Resna, perempuan single berusia 24 tahun yang berani beli rumah sendiri - Rumah123.com Resna, perempuan single berusia 24 tahun yang berani beli rumah sendiri - Rumah123.com

"Aku mau hasil kerja kerasku menghasilkan sesuatu yang jelas. Lagipula, perempuan single yang bisa beli rumah sendiri itu adalah bukti kalau kita gak ketergantungan sama laki-laki."

Membuat keputusan untuk membeli rumah di usia muda merupakan sebuah keberanian besar, apalagi bagi perempuan single. Gak bisa dipungkiri, stigma tentang perempuan harus mengikuti keputusan suami masih berlaku di masyarakat kita. Gak heran ketika ada keinginan untuk membeli rumah, para wanita single cenderung sering bimbang. Pertimbangan yang sering muncul adalah antara membeli rumah dengan segera, atau menunda hingga menikah nanti. 

Namun Resna, seorang perempuan single asal Bekasi, menjawab kebimbangan tersebut. Di usianya yang masih 24 tahun, perempuan yang berprofesi sebagai karyawan BUMN ini memutuskan untuk membeli sebuah rumah. Seperti apa kisah Resna dan apa yang memicunya untuk membuat keputusan berani ini? Yuk, simak bersama-sama wawancara Rumah123 bersama Resna!

Halo Resna! Apa sih pemicunya sampai kamu berani untuk beli rumah di usia muda?

Keputusan ini berawal dari kebiasaan buruk aku, yaitu gak bisa nabung. Setiap gajian, uangnya pasti selalu kepake untuk hal-hal yang aku juga lupa apa aja. Artinya selama ini uangku habis tanpa manfaat yang jelas kan? 

Terus aku suka banget liatin akun-akun desain interior di Instagram. Eh kok kayaknya lucu kalau punya rumah sendiri, bisa dekor semau kita. Lalu terlintas lah di pikiran, kenapa gak dialokasiin buat cicil rumah aja ya gajiku yang selama ini kebuang sia-sia? Kan lebih baik kalau kerja keras dan keringat kita menghasilkan sesuatu yang terlihat jelas wujudnya? Berangkat dari sana, aku mulai cari-cari rumah deh yang harganya gak terlalu mahal. 

Kamu masih single dan udah punya rumah sendiri, gimana pendapat kamu tentang anggapan kalau perempuan lebih baik tunggu nikah aja untuk beli rumah?

Aku gak menyalahkan pemikiran itu sih. Apalagi di Indonesia memang masih ada stigma kalau perempuan ikut suami aja. Tapi di sini tujuanku beli rumah kan memang supaya uangku jelas ke mana perginya. Kalau aku nikah nanti, misalnya suami mau beli rumah lagi, rumahku bisa dikontrakin. Hitung-hitung curi start buat persiapan berkeluarga nanti. Tau sendiri kan kebutuhan setelah nikah sebesar apa. Hahaha.

Boleh dong diceritain proses pencarian rumahnya!

Awalnya aku cari-cari rumah di daerah suburban kayak Depok, Tangerang, Bekasi, yang harganya gak terlalu mahal lah pokoknya. Lalu aku nemu rumah yang nyaman di cluster besar di Bekasi. Aksesnya enak, cuma 500 meter dari tol Cibitung-Cimanggis yang lagi dibangun. Karena domisiliku di Bekasi dan udah nemu yang cocok, jadi aku gak cari-cari lagi di tempat lain.

Orang tuaku pun setuju aku ambil rumah di situ. Akhirnya aku bayar biaya tanda jadi dan ajuin KPR ke bank rekanan developernya. Alhamdulillah gak susah prosesnya dan langsung tembus KPR-nya. 

KPR udah tembus, berarti sekarang udah mulai bayar cicilan dong?

Iya, aku tuh nekat sebenernya. Gajiku waktu itu bisa dibilang lumayan pas-pasan karena adanya cicilan KPR. Untungnya, orang tuaku support dari segi finansial. Di beberapa bulan pertama, mereka bantuin aku nyicil sekian ratus ribu rupiah. Alhamdulillah-nya lagi, selang beberapa bulan kemudian gajiku naik. Sekarang biaya cicilan KPR semuanya pure dari penghasilanku sendiri. 

Berat gak bagi kamu untuk punya tanggung jawab sebesar KPR di umur yang muda ini?

Rumah yang sedang dicicil Resna di bilangan Bekasi - Rumah123.com Rumah yang sedang dicicil Resna di bilangan Bekasi - Rumah123.com

Kalau dibilang berat ya pasti berat. Ketika orang lain di usiaku lagi menikmati gajinya buat seneng-seneng, aku harus lebih hemat karena punya tanggung jawab KPR. Tapi ya balik lagi, aku mau kerja kerasku ada hasil yang jelas. Apalagi kalau dihitung-hitung lagi nih, biaya nongkrong dan jajan itu tuh kelihatannya memang kecil, padahal lama-lama bikin bocor keuangan. Jadi mengalokasikan gaji ke properti menurutku adalah keputusan yang tepat. Karena harga properti kan terus-terusan naik ya, aku gak merasa rugi untuk ambil KPR sedari dini kayak gini. 

Ada financial planning khusus gak setelah punya tanggung jawab KPR?

Pasti ada dong. Aku bikin alokasi pengeluaran bulanan. Sekian persen untuk KPR, untuk sehari-hari, untuk ditabung, dan untuk entertainment kayak hangout, belanja baju dan makeup. Tiap pos pengeluaran ada porsinya masing-masing. 

Boleh minta saran untuk milenial lainnya (khususnya perempuan single) yang belum berani beli rumah?

Lihat dulu kondisi keuangan kita. Kalau misalnya punya cicilan KPR, gaji kita masih cukup gak untuk memenuhi kebutuhan lainnya? Kalau enggak, jangan maksain dan sabar dulu sampe gaji mencukupi. Kalau memang cukup, gak perlu mikir berkali-kali lagi, ambil sekarang daripada harga rumah makin mahal. Pastiin juga udah berstatus sebagai karyawan tetap biar aman untuk bayar cicilan ke depannya. Buat perempuan single, jangan ragu untuk beli rumah dari sekarang. Justru dengan beli rumah pake uang sendiri, nunjukkin kalau kita mandiri dan gak ketergantungan sama laki-laki. 

Perempuan single dan milenial lainnya, yakin masih menunda beli rumah?

Kisah Resna di atas menjadi inspirasi bagi para perempuan single dan milenial lainnya untuk segera beli rumah. Gak perlu takut kehidupanmu setelah punya cicilan KPR akan terganggu. Yang penting, kamu punya perencanaan keuangan yang jelas. Nah, untuk kamu yang masih mencari-cari rumah terbaik, yuk kunjungi Festival Properti Indonesia 2019 di Kota Kasablanka tanggal 6-10 November. Sebab, #DiSiniTempatnya beli rumah. Kamu bisa membandingkan puluhan rumah dengan penawaran terbaik dari berbagai developer. Catat tanggalnya ya!

Bagikan: 7146 kali