Royal Venya Ubud, Bali (Rumah123/Architects Magazine)

Kawasan Ubud yang berada di Kabupaten Gianyar, Bali memang menawarkan eksotisme tersendiri. Lanskap perbukitan dan lereng menjadi daya tarik.

Vice President Director Metland, Anhar Sudradjat mengatakan kalau semakin curam sebuah lereng di Ubud justru lahan ini semakin diminati dan dihargai tinggi. Jangan heran kalau banyak hotel mewah berada di lereng curam di Ubud.

Baca juga: 3 Tahun Dapat Rp55 Miliar? Bisa Kok Kalau Kamu Investasi Properti

Keindahan Ubud juga semakin dipercantik dengan hamparan sawah yang tersusun dalam terasering. Apalagi kawasan ini masih berhawa sejuk.

Perusahaan pengembang Metland baru saja merilis proyek terbarunya, sebuah kompleks villa mewah dan resort Royal Venya Ubud.  Kompleks ini berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektare.

Baca juga: Pensiun dari American Football, Atlet Ini Untung Besar dari Investasi Properti

Sejumlah fasilitas mewah juga tersedia di Royal Venya Ubud seperti temple, spa, lounge, funicular, cascade infinity pool, wedding chapel, co-working space, coffee shop terrace, refleting pond, outdoor bar, hingga air terjun. Air terjun dan sungai berada di depan kompleks villa dan resor.

Royal Venya Ubud terdiri dari 54 unit villa mewah, sementara resor memiliki 40 kamar hotel. Villa terbagi dalam 6 tipe yang terdiri dari 1 bedroom, 2 bedroom, dan 3 bedroom. Villa memiliki pilihan bangunan satu lantai dan dua lantai. Semua unit villa sudah fully furnished.

Baca juga: Investasi Properti di Kota Kecil? Potensi Pertumbuhannya Besar Lho

Luas bangunan villa yang ditawarkan mulai dari 60 meter persegi hingga 140 meter persegi. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp4 miliar. Kepemilikan villa adalah strata title. Investor mendapatkan jaminan investasi Return on Investment (ROI) sebesar 24 persen dalam 3 tahun pertama.

Jaminan investasi ini akan diberikan kepada masing-masing pemilik unit villa secara sekaligus 3 tahun di muka. Investor sudah bisa menikmati investasinya lebih awal. Anhar juga menyatakan kalau kenaikan harga tanah dan bangunan (capital gain) di Bali juga tinggi setelah Jakarta.

Baca juga: Pentingnya Perencanaan Keuangan dan Edukasi Investasi Properti, Kamu Udah Paham?

 “Kalau investor membeli, ada hotel dan villa. Villa akan dikelola oleh manajemen hotel. Pengunjung dan pemilik bisa menikmati fasilitas hotel,” ujar Anhar dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Rabu (15/11/2017).

Metland yang memiliki dan mengelola empat hotel, salah satunya di Bali, akan mengelola manajemen villa dan hotel Royal Venya Ubud. Director Metland, Olivia Soerojo menyatakan Metland telah memiliki pengalaman dalam manajemen hotel sehingga villa dan hotel akan dikelola sendiri.

Bagikan:
1463 kali