang minim atau tidak mengandung bahan kimia di atas. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Edison Residence hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
1740 kali