transjakarta Ilustrasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Melakukan Pembatasan Jam Operasional untuk Tiga Transportasi Massal yaitu Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Atau Covid-19 (Foto: Rumah123/Freepik.com)

 

Jam operasional sejumlah transportasi publik seperti Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta dibatasi terkait penyebaran virus covid-19. 

Mereka yang terindikasi positif virus corona atau covid-19 di Indonesia bertambah. Jumlahnya sudah mencapai 117 orang hingga Minggu (15/3/2020). 

Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan saat diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020. 

Saat itu, baru ada dua pasien yang positif virus corona. Namun, dalam waktu rentang kurang dari dua pekan, jumlahnya melonjak tajam. 

Pemerintah pusat dan juga sejumlah pemerintah daerah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Salah satunya adalah pembatasan jam operasi tiga moda transportasi publik di Jakarta yaitu BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta, dan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta. 

Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta Hanya Beroperasi Pada 06.00-18.00 WIB

Situs berita online Kompas.com melansir pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai pembatasan jam operasi tiga moda transportasi publik di Jakarta. 

Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta hanya akan melayani penumpang mulai dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB (Waktu Indonesia Barat). 

Pembatasan jam operasi ketiga moda transportasi ini diberlakukan mulai dari Senin (16/3/2020). 

Baca juga: 6 Cara Mencegah Penularan Virus Corona Saat di Angkutan Umum

MRT Jakarta Mengurangi Jumlah Kereta 

Anies menyatakan MRT Jakarta juga akan mengurangi jumlah kereta yang biasanya melayani penumpang. 

Jumlah rangkaian MRT Jakarta  yang melayani penumpang hanya ada empat rangkaian per harinya. 

Sebelumnya, setiap hari ada 16 rangkaian kereta MRT Jakarta yang melayani para penumpang. 

MRT Jakarta juga akan melakukan tindakan lain yaitu jadwal kedatangan kereta atau headway menjadi lebih lama. 

Biasanya, jadwal kedatangan rangkaian kereta MRT Jakarta adalah setiap 5-10 menit. Nantinya, akan diubah menjadi setiap 20 menit. 

MRT Jakarta baru memiliki satu rute yaitu Bundaran Hotel indonesia-Lebak Bulus. Rute ini beroperasi sejak awal 2019. 

Pengubahan jadwal kedatangan juga dilakukan untuk LRT Jakarta. Kereta ringan ini tidak lagi melintas setiap 10 menit sekali.

Nantinya, LRT Jakarta akan melintas setiap 30 menit sekali. Perubahan headway LRT Jakarta memang cukup signifikan. 

Baca juga: LRT Jakarta dan LRT Palembang Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Transjakarta Mengurangi Jumlah Rute 

Gubernur DKI Jakarta melanjutkan bahwa Transjakarta juga mengurangi jumlah rute secara signifikan. 

Saat ini, Transjakarta telah memiliki layanan 248 rute. Namun, nantinya transportasi publik hanya melayani 13 rute saja. 

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Hubungan Masyarakat PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo memberikan keterangan yang dikutip sejumlah media. 

Layanan Transjakarta hanya beroperasi di 13 rute. Headway atau jadwal kedatangan adalah setiap 20 menit. 

Waktu operasional Transjakarta hanya dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. LRT Jakarta dan MRT Jakarta juga memberlakukan hal yang sama. 

Transjakarta meniadakan layakan non koridor atau non BRT, Royaltrans, dan juga Mikrotrans. Hal ini berlaku dari 16 Maret hingga 30 Maret 2020.

Transportasi umum memang menjadi salah area yang paling berbahaya terkait penyebaran virus corona. 

Hal ini terjadi lantaran banyaknya orang yang berkumpul pada satu tempat. Potensi penyebaran juga tergolong tinggi.

Baca juga: Transjakarta Telah Beroperasi Selama 16 Tahun, Simak Seperti Apa Asal Mulanya

Bagikan:
846 kali