Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock Photo

Kamu merasa tertarik berinvestasi di bidang properti? Baguslah! Dari sekian banyak instrumen investasi, properti memang yang paling aman. Namun, sudahkah kamu punya tanda-tanda berikut ini?

Kemapanan Finansial 

Kalau kondisi finansialmu sudah mapan, maka kamu bisa memulai investasi properti. Mapan dalam hal ini berarti kamu memiliki uang untuk membayar uang muka (DP) kredit pemilikan rakyat (KPR) dan cicilannya setiap bulan. Di samping itu, kamu masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditambah punya dana simpanan untuk keadaan darurat.

Baca juga: Model Cantik Daisy Fuentes Investor Properti Lho, Kamu Kapan?

Sudah Melakukan Riset Mendalam dan Menyeluruh

Seorang investor tidak akan bertindak tanpa survei mendalam dan menyeluruh. Jika bertindak gegabah dan terburu-buru, maka investasi sang investor tidak berjalan mulus.

Untuk itu, buat kamu yang telah melakukan riset mengenai tren pasar properti, perkembangan properti dari hari ke hari, hingga harga properti, maka kamu telah siap terjun ke investasi ini.

Baca juga: Buat Para Investor, Sydney Bisa Jadi Opsi Masuk ke Pasar Properti Mewah Asia

Memahami Aturan Properti di Indonesia

Tak seperti investasi saham atau deposito yang lebih mudah dijalankan, lebih-lebih untuk hal ini ada lembaga keuangan dan ahlinya, berinvestasi properti butuh pemahaman si investor.

Dalam investasi properti, kamu wajib memahami aturan main atau kebijakan-kebijakan negara terkait sektor properti dan real estate. Serta aturan yang diberlakukan di daerah, semisal saja aturan mengenai pajak dan perizinan.

Siap Berinvestasi untuk Jangka Panjang

Keuntungan yang diperoleh dalam investasi properti tak secepat berinvestasi saham, emas, maupun deposito. Perlu waktu yang terbilang lama untuk menikmati keuntungan dari investasi properti. Pasalnya, kamu butuh mencari calon penyewa atau pembeli properti yang tepat.

Baca juga: Kepikir Jadi Investor Properti? Kenapa Ga Mulai Sekarang Aja!

Kestabilan Ekonomi

Daerah properti yang kamu pilih memiliki perekonomian yang stabil, tren perekonomian yang menjanjikan, serta ekuitas yang menanjak. Selain itu, perubahan populasi yang tidak menentu jarang terjadi pada properti pilihanmu. Jika faktor ini berhasil kamu terapkan, berarti kamu telah meminimalisasi risiko dari kerugian berinvestasi properti.

Tepat Memilih Lokasi

Properti yang kamu miliki harus berada di kawasan strategis. Baik dekat dengan akses transportasi, sekolah, fasilitas publik maupun daerah wisata. Propertimu mampu menarik pasar dan membuat harga jualnya menjadi tinggi. Dengan pemilihan lokasi yang tepat berarti kamu tepat mengambil keputusan untuk berinvestasi properti.

Baca juga: Gini Pilihannya Kalau Investor Properti Mau Untung!

Paham pembangunan yang Berwawasan Lingkungan 

Terdapat peningkatan kesadaran akan isu lingkungan baik secara global maupun secara lokal. Begitu juga dengan permintaan akan rumah yang ramah lingkungan. Juga ada pembangunan di desa dan perkotaan yang akan meningkat di masa depan. Sehingga, menjadikan investasi di properti yang ramah lingkungan ini menjadi naik nilainya.

Nah, adakah tanda-tanda tersebut ada pada dirimu? Jika ya, maka kamu sudah siap untuk malang-melintang di investasi properti.

Bagikan: 2188 kali