cara menghitung usia kehamilan

Jangan sampai salah, ternyata cara menghitung usia kehamilan itu tidaklah segampang yang kamu pikirkan. Jadi, bagaimana cara yang tepat? 

Langsung simak panduan lengkapnya di sini!

Cara Menghitung Usia Kehamilan 

Usia kehamilan merupakan rentang waktu setelah proses pembuahan sel telur oleh sperma sampai persalinan. 

Berbeda dengan anggapan kebanyakan orang, cara menghitung usia kehamilan sebenarnya tidaklah terlalu sulit, namun harus dilakukan dengan tepat. 

Biasanya, usia kehamilan ditentukan dari dari hari pertama siklus menstruasi terakhir atau dikenal dengan istilah Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Pada mayoritas wanita, HPHT ini terjadi kurang lebih dua minggu sebelum ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur) dan pembuahan.

Pada wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, waktu pembuahan biasanya akan terjadi antara 11 sampai 21 hari setelah HPHT tadi. 

Durasi kehamilan normal sendiri berlangsung selama 37 sampai dengan 42 minggu. 

Ada juga tanda-tanda calon buah hati yang bisa diperhatikan setelah persalinan untuk menentukan usia kehamilan, yakni: 

- Berat dan panjang bayi - Ukuran kepala - Tanda-tanda vital - Refleks - Kondisi kulit dan rambut

Manfaat Menghitung Usia Kehamilan 

Pentingnya mengetahui cara menghitung usia kehamilan bisa memberikan informasi yang dibutuhkan bagi ibu dalam mengenali tahapan pertumbuhan janin serta melakukan tindakan stimulasi yang tepat sesuai dengan kondisi calon buah hati. 

Data gestational age (usia kehamilan) ini juga sangat esensial bagi dokter dan bidan untuk merencanakan waktu tes serta pemeriksaan dengan lebih akurat selama proses kehamilan berjalan. 

Berbagai jenis yang biasanya direkomendasikan oleh dokter dan tenaga medis untuk membantu: 

- Mencegah terjadinya gangguan dan komplikasi selama kehamilan; - Memeriksa perkembangan dan kesehatan ibu dan janin; - Memastikan ibu dan janin mendapat asupan nutrisi yang cukup.

Cara Menghitung Estimasi Waktu Persalinan 

Selain cara mengetahui usia kehamilan, kamu juga melakukan kalkulasi untuk menentukan tanggal perkiraan persalinan.

Metode ini biasa dilakukan dengan bantuan kalkulator kehamilan yang sama-sama menggunakan dihitung dari tanggal HPHT. 

Pada umumnya, guna memperkirakan hari persalinan, perhitungan dapat dimulai dengan menambahkan 280 hari atau 40 minggu dari HPHT.

Contoh jika HPHT kamu mulai dari tanggal 1 Agustus, maka kehamilan telah berusia 8 minggu pada tanggal 26 September, 13 minggu pada 31 Oktober, dan estimasi waktu persalinan akan jatuh pada tanggal 8 Mei.

Simulasi ini dihitung berdasarkan siklus normal selama 28 hari. 

Apabila siklus yang kamu alami lebih panjang atau malah lebih pendek, usia kehamilan dan estimasi hari persalinan bisa mengalami sedikit perbedaan. 

Hal yang perlu kamu pahami dengan baik, cara di atas hanyalah sebuah perkiraan dan bukan tanggal pasti. 

Dikutip dari studi yang dimuat dalam American Pregnancy Association, hanya sekitar 5% anak yang benar-benar lahir sesuai dengan estimasi hari lahir.

Ketidakpastian ini bisa disebabkan karena sebagian wanita memiliki jadwal menstruasi yang tidak teratur, sehingga pengaruhnya bisa cukup menyulitkan bukan hanya dalam cara menghitung usia kehamilan, tapi juga berdasarkan HPHT yang berdampak pada akurasi perkiraan persalinan. 

Berbagai faktor penentu yang beragam inilah terkadang menjadi tantangan untuk benar-benar mendapatkan hasil perhitungan usia kehamilan yang tepat. 

Untuk itulah sangat disarankan agar ibu bisa langsung datang berkunjung ke dokter kandungan dan melakukan tahapan pengecekan dengan menggunakan bantuan metode diagnostik ultrasonography (USG) yang lebih akurat. 

Semoga bermanfaat.

Selain cara menghitung usia kehamilan di atas, kamu juga bisa menemukan informasi bermanfaat lainnya di artikel.rumah123.com!

Intip juga proyek properti terbaik di Golden Hills!

Bagikan:
1974 kali