Tol Jakarta-Cikampek Elevated- Rumah123.com PT Jakarta Jalan Layang Cikampek Menargetkan Kalau Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated Akan Selesai Pada September 2019. Selanjutnya, Jalan Tol Akan Menjalani Uji Kelayakan dan Uji Operasi (Foto: Rumah123/Getty Images)

Pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ditargetkan akan selesai pada akhir September 2019. Jika sudah selesai tentunya diharapkan bisa mengurai kemacetan yang terjadi di jalur ini.

PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) yang juga masuk kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang akan mengelola jalan tol layang ini. Saat ini, proses pekerjaan konstruksi jalan tol layang telah mencapai 86 persen.

Situs Tempo.co mengutip pernyataan Direktur Utama PT JJC Djoko Dwijono menyatakan pekerjaan fisik sudah mencapai 86 persen. Konstruksi ditargetkan selesai pada September 2019. Tahap selanjutnya adalah uji layak fungsi dan layak operasi.

Baca juga: Ada 71 Rest Area Sepanjang  Jalan Tol Trans Jawa, Mudik Lebaran Pun Bisa Lebih Tenang

Pekerjaan konstruksi proyek jalan tol layang masih tersisa adalah memasang 139 steel box girder. Dalam proyek ini, secara keseluruhan ada 2.585 total steel box girder.

Pemasangan steel box girder ini dilakukan pada saat window time yaitu pada pukul 22.00-05.00 WIB (Waktu Indonesia bagian Barat). Pekerjaan konstruksi ini mengalami kendala berupa mengatur sequence pekerjaan dengan kondisi lalu lintas yang sangat padat di dalam window time.

PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek juga terus berkoordinasi dengan sederetan pihak pelaksana proyek lainnya di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek seperti LRT Jabodebek jalur Jakarta-Bekasi Timur, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan juga Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

Baca juga: Mudik Lebaran Lewat Jalan Tol Trans Jawa, Jangan Lupa Isi E-Toll yang Banyak

Koordinasi memang diperlukan agar pelaksanaan konstruksi proyek tidak saling bersinggungan. Proyek konstruksi LRT Jabodebek sempat dihentikan lantaran membuat kemacetan panjang di jalan tol ini.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek (elevated) ini membentang dari ruas atau simpang susun Cikunir hingga gerbang tol Karawang Barat atau dari KM 9 hingga KM 48. Ruas tol ini memiliki panjang 39 kilometer.

Ruas tol ini adalah jalan tol bertingkat atau double decker motorway pertama di Indonesia lantaran dibangun di atas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Baca juga: Siapa Mudik Lebaran Lewat Trans Sumatera, Pastikan Tahu Tarif Tolnya

Jalan tol ini ditujukan untuk memisahkan jalur komuter Jakarta-Bekasi-Cikarang dengan jalur perjalanan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, hingga Surabaya.

Jalan tol ini didesain untuk mengakomodasi empat lajur, dua lajur untuk setiap arah dan dirancang untuk kecepatan berkendara hingga 100 kilometer per jam.

Bagi kamu yang memang tinggal di Jakarta, Bekasi, hingga Cikarang, kamu bisa bernafas lega lantaran tidak lagi terjebak kemacetan panjang seperti sebelumnya.

Baca juga: Tol Trans Sumatera Terbanggi Besar-Kayu Agung Beroperasi Pada Agustus 2019

By the way, bagi kamu yang tinggal di Bekasi, kamu juga punya alternatif lain selain jalan tol dan kereta listrik commuter line yaitu LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek.

Sementara bagi kamu yang biasa menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk menuju Tol Trans Jawa, kamu bisa mengambil jalur ekspres hingga tidak lagi terjebak kemacetan.

Nah, ada rencana untuk membeli rumah di Bekasi atau Cikarang? Kamu semakin banyak mempunyai alternatif jalan lho.

Baca juga: Pemudik Boleh Buka Puasa di Bahu Jalan Tol, Tapi Ada Syaratnya Lho

Bagikan: 2842 kali