jababeka Jababeka Berencana Untuk Mengembangkan Kota Mandiri Berkonsep Transit Oriented Development. Kota Ini Akan Memiliki Transportasi Publik yang Terintegrasi dengan LRT, MRT, dan Juga Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Rumah123/Jababeka.com)

 

Jababeka akan mengembangkan kota mandiri berkonsep TOD City di Timur Jakarta. Kota mandiri yang berbasis transportasi. 

Sejumlah hal menjadi bahan perbincangan antara situs properti Rumah123.com dengan President Director Jababeka Suteja Sidarta Darmono.

Rumah123.com mewawancarai Suteja di kantornya di Menara Batavia, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. 

Situasi kondisi pasar properti terkini, virus corona, kota mandiri yang memadukan hunian dan industri, TOD, Silicon Valley, hingga budaya naik transportasi massal menjadi perbincangan. 

Jababeka merupakan sebuah perusahaan pengembang yang membangun kota mandiri Jababeka seluas 5.600 hektare di Cikarang, Jawa Barat. 

Setyono Djuandi Darmono, ayah Suteja mendirikan perusahaan ini pada 1989. Perusahaan ini berstatus terbuka sejak 1994 dengan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. 

Saat ini, Jababeka juga memiliki sejumlah proyek di Kendal (Jawa Tengah), Tanjung Lesung (Banten), dan juga Morotai (Maluku Utara). 

Baca juga: Melirik Prospek dan Potensi Investasi di Kota Jababeka

Setelah Tahun Politik, Industri Properti Dihadang Virus Corona 

Banyak perusahaan pengembang yang menyatakan pasar properti mengalami perlambatan pada 2019 lantaran pemilihan presiden. 

Penjualan properti mengalami kendala. Investor memilih wait and see sebelum memutuskan untuk membeli. 

Kita tahun lalu kena impact, tetapi untungnya kita masih bisa mencapai target dari penjualan,” ujar Suteja. 

Suteja mengakui ada penurunan penjualan pada 2019 dibandingkan dengan 2018, namun jumlah penjualan masih mencapai target. Sebelumnya, perusahaan sudah menyesuaikan target. 

Durasi penjualan pada 2019 memang tidak efektif karena adanya pesta demokrasi yaitu pemilihan presiden. Pengembang hanya bisa berjualan selama enam bulan. 

Setelah tahun berganti, developer optimistis kalau pasar properti akan bangkit pada 2020. Sayangnya, virus corona muncul dan mewabah ke sejumlah negara. 

Virus corona ini masih sangat unpredictable,” kata Suteja yang menamatkan pendidikannya di  Australia. 

Hal ini berdampak pada investasi. Investor memilih wait and see. Apalagi Jababeka juga menawarkan produk kawasan industri. 

“Virus corona ini belum jelas masa berakhirnya atau apa, ini bisa sangat mempengaruhi keputusan mereka,” katanya lagi. 

Baca juga: Jababeka Gandeng Creed Group Bangun Kawana 2 Concierge Golf Apartment

Jababeka, Koridor Timur Jakarta, dan Pembangunan Infrastruktur 

Perkembangan properti di Timur Jakarta saat ini cukup pesat. Sejumlah kawasan industri yang memadukan hunian, komersial, dan juga industri terus berkembang. 

Sejumlah pengamat menyebutnya Koridor Timur Jakarta. Kawasan ini mencakup Bekasi, Cikarang, hingga Karawang. 

“Kalau saya bicara tren properti 2020 ini harusnya mengarah ke arah Timur Jakarta. Arah Timur Jakarta ini kan bicara mengenai infrastrukturnya ini sedang massif, banyak sekali,” ujar Suteja. 

Pemerintah memang sedang mengembangkan sejumlah infrastruktur di Timur Jakarta. Infrastruktur ini mencakup jalan tol, jalur kereta, pelabuhan, hingga bandara. 

Ruas tol yang ada adalah Tol Layang Jakarta-Cikampek, JORR (Jakarta Outer Ring Road) 2, dan juga Jalur Cikampek Selatan. 

Transportasi berbasis kereta adalah jalur dwiganda (double double track), Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya. 

Ada juga transportasi massal seperti LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) dan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu). 

Selain itu, ada Pelabuhan Patimban dan juga Bandara Internasional Kertajati. Beberapa infrastruktur telah selesai, sisanya masih terus dikerjakan. 

Pembangunan infrastruktur akan memicu perkembangan properti di sebuah kawasan. Hal ini terjadi dengan Barat Jakarta. 

Suteja memaparkan pada 10-15 tahun lalu, infrastruktur di Barat Jakarta terus dibangun terutama jalan tol. 

Hal ini membuka pasar properti di kawasan yang mencakup Tangerang dan juga Tangerang Selatan. 

“Nah, kalau semua infrastruktur itu di timur jadi mulai sekarang. Dari sekarang bisa sampai 10 tahun lagi, jadi prospek pengembangan ke timur itu sangat besar,” kata Suteja lagi.

Jababeka sudah mengembangkan hunian baik rumah tapak maupun apartemen. Developer membidik target market kalangan menengah atas dan atas. 

Ada ribuan pekerja asing atau ekspatriat yang bekerja di Jababeka. Mereka membutuhkan tempat tinggal yang sesuai dengan standar. 

Jababeka juga  menjadi satu-satunya kawasan di Koridor Timur Jakarta yang memiliki lapangan golf bertararf internasional. 

Baca juga: Kota Jababeka Cikarang Dilirik Jadi Tujuan Utama Investasi Global

Jababeka, TOD City dan Silicon Valley

Suteja melanjutkan kalau perusahaannya akan menjadikan Jababeka sebagai kota dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) City. 

“Jadi TOD City itu pengembangan kota yang didasarkan berbasis transportasi,” ujar Suteja. Apalagi pembangunan infrastruktur berupa transportasi terus dilakukan. 

Jababeka ingin menyiapkan jaringan transportasi di dalam kawasan seperti monorail dan juga shuttle bus

Nantinya, seluruh transportasi ini akan terintegrasi dengan LRT, MRT, dan juga Kereta Cepat Jakarta-Bandung. 

Penggunaan kendaraan pribadi seperti mobil akan dikurangi. Masyarakat akan beralih menggunakan moda transportasi umum.

“Jadi ini akan menjadi pengembangan kota  berbasis transportasi terbaik di Indonesia, harapannya seperti itu,” lanjut Suteja. 

Dia menambahkan bahwa adanya transportasi massal seperti MRT bisa mengubah budaya masyarakat Indonesia. 

Saat ini, masyarakat masih suka menggunakan kendaraan pribadi ketimbang memakai transportasi massal. 

Sudah waktunya bagi masyarakat untuk mengubah kebiasaan dengan menggunakan transportasi massal yang ramah lingkungan dan juga baik bagi kesehatan. 

Kalau masyarakat mulai beralih ke transportasi massal, maka transportasi tersebut ramah lingkungan dan orang juga bisa menerapkan hidup sehat. 

Tingkat polusi bisa ditekan, apalagi Jakarta salah satu kota terpolusi di dunia. Orang juga bisa lebih sehat dengan jalan setiap harinya, 

Suteja mengisahkan pengalamannya tinggal di Shanghai, China. Setelah MRT beroperasi, masyarakat Shanghai mulai beralih ke MRT. Apalagi MRT Shanghai sudah memiliki 13 jalur yang memudahkan penumpang untuk pergi ke suatu tempat. 

Impian Suteja lainnya adalah ingin menjadikan Jababeka seperti halnya Silicon Valley, sebuah kawasan industri berbasis internet di Amerika Serikat. 

“Kita ingin kota Jababeka itu bisa menjadi Silicon Valley untuk indonesia, posisinya di tengah Jakarta dan Bandung,” kata Suteja. 

Suteja memaparkan posisi Jababeka berada di tengah. Jakarta menjadi target market, sementara Bandung memiliki tenaga kreatif. 

Jababeka yang berada di tengah bisa menyediakan tempat dengan lingkungan yang nyaman, fasilitas lengkap, dan juga terintegrasi dengan transportasi massal.

Baca juga: Ada Stadion Keren, Jababeka Segera Bangun Sport City

Bagikan:
1083 kali