investasi properti- rumah123.com Ilustrasi Rumah. Sejumlah Investasi di Sektor Keuangan Mengalami Masalah, Ada Peluang Para Investor Mengalihkan Lagi Dananya untuk Berinvestasi Properti (Foto: Rumah123/REA Adobe Experience Manager/iStock)

Sejumlah investasi di sektor keuangan seperti Jiwasraya, Asabri, dan Emco mengalami masalah. Ada peluang investor kembali melirik investasi properti.

Belakangan, kasus Jiwasraya menjadi perbincangan. Belum kasus perusahaan asuransi pelat merah ini selesai, dua BUMN (badan usaha milik negara) asuransi lainnya yaitu Asabri dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 mengalami masalah.

Lantas muncul lagi kasus dari Emco Asset Management. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan mengawasi sejumlah perusahaan Manajer Investasi (MI) yang bermasalah termasuk Emco.

Baca juga: Rumah123: Tren Pencarian Rumah Naik, Masyarakat Masih Ingin Berinvestasi Properti

Permasalahan yang terjadi di sektor keuangan bisa menjadi peluang bagi perusahaan pengembang yang membidik investor. Para investor bisa mengalihkan dananya untuk kembali melirik investasi properti.

Hal ini diungkapkan oleh CEO (Chief Executive Officer) AKR Land Thomas Go dalam diskusi panel Property Outlook 2020 yang diselenggarakan oleh Rumah123.com. Situs properti ini merupakan bagian dari REA Group Australia.

Memanfaatkan Momentum Peralihan dari Sektor Keuangan ke Sektor Properti

Thomas melanjutkan bahwa saat ini menjadi waktu yang paling bagus. Momentum yang tepat bagi para developer untuk memanfaatkannya.

“Kita mesti perhatikan momentum, shifting dari saham, reksadana ke properti, teman-teman harus ambil. Ambil momentum,” kata Thomas.

Dia melanjutkan adanya sejumlah kasus yang terjadi dalam instrumen investasi di sektor keuangan bisa membuat para investor untuk melirik investasi properti. Go memberikan contoh kasus Jiwasraya, Asabri, dan Emco Asset Management.

Baca juga: Mungkinkah Penyebaran Virus Corona Berdampak Kepada Investasi Properti?

Sederetan kasus ini membuat investor khawatir untuk berinvestasi di pasar keuangan seperti saham, reksadana, dan lainnya. Investor bisa saja memindahkan dana ke instrumen investasi lain.

Perusahaan pengembang harus jeli untuk memanfaatkan momentum ini. Pastinya investor ingin menanamkan dana pada investasi yang aman seperti properti.

Kasus Jiwasraya, Asabri, dan Emco

Laman berita online CNBCIndonesia.com melansir bahwa Jiwasraya mengalami gagal bayar untuk produk asuransi JS Saving Plan. Produk ini merupakan produk asuransi jiwa berupa investasi yang dipasarkan melalui bank atau bancassurance.

Produk asuransi ini jatuh tempo dalam kurun waktu Oktober-Desember 2019 senilai Rp12,4 triliun. Pada 2020 ini, potensi gagal bayar bisa bertambah Rp3,7 triliun. Kerugian Jiwasraya bisa mencapai Rp16 triliun.

Sementara Asabri memiliki masalah berbeda. CNBCIndonesia.com melansir data dari Bursa Efek Indonesia bahwa Asabri berpeluang mengalami potensi penurunan nilai saham dari beberapa saham koleksinya.

Baca juga: Mahalnya Harga Tiket Pesawat Berdampak Kepada Investasi Properti

Asabri memiliki 15 emiten di Bursa Efek Indonesia, 12 di antaranya mengalami potential loss bersamaan dengan penurunan harga saham emiten tersebut.

Kasus yang dialami oleh Emco Asset Management berbeda lagi. Manajer Investasi ini mengalami penurunan dana kelolaan reksa dana yang turun drastis sejak akhir Oktober hingga akhir Desember 2019. Hal ini disertai dengan kinerja reksa dana.

Dana kelolaan reksa dana oleh Emco Asset Management ini turun sebesar 40,22 persen. Pada akhir Oktober 2019, dana kelolaan masih Rp5,07 triliun. Jumlah dana kelolaan turun tajam hingga Rp2,04 triliun pada Desember 2019.

Baca juga: Meneropong Potensi Investasi Properti di Koridor Timur Jakarta

Bagikan:
831 kali