Dalam keadaan mendesak yang membutuhkan dana tambahan dalam jumlah besar, gadai sertifikat rumah cukup banyak dipilih orang.

gadai sertifikat rumah - rumah123.com

Pasalnya, mendapatkan pinjaman dengan gadai sertifikat rumah di lembaga keuangan biasanya terhitung mudah. Tapi, mengingat sertifikat rumah adalah aset yang nilainya besar, tentu kamu tak bisa sembarangan menggadaikannya. 

Untuk itu, sebelum kamu menggadaikan sertifikat rumah, sebaiknya ketahui dulu risiko yang mungkin terjadi, dan cara untuk meminimalisir risiko tersebut. Yuk, simak bersama-sama panduan amannya berikut ini!

Pastikan rasio utang tak melebihi penghasilan bulanan

Walaupun pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah punya peluang besar untuk disetujui, namun ada sejumlah pertimbangan yang dipikirkan oleh lembaga finansial sebelum menyetujui pengajuan nasabah. Jaminan sertifikat rumah biasanya dianggap sebagai senjata terakhir nasabah. Artinya, lembaga keuangan kerap menganggap bahwa mereka yang menggadaikan sertifikat rumahnya sudah memiliki utang di tempat lain.  

Jadi, risiko ditolak pun tetap ada. Supaya pengajuan pinjaman dikabulkan, pastikan bahwa rasio utangmu masih ideal, yaitu tak lebih dari 30% pemasukan bulanan. Dengan begitu, kamu bisa meyakinkan lembaga keuangan sebagai pemberi kredit, bahwa kondisi keuanganmu cukup sehat untuk diberikan pinjaman. Selain peluang disetujui lebih tinggi, cara ini juga bisa membuat sertifikat rumahmu lebih aman karena risiko terkena kredit macet semakin minim. Jadi, tak ada kemungkinan rumah beserta sertifikatnya harus disita.

Baca juga: Bagaimana Proses dan Berapa Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah?

Pastikan untuk memilih lembaga keuangan yang tepercaya

Memilih lembaga keuangan pemberi kredit juga sangatlah penting. Ingat, sertifikat rumah adalah aset yang sangat besar. Tentu kamu tak mau kan kehilangannya hanya karena gegabah dalam memilih lembaga peminjam? 

Jangan terlena dengan iming-iming proses cepat, atau pun jumlah pinjaman yang besar. Pastikan bahwa lembaga keuangan tersebut tercatat di Otoritas Jasa Keuangan dan memiliki reputasi yang bagus. Lakukan juga perbandingan antara lembaga keuangan satu dan lainnya. Perhatikan bunga dan tenor terbaik yang sesuai dengan kondisi keuanganmu.

Baca juga: Mengurus Sertifikat Tanah Gampang Kok! Ini Panduan Lengkapnya

Siapkan dana untuk membayar cicilan

Setelah mendapatkan pinjaman, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah membayar kembali pinjaman tersebut. Pastikan untuk menyisihkan penghasilan bulananmu dan alokasikan ke pos pengeluaran bayar cicilan. Jangan sampai terjerat utang atau parahnya lagi, terpaksa harus mengikhlaskan rumah yang dijaminkan hanya karena kamu susah membayar cicilan. 

Sekali lagi, menggadaikan sertifikat rumah adalah tindakan besar yang berisiko besar pula. Semua harus dipikirkan dengan matang untuk meminimalisir risiko tersebut. Apabila kamu belum melakukan ketiga hal di atas, sebaiknya tunda dulu niatmu untuk meminjam dana dengan menjaminkan sertifikat rumah.

Bagikan: 3634 kali