MPASI pada bayi sebaiknya diberikan di usia mulai dari 6 bulan - Rumah123.com MPASI pada bayi sebaiknya diberikan di usia mulai dari 6 bulan - Rumah123.com

Peristiwa naas baru saja menimpa seorang ibu berusia 27 tahun di Kedoya, Jakarta Barat. Bayinya yang berusia 40 hari, meninggal dunia akibat tersedak pisang yang disuapi olehnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, wanita berinisial YS tersebut mengaku tak tahu bahwa bayi berusia 40 tahun belum boleh memakan selain Air Susu Ibu (ASI). Kasus seperti ini sayangnya bukan pertama kali terjadi. Kasus bayi yang terlalu dini diberi makanan pendamping ASI (MPASI) hingga meregang nyawa sudah terjadi berkali-kali. 

Baca juga: Banyak yang Gak Suka, Jengkol Ternyata Banyak Manfaatnya!

Memberikan MPASI pada bayi sebelum 6 bulan, boleh atau tidak?

Para orang tua tentunya harus lebih memerhatikan hal ini. Memberikan makanan pendamping asi (MPASI) pada bayi di bawah 6 bulan merupakan hal yang berbahaya yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan bahkan berisiko kematian. Sayangnya, banyak orang tua yang khawatir bayinya akan merasa kelaparan jika hanya diberikan ASI. Sehingga tak sedikit yang memberikan makanan tambahan sebelum si kecil berusia 6 bulan. 

Namun, kembali lagi pada kemampuan bayi. Apabila bayi belum siap menelan makanan, maka jangan memaksa. Lidah bayi memiliki  “Tongue thrust reflex”, sebuah gerakan reflek mendorong makanan, yang berfungsi untuk mencegah bayi tersedak. Reflek tersebut akan hilang ketika bayi menginjak usia 6 bulan. Inilah yang membuat mulut bayi berusia 6 bulan siap untuk menerima makanan. Maka itu, MPASI baru diberikan di usia tersebut.

Ada sejumlah tanda dimana bayimu bisa diberikan MPASI walaupun belum berusia 6 bulan. Tanda-tandanya antara lain sebagai berikut:

- Anak menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, misalnya mencoba meraih makanan yang ada di hadapannya

- Anak dapat duduk dengan leher tegak dan dapat mengangkat kepalanya sendiri tanpa bantuan

- Anak menjadi lebih lapar dan tetap menunjukkan tanda lapar walaupun sudah diberikan ASI.

Baca juga: Ternyata Ini Manfaat Kesehatan Bunga Saffron yang Hits di Instagram

Tahapan MPASI pada bayi sesuai usianya menurut IDAI

Lalu, seperti apa tahapan pemberian MPASI pada bayi sesuai usianya? Berikut pedomannya menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

Pemberian MPASI usia 6-9 bulan:

- Berikan ASI sesuai permintaan anak

- MPASI diberikan sebanyak 200 kalori per hari

- Berikan 2-3 kali makan, dan 1 sampai 2 kali selingan tiap harinya

- Tingkatkan jumlah MPASI secara perlahan menjadi setengah mangkuk berukuran 250 ml

- Berikan MPASI dengan tekstur bubur kental, atau makanan yang dilumatkan hingga halus.

Pemberian MPASI usia 9-12 bulan:

- Berikan ASI sesuai permintaan anak

- MPASI diberikan sebanyak 300 kalori per hari

- Berikan 3-4 kali makan, dan 1 sampai 2 kali selingan tiap harinya

- Berikan MPASI sebanyak setengah mangkuk berukuran 250 ml

- Berikan makanan yang dicincang halus, dicincang kasar, atau makanan yang dapat dipegang oleh anak.

Pemberian MPASI usia 12-24 bulan:

- Berikan ASI sesuai permintaan anak - MPASI diberikan sebanyak 550 kalori per hari - Berikan 3-4 kali makan, dan 1 sampai 2 kali selingan tiap harinya - Tingkatkan jumlah MPASI secara perlahan menjadi tiga-perempat mangkuk berukuran 250 ml - Berikan makanan keluarga dihaluskan atau dicincang seperlunya.

Bagikan:
2017 kali