Jangan sampai kekhawatiran akan virus corona membuatmu stres dan jatuh sakit, sehingga memperparah keadaan. Gunakan cara berpikir positif ini agar kondisimu membaik!

cara berpikir positif - Rumah123.com Hindari stres, dan terapkan cara berpikir positif ini selama pandemi corona berlangsung - Rumah123.com

Pandemi COVID-19 atau virus corona memberi pukulan keras. Bukan hanya terhadap Indonesia, tapi juga terhadap dunia.

Tak perlu jauh-jauh, berbagai jenis industri lesu, hingga tak sedikit yang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan karyawannya.

Usaha travel, perhotelan, dan restoran pun mengalami anjlok pada penjualan mereka. 

Penghasilan pekerja sektor informal independen, seperti wirausahawan, freelancer, atau seniman juga otomatis berkurang, mengingat orang-orang lebih memilih untuk tidak ke luar rumah di situasi seperti ini.

Berpikiran negatif hanya akan memperburuk keadaan

Hampir susah untuk berpikir positif di tengah krisis seperti ini.

Namun bagaimanapun, berpikiran negatif pun hanya akan memperburuk keadaan.

Ketika dikelilingi oleh pikiran negatif, sistem imun bisa melemah sehingga penyakit bisa lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Maka dari itu, sebisa mungkin kendalikan pikiran, dan mulai proaktif ciptakan momen-momen kecil yang bisa membuat bahagia.

Apalagi menurut penelitian psikolog, emosi positif bisa membantu menghilangkan stres. 

Bagaimana cara berpikir positif di tengah wabah corona?

Cara mudah yang bisa dilakukan untuk tetap bisa berpikir positif di tengah wabah virus corona.

1. Tuliskan daftar hal yang kamu syukuri setiap hari

Seringkali kita mengeluh akan musibah yang menimpa, hingga lupa dengan nikmat yang telah diberi-Nya.

Padahal, ketika hanya berdiam diri di rumah, kamu masih punya banyak momen kecil untuk dinikmati.

Kamu yang diberikan kesempatan untuk work from home, ingat bahwa hal ini merupakan sebuah keistimewaan yang tak bisa didapatkan semua orang.

Mereka yang bekerja di bagian frontline, tenaga medis, dan bekerja di lapangan mau tak mau harus tetap pergi ke kantor. 

Walaupun banyak kendala yang terjadi ketika work from home, setidaknya kamu bisa bekerja sambil bermain dengan hewan peliharaan kesayangan, tak perlu pusing memikirkan baju kerja, atau keluar uang untuk membeli makan siang.

Terdengar klise mungkin, tapi dengan menuliskan rasa syukurmu setiap harinya, kamu bisa lebih ikhlas menghadapi krisis ini.

2. Ngobrol dengan orang-orang tersayang

Kesibukan selama ini mungkin membuat orang-orang terdekat merasa jauh denganmu.

Manfaatkanlah momen ini untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang tersayang.

Luangkan waktu untuk sekadar mengobrol santai dengan mereka. Atau, lakukan hal-hal yang selama ini selalu tertunda, seperti memasak bersama, atau menonton film bersama misalnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut bisa meningkatkan kedekatan setiap anggota keluarga, sekaligus meningkatkan kadar oksitosin dalam tubuh.

Hormon oksitosin tersebut memiliki efek menenangkan tubuh. Semakin meningkat kadar oksitosin, semakin hilang pula hormon kortisol yang bisa menyebabkan stres.

3. Berbuat baik dengan orang lain

Menurut penelitian, krisis bisa memperlihatkan hal-hal terburuk, atau justru terbaik dari dalam diri manusia. 

Untungnya belakangan ini, media sosial dipenuhi dengan orang-orang baik yang menolong orang lain yang membutuhkan.

Influencer Rachel Vennya misalnya, yang berhasil menggalang dana senilai Rp 5 miliar dalam waktu kurang dari satu minggu untuk membantu mengatasi virus corona di Indonesia.

Tak sedikit pula yang membantu driver ojek online yang sedang kesulitan mendapatkan pesanan dengan membelikan mereka makanan.

Dan tentunya, masih banyak lagi hal-hal positif yang disebarkan orang-orang di tengah krisis ini.

Dari sana kita bisa melihat, bahwa semua orang pasti punya kekhawatirannya masing-masing tentang virus corona ini. 

Namun, masih ada harapan untuk bisa saling berbagi, dan saling mendukung satu sama lain menghadapi wabah ini.

Baca juga: Bisakah Melakukan Tes Virus Corona Berdasarkan Inisiatif Sendiri?

4. Tetap lakukan perawatan diri

Jangan lupa untuk tetap merawat diri. Walau tak ada yang melihat sekalipun, tetaplah lakukan rutinitas yang menghadirkan kenyamanan dan stabilitas. 

Makan makanan yang bergizi, lakukan meditasi, olahraga, berdoa, gunakan skin-care andalanmu, baca buku favoritmu, bernyanyilah sepuasnya, lakukan hal-hal yang kamu suka agar mendapatkan ketenangan batin.

5. Hindari terlalu banyak membuka media sosial

Membuka media sosial memang bisa memberikan informasi terkini mengenai wabah ini. Namun jika kamu mulai merasa mendapatkan terlalu banyak informasi, beristirahatlah sejenak dari HP-mu.

Informasi yang berlebihan pun bisa membuatmu semakin stres dan ketakutan. Selama melakukan tindakan preventif dengan tepat, kamu bisa lebih tenang.

Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan alih-alih membuka media sosial. 

Dengan cara berpikir positif, kamu akan lebih kuat lagi setelah melewati krisis ini

Ingatlah, bahwa dalam setiap kesusahan pasti ada kemudahan setelahnya. 

Waspada tentu harus, tapi jangan biarkan kecemasanmu itu malah menjadi sumber dari masalah yang datang. 

Bagikan:
3545 kali