Bali (Rumah123/iStockphoto)

Bali masih menjadi destinasi utama wisata di Indonesia, baik bagi wisatawan nusantara dan juga pelancong dari luar negeri.

Menurut Dinas Pariwisata Provinsi Bali, jumlah wisatawan lokal yang berwisata ke Bali sudah menembus angka 8 juta orang pada 2016, sedangkan jumlah wisatawan mancanegara sudah tercatat lebih dari 4 juta orang.

Baca juga: Perusahaan E-Commerce Dominasi Permintaan Ruang Perkantoran CBD

Wisatawan dari Australia dan Jepang tercatat masing-masing memiliki persentase 23 persen dan 20 persen. Sisanya berasal dari beragam negara.

Sebagai daerah tujuan wisata, investasi properti yang ada di provinsi ini adalah kondotel. Mayoritas kondotel berada di kawasan Kuta dan sekitarnya.

Baca juga: Cicilan KPR Sampai Umur 70 Tahun? Kenapa Ga Bisa?

Saat ini, ada 4.167 kondotel yang telah selesai dibangun dan 1.618 unit lainnya masih dalam tahap konstruksi. Mayoritas kondotel yang masih dibangun berada di Kuta bagian Selatan.

Dalam Jakarta Property Market Update Second Quarter 2017 yang dilansir oleh JLL Indonesia, terungkap kalau para pembeli kondotel lebih banyak berasal dari investor lokal. Permintaan investor terhadap produk properti terbilang lemah dengan tingkat penjualan hanya mencapai 30 persen.

Baca juga: Rumah123 Raih Penghargaan Indonesia Original Brand 2017

Rendahnya ketertarikan investor asing untuk menanamkan uangnya di pasar properti Indonesia tentunya memunculkan pertanyaan, apakah pasar kondotel di Bali tidak menguntungkan bagi investor asing?

“Nah, kondotel itu kan pembeliannya individual ya. Itu kembali ke masalah foreign ownership, kan biasanya kondotel itu dijualnya HGB (Hak Guna Bangunan). Sementara foreign investor kan bisanya hak pakai. Nah, ini agak membuat mereka enggan. Ini saya mau membeli tetapi ownership-nya apa?” ujar Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto kepada Rumah123.

Baca juga: Pasokan Bertambah, Permintaan Meningkat, Namun Tingkat Hunian Menurun

“Kalau kita lihat di Jakarta, bicara residential atau logistic, kita bicara belinya dalam skala company, jadi kalau company kan beli boleh. Kalo individual kan terkait kepemilikan asing,” lanjut Vivin.

Saat ini, harga rata-rata permintaan untuk kondotel kelas menengah untuk tipe studio dengan ukuran sekitar 30-50 meter persegi mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 4 miliar.

Baca juga: Penghargaan untuk Rumah123 Buktikan Keunggulan Merek Lokal

Sedangkan harga rata-rata permintaan kondotel kelas atas dengan ukuran 60-85 meter persegi mencapai Rp 4 miliar hingga Rp 6 miliar.

Hmm, kamu tertarik untuk investasi kondotel? Kamu bisa mendapatkan keuntungan sewa plus bisa menginap selama beberapa waktu dalam unit yang dimiliki. Tertarik?

Bagikan: 1234 kali