Desain produk interior berbahan serat alami. Foto: Rumah123/Dok. Viro
   

Udah tau belum? Produk berbasis anyaman, semisal berbentuk partisi ruang (room divider) karpet, juga hiasan burung dan pohon, bisa jadi unsur dekoratif sebuah ruangan. Bisa juga menjadi sebuah desain interior dan eksterior yang menarik karena berkesan etnik dan eksotik.

Gak perlu susah-susah mencari serat anyaman untuk membentuk sebuah produk interior maupun eksterior, gunakan aja material anyaman yang sudah jadi semisal Viro. Serat Viro merupakan bahan eco faux, yaitu inovasi bahan atau serat yang berasal dari bahan non-natural High-Density Polyethylene (HDPE) maupun kombinasi antara bahan natural dengan non-natural, yang dirancang sedemikian rupa menggunakan penerapan ilmu pengolahan material.

Melalui kombinasi bahan tersebut, bisa dibuat materi yang seindah bahan anyaman alami dengan masa guna yang lebih lama dan berkualifikasi khusus, yakni menahan rambatan api dan tidak beracun, sehingga dapat menjadi alternatif bahan interior dan eksterior yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Konsep Archineering untuk Arsitektur dan Interior, Udah Tau?

 

Keistimewaan serat Viro yakni bahan ini dapat menerapkan konsep archineering sehingga dapat membuat bentuk panel anyaman dengan pola yang bervariasi dan dapat dibentuk sesuai dengan imajinasi si perancang. Pada pameran CASA Indonesia 2018, seorang perancang interior asal Surabaya, Kezia Karin, merancang sebuah ruang kreatif menggunakan material Viro.

Sebuah sudut ruang berukuran 4 m x 6 m di Pameran CASA Indonesia 2018, diubah oleh Kezia menjadi sebuah ruang gabungan indoor dan outdoor berbahan anyaman Viro. Kreasi ini berbuah manis karena booth Viro dinobatkan sebagai Most Innovative Booth di Pameran CASA Indonesia 2018, Minggu (3-6-2018).

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Kami berharap dengan penghargaan ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa anyaman tradisional Indonesia masih tetap diminati dan tentunya berdaya jual tinggi asal diimbangi dengan inovasi-inovasi desain sesuai taste masyarakat saat ini,” kata Executive Vice President PT Polymindo Permata, perusahaan yang memproduksi Viro, Johan Yang, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4-6-2018).

 
Desain interior-eksterior berbahan serat alami. Foto: Rumah123/Dok. Viro

Johan berterima kasih kepada Kezia Karin Studio dan SANA Living yang secara luar biasa telah melampaui batasan-batasan desain anyaman tradisional. Sekaligus membawa standar baru dalam aplikasi kerajinan anyaman dalam desain ruang melalui booth bertema Wonderland itu. Johan juga berterima kasih pada Kluege yang telah mempercantik booth Viro dengan keahlian pencahayaan mereka yang istimewa.

Yang menarik, setiap unsur dalam ruang berkonsep Wonderland tersebut merupakan kreasi kerajinan tangan para penganyam lokal. Khusus untuk booth ini, Viro berinovasi menciptakan 7 pola anyaman kustom dan berkolaborasi dengan para penganyam asal Banten yang memberi detail menawan pada beragam produk yang ditampilkan di booth tersebut.

Sebagai perancang ruang kreatif yang berpengalaman, Kezia mengatakan, material Viro yang eco faux sangat serbaguna baik untuk penggunaan indoor maupun outdoor. Bekerja sama dengan SANA Living, Kezia Karin studio menciptakan karya yang beda, yang melewati prediksi material Viro ternyata bisa dibuat seperti ini. Kezia merancang desain yang menggabungkan konsep indoor dan outdoor.

Baca juga: Kursi Keren Ini Dibuat dari Anyaman Benang Rajut dan Wol!

“Kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada batas dalam sebuah kreativitas. Kami menggabungkan konsep indoor dan outdoor dengan menciptakan ruang yang dapat menginspirasi bagaimana material Viro dapat digunakan untuk desain,” kata Kezia.

Dia memilih warna-warna mute sehingga dapat menonjolkan detail tekstur bahan Viro tanpa menggangu warna lainnya. Pasalnya, menurut dia, pengalaman, flow, dan bentuk sebuah karya lebih penting. “Kemudian, kami menambahkan sentuhan warna merah dan oranye untuk memberikan sedikit sentuhan pop pada tampilan keseluruhannya," katanya.

Sebagai perusahaan Indonesia yang mengembangkan material untuk desain arsitektural dan interior dengan wawasan lingkungan, Viro menetapkan identitas perusahaannya melalui seni anyaman. Bertekad untuk menjaga kelestarian warisan budaya anyaman Indonesia, Viro berupaya membuktikan bahwa anyaman dapat dikawinkan dengan desain masa kini maupun masa mendatang, khususnya bagi kalangan menengah ke atas.

Bagikan: 676 kali