kuli jadi polisi Sumber: Tribunnews.com

Banyak orang yang bermimpi menjadi abdi negara di Indonesia. 

Sayangnya, keterbatasan ekonomi membuat cita-citamu mereka harus kandas di tengah jalan. 

Namun, lainnya halnya dengan beberapa orang yang bekerja menjadi tukang parkir hingga kuli di bawah ini

Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, asa untuk menggapai cita-cita terus berjalan. 

Yuk, simak lima kisah inspiratif dan penuh haru berikut ini:

1. Wahyu Setiaji

Berasal dari keluarga yang kurang mampu, Wahyu akhirnya berhasil menjadi anggota polisi dalam seleksi tahun 2021. 

Sebelumnya, Wahyu diketahui berasal dari keluarga yang kurang mampu. 

Ia bahkan bekerja mejadi tukang las dan tukang parkie di sekitar Polres Mataram.

Melansir unggahan video akun Instagram Divisi Humas Polri, Wahyu mendaftar dan mengikuti seleksi masuk Polri setelah melihat pengumuman yang ada di baliho Polres Mataram. 

Agar bisa lolos, ia pun mempersiapkan diri dengan berlatih keras untuk mengikuti seleksi. 

Kini, ia menjadi salah satu yang terpilih untuk mengikuti pendidikan pembentukan anggota Polri di Polda NTB. 

2. Krisma Ariya Gus Saputra

Krisma Ariya Gus Saputra Sumber: Fimela.com

Berasal dari anak seorang pemulung tak membuat Krisma menyerah untuk menggapai cita-citanya. 

Meski memiliki keterbatasan ekonomi, ia pun berhasil menjadi salah satu anggota polisi. 

Krisma diketahui telah mempersiapkan dirinya sejak naik ke kelas 3 SMA. 

Setelah mencari berbagai informasi dari berbagai buku dan internet, ia akhirnya mendaftarkan diri ke Polres Pangkalpinang. 

Setelah melewati tahapan seleksi yang sangat ketat, Krisma dinyatakan lulus sebagai siswa. 

Ia pun berhak mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara Polda Kepulauan Bangka Belitung.

3. Septia Intan Putri

Iptu Septia Intan Putri, seorang anak penjual sayu akhirnya berhasil menjadi salah satu jajaran Kasat Narkoba Polres Tanjabbar.

Sebelum berhasil menggapai cita-citanya menjadi seorang Polwan, Septia mengaku sempat diremehkan orang-orang di sekitarnya. 

Mereka beranggapan, jika seleksi masuk Polri membutuhkan biaya besar sehingga keluarganya yang kurang mampu disebut tidak akan sanggup. 

Namun, siapa sangka kini kegigihannya membuahkan hasil bahwa omongan tersebut salah. 

4. Asrul

Asrul anak pemecah batu

Sama seperti yang lainnya, Asrul juga berasal dari keluarga yang kurang mampu. 

Sebelum menjadi anggota polisi, ia diketahui bekerja sebagai kuli bangunan. 

Sementara ayahnya Syamsuar hanya bekerja sebagai pemecah batu. 

Dengan pendapatannya yang minim, Asrul pun rajin menabung dan menggunakan uang tersebut untuk mengikuti seleski. 

Perjuangan Asrul pun akhirnya terbayar, kini ia menjadi salah satu anggota polisi di Sulawesi selatan. 

5. Eka Yuli

Eka Yuli juga diketahui memiliki kondisi ekonomi yang kurang baik. 

Namun, hal itu tak membuat cita-citanya menjadi seorang Polwan pupus. 

Wanita asal Salatiga, Jawa Tengah ini diketahui membantu sang ayah yang berprofesi sebagai tukang tambal ban sejak duduk di bangku SMP. 

Keinginan Eka untuk menjadi Polwan sempat terbentur restu orangtuanya, terutama sang ibu. 

Hal itu karena seleksi Polwan tentu akan membutuhkan biaya besar, sementara kedua orangtuanya tak akan mampu membiayainya. 

Namun, cita-cita Eka pun akhirnya tercapat berkat suntikan motivasi dari seorang gurunya. 

Ia pun mendaftakan diri ke Polresta Salatiga dan berhasil menempuh pendidikan Secaba Polri, kota Semarang. 

Itulah beberapa kisah masyarakat kecil yang berhasil mewujudkan mimpinya menjadi seorang polisi. 

Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Edison Residence hanya di www.rumah123.com. 

Bagikan:
382 kali