"Berat sih tentu berat. Tapi kalau niatnya demi keluarga yang lebih baik, rumah yang dibeli pasti jadi nyaman dan berkah."

“Nikah dulu baru punya rumah, atau beli rumah dulu baru nikah?” Modal untuk nikah tentu membutuhkan biaya besar. Apalagi untuk beli rumah yang biayanya lebih besar lagi. Kebingungan antara nikah atau beli rumah dulu sepertinya sudah jadi masalah klasik yang dialami hampir semua pasangan. Tapi ajaibnya, di saat pasangan lain masih bimbang akan hal ini, pasangan suami istri Erico dan Mayumi justru berani mewujudkannya secara bersamaan.

Bahkan, pasangan yang mau memasuki tahun kedua pernikahannya ini punya tanggungan baru berupa anak. Hebatnya lagi, Erico masih berusia 25 tahun, dan Mayumi berusia 24 tahun! Usia yang terbilang muda kan untuk punya sederet tanggung jawab tersebut?

Untuk mewujudkan ketiga hal tersebut tentu butuh modal yang ekstra. Kamu pasti bertanya-tanya, bagaimana bisa mereka melakukan ketiganya? Untuk menjawab rasa penasaranmu, simak saja langsung wawancara Rumah123.com dengan Mayumi berikut ini!

Hai Mayumi! Apa sih yang bikin kamu dan suami bisa membuat keputusan berani untuk segera beli rumah?

Dari jaman pacaran, aku dan suami punya prinsip untuk tinggal di rumah sendiri ketika udah berkeluarga nanti. Gak mau ngontrak, gak mau terus-terusan numpang di rumah orang tua juga. Jadi persiapan pernikahan kami gak cuma untuk pesta doang tapi sekaligus untuk kehidupan selanjutnya. Waktu udah mau nikah, kami mulai cicil apartemen bareng. 

Tapi lucunya sampe setelah kami nikah, apartemen itu belum jadi-jadi juga. Akhirnya kami batalin deh. Karena waktu pacaran ngerasain beratnya cicil apartemen, kami sempet tergoda untuk gak beli rumah dulu sebenernya. Karena rasanya kok pengen ya bisa beli ini itu semau kita kayak dulu.

Tapi kebetulan selang beberapa bulan setelah nikah aku hamil, ke-trigger lagi deh untuk cepet-cepet beli rumah. Untungnya proses dari nyari yang cocok sampe proses KPR berjalan lancar. Pengajuan pertama langsung disetujui. Mungkin karena gak punya cicilan lain kali ya. 

Kalian beli rumah di saat kamu lagi hamil waktu itu, apa gak takut tanggung jawab makin besar?

Justru karena kami akan punya anak, itu yang bikin kami mikir harus segera punya rumah. Kami jadi punya tujuan untuk bikin tempat tinggal yang nyaman buat anak kami, Benji. Kalau takut tanggung jawab makin besar ya itu udah jadi konsekuensi ketika berkeluarga sih. Tapi bisa dibilang Benji yang bikin kami berani buat beli rumah. Godaan buat nunda beli rumah yang sebelumnya muncul langsung sirna ketika kami mikirin masa depan dia, hahaha. 

Sekarang anak kalian udah lahir dan cicilan lagi berjalan. Kalian pernah ngerasa berat gak?

Berat pastinya, namanya juga tanggungan bayar rumah. Kalau denger cerita orang lain pun juga sama beratnya, apalagi katanya di 5 tahun pertama. Sekarang aku dan suami lagi di masa penyesuaian gaya hidup. Dari yang biasanya suka belanja, bisa main ke sana sini, sekarang penghasilan kami harus diprioritasin buat rumah, anak, dan sehari-hari.

Tapi setelah dipikir-pikir lagi, yang bikin kita selalu ngerasa gak cukup tuh gaya hidup bukan kebutuhan hidup. Dan semua balik lagi ke prinsip awal, harus punya rumah sendiri yang nyaman untuk keluarga. Rumah itu kebutuhan utama yang wajib dipenuhi. Karena  punya prinsip itu, bayar cicilan bawaannya jadi gak berat. Bahkan gak terasa loh udah setahun aja nih cicilan rumah berjalan. Alhamdulillah bisa survive, dan semoga bisa terus-terusan survive

Kamu dan suami punya perencanaan keuangan khusus?

Ada pembagian khusus gitu sih. Aku dan suami kan sama-sama kerja, jadi kami bagi dua tanggungan keseluruhannya. 75% gaji suami untuk cicilan rumah, sisanya untuk sehari-hari. Sedangkan gajiku untuk anak dan untuk tabungan. 

Cerita kamu dan suami menginspirasi banget! Boleh minta saran untuk pasangan lain yang masih maju mundur untuk beli rumah?

Apa pun rumahnya, di mana pun rumahnya, berapapun biayanya, berat atau enggaknya, semua tergantung dari niat. Kalau niatnya demi hidup yang lebih baik, apalagi untuk keluarga, pasti gak akan jadi beban. Rumah pun jadi nyaman dan berkah. 

Pasangan yang baru menikah atau akan segera menikah, gak ada lagi kan alasan untuk menunda beli rumah?

Cerita Mayumi dan Erico di atas menjadi inspirasi bagi pasangan muda lainnya yang belum memiliki rumah. Sekarang, gak ada lagi kan alasan untuk menunda-nunda? Untuk kamu yang masih mencari-cari rumah terbaik, jangan lupa kunjungi Festival Properti Indonesia 2019 di Kota Kasablanka pada tanggal 6-10 November 2019. #DiSiniTempatnya beli rumah! Kamu bisa membandingkan puluhan rumah dengan penawaran terbaik dari berbagai developer. Catat tanggalnya ya!

Bagikan: 3577 kali