gedung pencakar langit

Jakarta menempati posisi 12 dunia untuk jumlah gedung pencakar langit terbanyak. Hmm, apakah ini salah satu penyebab Jakarta akan tenggelam.

Sebagai ibukota negara Indonesia, tidak perlu dipungkiri bahwa Jakarta memiliki banyak sekali jumlah gedung pencakar langit.

Pesatnya pembangunan di Jakarta membuat pertumbuhan yang sangat cepat. Maka tidak aneh jika Jakarta masuk dalam posisi 12 dunia untuk jumlah gedung pencakar langit.

Tetapi, pencapaian tersebut berbanding terbalik dengan isu yang belakangan berkembang, tentang bagaimana Jakarta akan tenggelam.

Lalu, apakah ada kaitannnya antara masalah Jakarta tenggelam dengan banyaknya jumlah gedung pencakar langit?

gedung pencakar langit

Jumlah Gedung Pencakar Langit di Jakarta

Menurut Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH), Jakarta berada di posisi 12 dunia sebagai kota dengan jumlah gedung pencakar langit terbanyak.

Dilansir dari laman Kompas.com, hingga saat ini (13/10/2021), Jakarta telah memiliki 107 pencakar langit dengan ketinggian di atas 150 meter,

Sebanyak, 42 gedung lainnya memiliki ketinggian di atas 200 meter, dan satu akan menjadi supertall.

Gedung dengan ketinggian 382,2 meter tersebut berada di kompleks Thamrin Nine, Jakarta Pusat yang bernama Autograph Tower yang memasuki tahap akhir.

Hal ini mengungguli Kuala Lumpur, Singapura, Melbourne, Beijing, Sydney, dan kota-kota maju dunai lainnya.

Posisi 1 ditempati oleh Hong Kong dengan 503 gedung di atas 150 meter, 84 gedung di atas 200  meter, dan 6 supertall.

Urutan kedua hingga kesebelas, ialah Shenzhen, New York, Dubai, Shanghai, Tokyo, Guangzhou, Chongqing, Chicago, Wuhan, dan Bangkok.

Kemungkinan Jakarta Akan Tenggelam

Proyeksi tenggelamnya  Jakarta dalam sepuluh tahun lagi atau pada 2100 mendatang atau Jakarta Utara terancam tenggelam pada 2050.

Hal ini bisa jadi dikaitkan dengan banyaknya pembangunan Jakarta dan membuat permukaan tanah turun.

Namun, banyaknya pencakar langit di Jakarta memang bukan penyebab dari tenggelamnya ibu kota Indonesia ini.

Para ahli mengatakan eksploitasi air tanah menjadi salah satu penyebab turunnnya permukaan tanah di Jakarta.

Hal lain adalah adanya perubahan iklim secara global yang membuat permukaan air laut naik, penyebabnya memang banyak.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan akan melakukan pengendalian air tanah guna memperlambat penurunan muka tanah.

Anies mengatakan bahwa banyak sekali gedung-gedung di Jakrta yang menggunakan air tanah secara berlebihan.

Ia melakukan inspeksi di kawasan sepanjang Sudirman-Thamrin, dan hasilnya banyak gedung yang masih melanggar aturan penggunaan air tersebut.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti West Vista.

Bagikan:
392 kali