Ilustrasi tol layang Jakarta Cikampek - Rumah123.com Ilustrasi tol layang Jakarta Cikampek - Rumah123.com

Tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek Elevated II sudah bisa dilintasi pengguna jalan sejak Minggu, 12 Desember 2019 lalu. Awalnya pemerintah berencana mengoperasikan tol tersebut pada 20 Desember 2019, namun sejak hari ini telah beroperasi secara gratis. Tol layang Japek yang membentang dari Simpang Susun Cikunir hingga Karawang Barat ini diperuntukkan sebagai akses cepat menuju Karawang Timur. 

Pada tahap pertama, seluruh pengguna jalan tol ini bisa dipakai untuk umum, tanpa dikenakan tarif hingga libur Tahun Baru 2020. Hanya saja Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi mengimbau untuk mempersiapkan kendaraan tetap optimal sebelum menjajal jalan tol ini. Sebab, tol layang Japek berbeda dengan tol pada umumnya. Setidaknya, ada 4 fakta yang harus diketahui mengenai jalan tol ini.

Tol layang Japek merupakan tol layang terpanjang

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Japek Elevated yang merupakan tol layang terpanjang di Indonesia. Tol layang ini membentang dari Simpang Susun Cikunir Km 9+500 sampai Km Karawang Timur Km 47+500. Panjang dari tol layang ini adalah 38 kilometer.

Diperuntukkan perjalanan non stop

Tol layang ini dibuat tanpa akses masuk maupun keluar di tengah jalan. Maka dari itu, tol Japek hanya diperuntukkan pengguna jalan jarak jauh atau untuk perjalanan non stop seperti ke Bandung atau kota-kota di Jawa, jika dari arah Jakarta. 

Tak ada rest area

Selain tak memiliki akses masuk atau keluar di tengah, jalan tol layang  Japek juga dibuat tanpa rest area atau tempat istirahat. Untuk itu, sangat disarankan sebelum memutuskan untuk melintasinya, pertimbangkan dulu kesiapan penumpang, fisik pengemudi, sisa bahan bakar, hingga kondisi kendaraan. Rest area terdekat bisa dijangkau pada Km 50 (tanpa SPBU) arah Cikampek dan Km 06 arah Cawang. 

Batas kecepatan 60 sampai 80 km/jam

Walaupun sifatnya masih fungsional, jalan tol layang ini sudah memenuhi syarat dan keamanan untuk dilalui. Kecepatan maksimum dibatasi, yaitu 80 km/jam. Apabila ada pengemudi yang kedapatan melanggar batas kecepatan, akan ditindak dengan e-TLE (electronic traffic law enforcement). Sebab, ada sejumlah 113 unit CCTV untuk memantau ini. Ada pula fitur keselamatan di jalan tol ini, yaitu delapan titik emergency U-Turn yang disediakan untuk meminimalisir apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat sehingga pengendara dapat segera memutar balik.

Bagikan:
1783 kali