kereta bandara kualanamu- rumah123.com Ilustrasi Jalur Layang Kereta. Kereta Bandara Kualanamu Sudah Bisa Menggunakan Jalur Layang Mulai 1 Desember 2019. Kereta Ini Menghubungkan Bandara Kualanamu dengan Medan, Ibu Kota Sumatera Utara (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jalur layang Kereta Bandara Kualanamu mulai dioperasikan. Waktu tempuh perjalanan kereta bandara ini pun semakin cepat dibandingkan sebelumnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara secara resmi mulai mengoperasikan jalur layang Kereta Bandara Kualanamu. Laman berita online Detik.com mengutip pernyataan Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, M. Ilud Siregar.

Dia menyatakan jalur layang ini sudah beroperasi sejak Minggu, 1 Desember 2019. Ilud melanjutkan adanya pengoperasian jalur kereta api tersebut, maka terjadi perubahan perjalanan kereta di Divisi Regional I Sumatera secara keseluruhan.

Baca juga: Berkonsep Smart City, Ibu Kota Negara Miliki Jaringan Kereta Senilai Rp209 Triliun

Jalur layang ini mempunyai rute sepanjang 10,8 kilometer (km). Jalur layang ini memiliki dua jalur atau double track.

Ada 40 perjalanan kereta reguler dan 50 perjalanan kereta bandara yang melewati jalur layang ini. Setelah jalur layang ini dioperasikan, sejumlah keuntungan dan juga meningkatnya pelayanan jasa didapatkan.

Waktu tempuh kereta menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Semula, waktu tempuh mencapai 30-45 menit, bisa dipangkas menjadi 28 menit.

Baca juga: Kereta Bandara Surabaya Akan Dibangun Pada 2021

Ilud memaparkan sejumlah keuntungan terutama untuk kereta bandara. Waktu tempuh yang lebih cepat terjadi lantaran tidak perlu menunggu ditutupnya perlintasan sebidang. Para pengguna kendaraan juga tidak perlu menanti kereta lewat sehingga terjadi kemacetan.

Selain itu, keuntungan lain dari jalur ganda ini adalah semakin berkurangnya frekuensi kereta api yang melalui perlintasan sebidang. Jalur ini cuma dilewatri oleh kereta api Tanjung Balai, Labuhan Batu, Pematang Siantar, dan juga kereta api barang.

Jalur Layang Kereta Bandara Kualanamu Sudah Mendapatkan Kelayakan dari KKJTJ

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyatakan jalur layang Kereta Bandara Kualanamu dapat digunakan secepatnya.

Hal ini diungkapkan Zulfikri pada pertengahan November 2019. Target pengoperasiannya sebelum Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Komisi Keselamatan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah memberikan pernyataan laik. Hal ini untuk memastikan kelayakan jalur layang.

Baca juga: 2021, Stasiun Gambir Hanya Untuk KRL Commuter Line dan Kereta Khusus

Komisi ini memberikan pernyataan laik kepada jalan, jembatan, dan terowongan yang dibangun. Kelaikan dibutuhkan untuk memastikan keamanan infrastruktur.

Kereta Bandara Kualanamu Menjadi Kereta Bandara Pertama di Indonesia

Kereta Bandara Kualanamu atau Airport Railink Services Kualanamu merupakan kereta bandara pertama di Indonesia. Kereta bandara ini beroperasi sejak 25 Juli 2013.

Setelah itu, giliran Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang beroperasi pada 2 Januari 2018. Kereta bandara juga akan dioperasikan di Yogyakarta, Solo, dan juga Majalengka (Bandara Kertajati).

Kereta bandara ini merupakan kerja sama antara PT KAI dengan PT Angkasa Pura. Kedua perusahaan adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Angkasa Pura adalah perusahaan yang mengelola bandara di Indonesia.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terkoneksi dengan LRT Jabodebek, Transjakarta, dan LRT Bandung

Kereta Bandara Kualanamu menghubungkan Bandara Kualanamu dengan Medan, ibu kota Sumatera Utara. Bandara Kualanamu berada di Kabupaten Deli Serdang. Jaraknya sekitar 23 km dari Medan.

Berinvestasi Properti di Kota Terbesar di Sumatera

Medan merupakan kota terbesar di Sumatera. Jumlah penduduknya mencapai 2,2 juta jiwa. Medan juga menjadi kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.

Kota ini menjadi kota industri, perdagangan, dan ekonomi di Sumatera. Sejumlah perusahaan besar memiliki kantor di Medan. Kota ini juga memiliki Universitas Sumatera Utara.

Sebagai kawasan bisnis, industri, dan pendidikan, bisnis properti di Medan memiliki potensi yang baik. Pilihan properti mulai dari rumah, apartemen, ruko (rumah toko), kondominium, dan lainnya.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya: Waktu Tempuh 5,5 Jam dan Tiket Rp400 Ribu

Bagikan: 765 kali