Apartemen Mahasiswa Taman Melati Margonda, Depok, dikembangkan oleh PT Adhi Persada Properti (APP). Foto: Rumah123/Dok. APP
   

Mahasiswa zaman now kini tinggal di apartemen, gak melulu ngekos. Jadi wajar aja kalau sekarang apartemen mahasiswa banyak dibangun pengembang. Kamu bisa meraup keuntungan dari memanfaatkan tren ini.

Apartemen mahasiswa biasanya udah dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas belajar dan rekreasi para penghuni. Jadi, banyak dipilih sebagai hunian para mahasiswa. Para orangtua pun banyak yang lebih suka anaknya tinggal di apartemen ketimbang ngekos. Pasalnya, kalau ngekos agak rawan soal keamanannya. Contohnya, ada mahasiswa Jakarta yang berkali-kali kamar kosnya dibobol maling lokal. Biasanya sepatu, HP, atau laptop yang jadi incaran.

Pengamat properti, David Cornelis, seperti dikutip Kontan.co.id, Rabu (9-5-2018), Depok, Jatinangor, Surabaya, Yogyakarta, dan Malang, merupakan kota  mahasiswa. Di kota-kota tersebut banyak bertebaran perguruan tinggi. Di Depok, misalnya, ada kampus terpadu Universitas Indonesia dan kampus Gunadarma. Di Jatinangor ada Universitas Pajajaran dan Institut Teknologi Bandung. Di Surabaya ada Universitas Airlangga dan Institut Teknologi 10 November. Di Malang ada Universitas Brawijaya. Di Yogyakarta, ada Universitas Gajah Mada dan perguruan tinggi swasta besar.

Baca juga: Sewa Unit Apartemen di Depok Kini Rp3-5 Juta, Jadi Investor Aja Yuk!

Kebayang kan, setiap tahun ribuan mahasiswa berdatangan ke kota-kota tersebut. yang tentunya mereka butuh hunian. Menurut David, tren mahasiswa bergeser ke apartemen ketimbang kos-kosan, mengubah pengelolaan keuangan para orangtua dari bayar kos untuk anaknya menjadi bayar cicilan apartemen alias investasi. Kalau bayar kos, uangnya akan hilang. Sementara kalau bayar cicilan apartemen mahasiswa, uangnya menjadi investasi.

“Bisnis apartemen mahasiswa masih berpotensi dan menjanjikan untuk disewakan dengan tingkat imbal hasil yang menarik. Selain harganya yang setiap tahun meningkat, seusai menyelesaikan studi sekitar empat tahun, apartemen yang ditinggali nanti dapat disewakan kembali. Harga sewa apartemen studio saat ini di pasaran di kisaran Rp5 Juta. Kenaikan harganya bisa mencapai 12% per tahun,” kata David.

Baca juga: Hadir Satu Lagi Apartemen Mahasiswa di Jatinangor-Sumedang

Para pengembang pun melihat potensi tersebut. PT Adhi Persada Properti (APP), misalnya, pengembang  yang membidik pasar mahasiswa. Pengembang ini sudah membangun apartemen mahasiswa di Depok, Jatinangor, Surabaya, Malang, dan Yogyakarta.

Direktur Pemasaran APP, Wahyuni Sutantri, mengatakan, potensi pasar apartemen mahasiswa di Indonesia sangat besar. Alasan ini mendorong APP masuk ke segmen pasar apartemen mahasiswa. Dengan brand Taman Melati. APP mengembangkan di Depok, Jatinangor-Sumedang, Surabaya MERR, Sinduadi-Yogyakarta, dan Dinoyo-Malang.

Baca juga: Berprospek Bagus, Adhi Persada Bangun Apartemen Mahasiswa di Malang

Berapa persen keuntungan investasi di apartemen mahasiswa tersebut? Menurut VP of Sales APP, Happy Murdianto, sekitar 8-15% per tahun. “Dari beberapa proyek apartemen mahasiswa yang kami kembangkan, rata-rata kenaikan harganya mencapai 8% - 15% per tahun,” katanya.

"Dengan cicilan pembayaran per bulannya setara dengan harga sewa rumah kos, orangtua akan diuntungkan karena setelah anaknya lulus, apartemen yang digunakan anaknya bisa disewakan atau dijual,” kata Happy.

Jadi, kamu beli aja apartemen mahasiswa untuk investasi. Selain kamu jadi juragan kos yang terima uang sewanya, kamu juga dapat keuntungan dari kenaikan harga unit apartemennya setiap tahun. Beli aja!

Bagikan: 603 kali