Ilustrasi Foto: Rumah123/Getty
 

Kalau kamu mudik Jakarta-Surabaya, gak harus ngotot melalui jalur Pantura (Pantai Utara) lho, ada jalur alternatif yakni lewat jalur arteri (tengan P. Jawa) dan jalur Pansela (Pantai Selatan). Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jalur Pansela panjangnya 1.405 kilometer.

Jalur Pansela bisa mulai dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga berakhir di Jawa Tmur. Menurut catatan Kementerian PUPR, ada delapan kabupaten di sepanjang Pansela Jawa Timur, mulai dari Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, hingga ke Kabupaten Banyuwangi. Masing-masing kabupaten memiliki jalur alternatif yang saling menyambung dengan panjang yang berbeda.

Baca juga: Supaya Tragedi Brexit Ga Terulang, Lewat Pansela (Pantai Selatan) Boleh Juga Nih!

Kabupaten Pacitan, misalnya, panjang jalurnya yaitu 87,44 kilometer (km), Kabupaten Trenggalek 78,85 km, dan Kabupaten Tulungagung 54,97 km. Kemudian, ke Kabupaten Blitar jalur alternatifnya sepanjang 64,20 km. Kabupaten Malang 137,33 km, Kabupaten Lumajang 65,60 km. Kabupaten Jember 83,50 km, hingga ke Kabupaten Banyuwangi 106,10 km.

Secara keseluruhan, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, kondisi jalur pansela sudah bagus. Meskipun ada beberapa ruas yang masih dalam pengerjaan. “Dari Yogyakarta hingga Ponorogo, beberapa waktu lalu saya lewati, jalannya sudah cukup lebar,” ujar Basuki seperti dikutip Kompas.com, Selasa (29-5-2018).

Menurutnya, jalan Pansela di Pacitan juga sudah semakin baik dengan dua jalur dan lebar tujuh meter. Tanjakan yang ada di sana juga cukup lebar, sehingga cukup nyaman untuk dilalui. “Ruas ini bisa menjadi jalur alternatif untuk mudik, sekaligus sebagai jalur wisata di selatan Jawa yang sangat prospektif," kata Basuki.

Baca juga: Tarif Tol Mudik Didiskon 10 Persen, Rezeki Ramadan Nih!

“Kami promosikan supaya orang tertarik lewat Selatan. Karena tidak hanya jalannya yang bagus, tetapi juga obyek wisatanya. Namun, untuk pansela mulai Trenggalek-Tulung Agung-Malang hingga Banyuwangi sebagian belum tersambung,” kata Basuki.

Untuk diketahui, pembangunan jalan di masing-masing kabupaten di sepanjang jalur Pansela Jawa Timur berbeda-beda. Sesuai catatan Kementerian PUPR, untuk Kabupaten Trenggalek, dari jalur sepanjang 78,85 km, progres jalan yang sudah diaspal saat ini sepanjang 25,50 km.

Baca juga: Sebelum Masuk Tol Jalur Mudik…

Sedangkan di Kabupaten Tulungagung, dari jalur sepanjang 54,97 km yang sudah beraspal yaitu 11,59 km. Di Kabupaten Blitar, sepanjang 64,20 km kondisinya masih berupa tanah, sedangkan di Kabupaten Malang, yang sudah diaspal sepanjang 101,10 km dari totalnya 137,33 km.

Di Kabupaten Lumajang, yang sudah diaspal 39,31 km dari jalan sepanjang 65,50 km. Di Jember, pengaspalan dilakukan di sepanjang 11,25 km dari 83,50 km, sedangkan di Kabupaten Banyuwangi, dari 106,10 km jalan yang tersedia, pengaspalan jalan sudah dilakukan di sepanjang 71,20 km.

Pembangunan jalur Pansela dilakukan secara bertahap dan ditargetkan seluruhnya bisa tersambung pada akhir 2019. Basuki mengatakan, dengan adanya penambahan ruas tol dan jalan nasional, yaitu di Pantai Utara (Pantura), lintas tengah, dan jalur Pansela, pemudik memiliki 3 rute alternatif.

Bagikan: 1459 kali