Ilustrasi Foto: Rumah123/Getty
 

Mau mudik Lebaran tahun ini, tapi khawatir ada kemacetan di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Surabaya dan sebaliknya? Jangan khawatir, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sudah mengantisipasinya. Pihak Jasa Marga akan bekerja maksimal demi kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2018 ini.

Berikut ini 4 hal yang sudah diantisipasi Jasa Marga yang perlu diketahui para pemudik:

Pembayaran di Gerbang Tol (GT)

Antrean panjang di GT saat pembayaran menyumbang kemacetan kendaraan. Makanya sejak tahun lalu pemerintah memberlakukan elektronifikasi atau pembayran non-tunai di GT. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani seperti dikutip Kompas.com, Senin (7-5-2018), memastikan elektronifikasi di GT yang beroperasi di jalan tol yang dikelola Jasa Marga sudah 100 persen baik.

Baca juga: Cuti Lebaran Pendek? 7 Ruas Tol Baru Ini Udah Siap Bantu Mudik Kok!

Tambahan mobile reader

Demi mempercepat transaksi pembayaran tol pada mudik Lebaran 2018 ini, Jasa Marga menyediakan fasilitas mobile reader. "Sekarang sudah elektronifikasi, ini fungsinya digantikan dengan mobile reader yang dibawa petugas kami. Dan ini akan memudahkan pengguna jalan kalau mau membayar," kata Desi.

Cara pembayaran jemput bola ini, sebenarnya hampir sama seperti pada saat sistem pembayaran masih dilakukan dengan menggunakan uang tunai. Bedanya, petugas membawa alat mobile reader yang digunakan untuk tapping uang elektronik yang diterbitkan perbankan.

Baca juga: Mudik Lebaran Lewat Tol Jakarta-Surabaya, Titik Macetnya di Mana Aja Sih?

Ada sekitar 100 alat mobile reader yang disiapkan Jasa Marga untuk menunjang kelancaran arus kendaran di GT. Alat-alat tersebut akan disebar di beberapa GT yang dikelola Jasa Marga, mulai dari Jakarta hingga Surabaya. Banyak tidaknya mobile reader yang disebar pada satu tempat tergantung pada kepadatan arus kendaraan pada masing-masing ruas.

Semisal mobile reader akan siap di Gerbang Tol Cikarang Utama di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Di Jawa Barat, ada di rest area KM 88 di Tol Purwakarta-Cileunyi (Purbaleunyi) dan rest area KM 207 Tol Palimanan-Kanci (Palikanci).

Ruas tol dari fungsional jadi operasional

Saat mudik Lebaran tahun ini ada beberapa ruas jalan tol yang sebelumnya fungsional (gratis) berubah menjadi operasional (berbayar), semisal Tol Semarang-Solo ruas Semarang-Salatiga, Tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan, Tol Mojokerto-Surabaya, dan sebagian ruas Tol Gempol-Pasuruan.

Baca juga: Jakarta-Surabaya Full Tol Rogoh Kocek Lebih dari Rp500 Ribu

Ruas tol yang dibuka fungsional dan darurat

Perhatikan ada ruas tol yang dibuka fungsional dan juga darurat pada mudik Lebaran tahun ini. Jalur tol yang fungsional sudah dalam kondisi siap, tapi hanya dibuka untuk satu arah. "Satu jalur terdiri atas dua lajur. Semuanya satu arah. Jadi, pada saat mudik semuanya (fungsional) ke arah Timur dan pada arus balik semuanya ke arah Barat," kata Desi.

Ruas tol yang dibuka fungsional yaitu Jalan Tol Batang-Semarang (75 kilometer), Jalan Tol Solo-Ngawi (90 kilometer), Jalan Tol Ngawi-Kertosono ruas Wilangan-Nganjuk, dan Jalan Tol Pandaan-Malang ruas Pandaan-Purwodadi. "Yang disebut jalur fungsional adalah sesuai level kesiapannya, jadi sudah bukan darurat seperti tahun lalu," kata Desi.

Baca juga: Tarif Tol Turun Nih, Ayo Hitung Ulang Ongkos Mudikmu!

"Kami juga memiliki ruas tol yang fungsionalnya cenderung darurat, yaitu ruas Jalan Tol Salatiga-Kartasura, kemudian ruas tol yang dibangun pemerintah yaitu Wilangan-Kertosono," kata Desi.

PT Jasamarga Semarang-Batang selaku pengelola Tol Batang-Semarang memastikan ruas tol ini dibuka fungsional sejak H-10 hingga H+10.

Demi menjaga kelancaran arus kendaraan, Jasa Marga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, cabang perusahaan, anak perusahaan, hingga badan usaha jalan tol lainnya. Nah, kurang yakin gimana lagi kamu?

Bagikan: 816 kali