Proses pemecahan sertifikat tanah warisan ternyata sangat gampang - Rumah123.com Proses pemecahan sertifikat tanah warisan ternyata sangat gampang - Rumah123.com

Apabila seseorang wafat dan meninggalkan warisan berupa tanah, maka tanah tersebut harus dibagi-bagi kepada para ahli warisnya. Apabila masing-masing ahli waris ingin untuk memiliki tanah tersebut, maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah memikirkan soal pemecahan sertifikat tanah. Banyak orang yang menyerahkan proses ini kepada notaris dengan membayar jasa orang tersebut. Tentu tarifnya tak murah. Padahal, proses ini bisa dilakukan secara mandiri dengan mudah!

Nah, buat kamu yang mencari tahu seputar pemecahan sertifikat tanah warisan. Baik itu langkah hingga biayanya, artinya kamu datang ke artikel yang tepat!

Langkah-langkah melakukan pemecahan sertifikat tanah warisan

1. Persiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan

Pertama-tama, tentu kamu harus mempersiapkan dokumen yang menjadi persyaratan. Adapun dokumen-dokumen tersebut antara lain:

- Fotokopi identitas diri berupa KTP dan KK pemohon dan kuasanya - Sertifikat tanah asli - Surat pernyataan pemecahan yang disertai alasan pemecahan tersebut - Fotokopi SPPT PBB

Baca juga: Mau Ikut Program Sertifikat Tanah Gratis dari Pemerintah? Ini Syarat & Caranya

2. Datang ke kantor Badan Pertanahan Negara dan bawa berkas di atas

Proses pemecahan sertifikat atas nama pribadi dilakukan di lapangan dan di lembaga pertanahan di mana lokasi tanah warisan itu berada. Nantinya kamu akan diminta untuk mengisi formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai.

3.  Pengukuran lokasi

Setelah melakukan pendaftaran berkas, kamu akan mendapatkan tanda terima. Petugas yang bertanggung jawab atas pengukuran akan pergi ke lokasi dengan didampingi pemilik atau kuasanya. Lalu petugas akan menggambar hasil pengukuran dan memetakan lokasi pada peta yang disediakan.

Baca juga: Bagaimana Proses dan Berapa Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah?

4. Penerbitan surat ukur untuk tanah yang dipecahkan

Tahapan berikutnya adalah penerbitan surat ukur untuk tiap-tiap tanah yang dipecahkan. Surat ukur ditandatangani oleh kepala seksi pengukuran dan pemetaan. Usai mendapatkan surat ukur, tahapan selanjutnya adalah penerbitan sertifikat di Subseksi Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI). Sertifikat tersebut kemudian akan ditandatangani kepala lembaga pertanahan. Proses pemecahan sertifikat selesai dan kamu tinggal menunggu sertifikat baru keluar.

Biaya dan waktu yang diperlukan dalam proses pemecahan sertifikat tanah warisan

Biaya yang diperlukan untuk proses ini adalah sebesar Rp25.000, dikalikan banyaknya sertifikat pemecahan yang diterbitkan. Waktu yang dibutuhkan 7 hari kerja, di luar waktu pengukuran. Satu hari kerja yang dimaksud di sini adalah 8 jam.

Bagikan:
14630 kali