Desa Panglipuran Bali dinobatkan sebagai desa terindah di dunia. Yuk, jalan-jalan virtual sembari mengetahui fakta seputar desa tersebut! 

desa panglipuran bali

Sejak dulu, Bali merupakan salah penghasil devisa terbesar di Indonesia. 

Pulau ini menyimpan sejuta keindahan mulai dari laut, daratan, hingga pengunungan. 

Tak ayal, jika wisatawan domestik maupun mancanegara berduyun-duyun berlibur ke sini untuk melihat keindahannya.

Bali bukan hanya sekadar Kuta, Jimbaran, dan Ubud, tapi ada satu tempat unik lain yang harus kamu kunjungi yaitu Desa Panglipuran Bali. 

Lantaran virus corona belum pergi, yuk jalan-jalan virtual bersama Rumah123 ke desa terindah di dunia ini!

Mari berkenalan dulu dengan Desa Panglipuran Bali 

desa panglipuran bali Sumber: Instagram.com/ayodolan

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang berkembang menjadi destinasi wisata yang sangat ramai dikunjungi wisatawan.

Bahkan, jauh sejak lama sebelum dijadikan sebagai desa wisata, wisatawan mancanegara-lah yang memadati desa ini. 

Umumnya, wisatawan yang berasal dari Eropa seperti Prancis sangat menyukai jenis wisata budaya ini.

Pada awalnya, desa ini hanyalah sebuah desa yang ingin mempertahankan budaya nenek moyang dan leluhur secara turun-temurun. 

Namun, pada sekitar 1990-an, beberapa mahasiswa Universitas Udayana melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dengan meninggalkan taman-taman kecil dan penataan lingkungan. 

Kemudian, sekitar tahun 1991-1992 banyak sekali wisatawan yang mengunjungi desa ini. 

Kemudian pada 1993, desa adat ini ditetapkan sebagai desa adat Penglipuran melalui Surat Keputusan (SK) Bupati No.115 pada 29 April 1993.

Lokasi Desa Panglipuran Bali 

desa panglipuran bali Sumber: Google Photo Anojh kumaran Rajendra

Desa Panglipuran Bali terletak di kabupaten Bangli, di wilayah timur Bali. 

Kabupaten Bangli merupakan salah satu tempat di Bali yang tidak memiliki lautan. 

Untuk menuju desa penglipuran bali dibutuhkan waktu sekitar satu jam jika kamu memulai rute dari Kuta Bali. 

Lokasi dari Desa Penglipuran ini berada di dekat lokasi wisata lainnya seperti Ubud, maupun Kintamani. 

Umumnya, pemandu wisata di Bali juga sering menawarkan perjalanan menuju Desa Penglipuran Bali sebagai salah satu destinasi.

Baca juga: 9 Manfaat Buah Kepel, Punya Unsur Magis dan Bikin Keringat Wangi?

Tata ruang pedesaan dan jumlah populasi masyarakat adat

desa panglipuran bali Sumber: Instagram budayabaline

Desa Penglipuran Bali berasal dari akronim kata pengeliling dan pura yang mengingat tempat suci. 

Awalnya, masyarakat desa ini berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani yang bermigrasi karena satu hal. 

Nah, di desa ini mereka akhirnya menetap dan menjaga kearifan budaya mereka. 

Pada tata ruang desa, setiap rumah memiliki pintu gerbang yang disebut Angkul-angkul.

Semua rumah di desa ini seragam, namun tidak sama. 

Desa Penglipuran Bali dihuni oleh 985 jiwa dengan 234 keluarga pada tahun ini, yang tersebar di 76 pekarangan dengan total 112 hektar.

Desa yang asri seperti kampung sendiri

desa panglipuran bali Sumber: Instagram.com/thebalichili

Jika kamu sudah merasa penat dengan keramaian Kuta Bali, maka tempat ini adalah rekomendasi yang terbaik. 

Sebab, di Desa Penglipuran Bali ini kamu akan menemui keindahan pedesaan yang sangat asri, selayaknya pulang ke kampung halaman. 

Penataan desa wisata ini terlihat sangat apik dan rapi dari setiap sudutnya. 

Selain untuk berlibur, rasanya tidak salah jika tempat ini menjadi ruang relaksasi yang baik untuk bersantai dan menyegarkan pikiran.

Setelah pergi ke tempat ini, rasanya akan ada banyak ide-ide kreatif yang bisa kamu aplikasikan.

Baca juga: Napak Tilas Rumah Nabi Muhammad SAW Sebelum Menjadi Masjid Nabawi

Filosofi yang harmonis di Desa Panglipuran Bali

desa panglipuran bali Sumber: Google Photos febrian lay

Warga di Desa Penglipuran Bali mempunyai filosofi Tri Hita Karana yakni tiga penyebab terciptanya kebahagiaan. 

Tiga elemen tersebut ditafsirkan meliputi hubungan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan terhadap tuhan. 

Dalam hal ini, warga di Desa Penglipuran Bali memiliki prinsip keseimbangan hidup yang tepat.

Tak ayal, jika kehidupan yang harmoni di tempat ini bisa menjadi contoh yang baik dalam membentuk sikap gotong royong.

Pelestarian lingkungan dan kebudayaan adalah elemen penting bagi penghuni Desa Panglipuran Bali

desa panglipuran bali

Di awal peresmiannya sebagai desa wisata, Penglipuran mendapatkan penghargaan Kalpataru pada 1995 silam.

Sebab di desa ini mampu mempertahankan 75 hektare hutan bambu dan 10 hektar vegetasi sebagai ciri khasnya. 

Tak hanya sekadar proses pelestarian lingkungan, masyarakat disini juga mampu mempertahankan adat budaya leluhur maupun bangunan tradisionalnya. 

Berkat pelestarian lingkungan dan kebudayaannya, Desa Penglipuran Bali juga masuk salah satu desa terbersih di dunia pada 2016 silam. 

Pedesaan yang sarat akan ilmu pengetahuan sosial 

desa panglipuran bali

Selain hati senang karena melepas penat, Desa Penglipuran juga syarat akan ilmu yang bermanfaat, khususnya ilmu sosial. 

Desa ini mencerminkan keseharian penduduk setempat dengan lokasi pedesaan yang terintegrasi dengan kehidupan sosial secara interaktif. 

Kamu pun disini bisa mengikuti kursus tari bali, mempelajari budaya bali tradisional, maupun ilmu kepercayaan leluhur bali. 

Dengan demikian, Desa Penglipuran bukan hanya sebuah lokasi wisata, namun tempat edukasi masyarakat yang sangat baik untuk semua. 

Rasanya tidak salah untuk mengunjungi tempat ini saat berlibur di Bali. 

Selain berlibur, desain rumah bali disini juga bisa menjadi inspirasi hunian yang menarik. 

Mau tau inspirasi keunikan rumah terbaik? Simak terus artikel.rumah123.com selengkapnya.

Bagikan:
3000 kali