parkir ganjil genap- rumah123.com Ilustrasi Mobil Parkir di Pinggir Jalan. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Memberlakukan Parkir Ganjil Genap di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk (Foto: Rumah123/REA Adobe Experience Manager)

Jakarta mulai memberlakukan parkir ganjil-genap untuk parking on street di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Aturan ini berlaku mulai 31 Januari 2020.

Setelah pembatasan kendaran dengan sistem nomor polisi ganjil-genap, sekarang Jakarta mulai memberlakukan aturan baru yaitu parkir ganjil genap.

Saat ini, aturan parkir ganjil genap baru berlaku di Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Situs berita online Kompas.com melansir pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Baca juga: Sistem Jalan Berbayar Diberlakukan Pada 25 Jalan yang Menerapkan Ganjil Genap

Dia menyatakan aturan tersebut sudah diberlakukan mulai Jumat, 31 Januari 2020. Aturan ini hanya berlaku untuk parking on street.

Bagi kamu yang sering mendatangi dua jalan ini, kamu sebaiknya mengingat kalau parkir di kawasan ini juga menerapkan sistem ganjil genap.

Parkir Ganjil Genap untuk Menata Jalan

Syafrin melanjutkan bahwa penerapan parkir ganjil-genap ini dilakukan untuk menata jalan. Jalan Gajah Madan dan Jalan Hayam Wuruk sering digunakan para pengendara mobil sebagai lokasi parkir di pinggir jalan.

Parkir kendaraan di kedua jalan ini sering kali membuat kemacetan. Kebetulan, kawasan ini merupakan area bisnis dan perkantoran.

Syafrin menyatakan dia sering menerima laporan pelanggaran mengenai kondisi parkir. Ada kendaraan yang parkir di trotoar dan lainnya.

Ada enam titik parkir ganjil genap di Jalan Gajah Mada. Sementara itu, ada empat titik parkir ganjil genap di Jalan Hayam Wuruk.

Peraturan Parkir Ganjil Genap dan Denda Bagi yang Melanggar

Sistem pembatasan parkir ganjil ganap ini memiliki mekanisme atau aturan. Sistem ini berlaku setiap Senin hingga Jumat, pada pagi hari dan sore hari.

Aturan ini berlaku mulai dari pukul 06.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) hingga pukul 10.00 WIB. Lantas aturan ini juga berlaku pada pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Mereka yang melanggar aturan tersebut akan menerima hukuman. Mobil pelanggar akan diderek. Pelanggar akan didenda Rp500.000.

Baca juga: 4 Dampak Penerapan Perluasan Ganjil Genap

Besarnya denda ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melakukan evaluasi penerapan sistem ini lantaran baru saja berlaku.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah melakukan perluasan pembatasan kendaraan ganjil-genap pada 2019 lalu. Awalnya, sistem ganjil genap hanya diberlakukan pada sembilan ruas jalan, namun kemudian diperluas di 25 ruas jalan.

Seluruh ruas jalan yang memberlakukan sistem ini dilewati oleh BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta. Setelah perluasan sistem ganjil genap, ada sejumlah catatan menarik. Kecepatan kendaraan meningkat, tingkat kemacetan berkurang, dan waktu tempuh berkurang.

Kemacetan menjadi masalah pelik di Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasinya termasuk ganjil genap. Jumlah rute Transjakrta juga ditambah. Pemprov DKI Jakarta juga sempat berencana memberlakukan ERP (electronic road pricing).

Baca juga: Transjakarta Tambah 46 Rute Baru Pada Perluasan Kawasan Ganjil Genap

Bagikan:
2101 kali