Jika kamu sedang membangun atap rumah, cara menghitung kebutuhan atap spandek harus kamu cermati dengan baik. Simak tips dan triknya di sini. 

Cara menghitung kebutuhan atap spandek

Atap spandek menjadi salah satu jenis pelindung rumah yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Penyebabnya karena material spandek memiliki banyak keunggulan dibandingkan atap lainnya seperti atap seng gelombang contohnya.

Selain banyak keunggulan, atap spandek juga memiliki harga yang relatif terjangkau untuk sebagian orang.

Jadi pantas saja kalau spandek masih menjadi pilihan masyarakat di Tanah Air.

Kalau kamu salah satu orang yang ingin menggunakan atap spandek, terdapat satu hal yang penting diketahui yakni cara menghitung kebutuhan atap spandek.

Yuk, kita simak langsung saja ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu atap spandek?

Cara menghitung kebutuhan atap spandek 1 (Ist/net)

Atap spandek adalah bagian atap rumah yang menggunakan material spandek sebagai bahan utamanya.

Spandek sendiri terdiri dari campuran 43 persen seng, 55 persen aluminium dan campuran silikon agar lebih fleksibel dan kuat.

Bahan yang dicampurkan itu membuat jenis atap ini bersifat ringan, kokoh dan mudah disesuaikan dengan bentuk hunian kamu.

Cara menghitung kebutuhan atap spandek yang benar dan mudah

Cara menghitung kebutuhan atap spandek 2 Sumber : Temtera

Melansir Indosteger, terdapat satu rumus yang bisa kamu gunakan untuk menghitung kebutuhan atap berbahan spandek.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Kebutuhan Atap Spandek (K) = Luas Bidang Atap x Koefisien Atap Spandek Terhadap Bidang

Sebagai ilustrasi, kamu akan memasang atap spandek yang mempunyai ukuran satuan 0,75 m x 3 m pada sebuah bidang atap miring dengan panjang 8 m dan lebar 6 meter.

Maka, rumus kebutuhan atap spandeknya adalah:

Volume Pekerjaan (V) = Lebar Atap x Panjang Atap

V = 6 m x 8 m.

V = 48 m2.

Koefisien Atap Spandek (Ko) = 1 / (Spesifikasi Atap Spandek)

Ko = 1 / (0.75 x 3)

Ko = 0.444 buah/m2.

Setelah mengetahui volume pekerjaan dan koefisien atap spandek, maka kamu cukup menggunakan rumus kebutuhan atap spandek.

K = (2 x Volume Pekerjaan) x Koefisien Atap Spandek

K = (2 x 48 m2 ) x 0.444 lembar

K = 42,624 lembar.

Bulatkan angka tersebut dan kamu akan mendapatkan kebutuhan atap spandek di angka 43 lembar.

Ukuran atap spandek

Cara menghitung kebutuhan atap spandek 3 Sumber : Asia jaya steel

Ada beberapa ukuran atap spandek yang bisa kamu beli di pasaran.

Berikut ini adalah daftar lengkapnya:

1. Ketebalan: 0,30 mm, Ukuran: 1 meter, Berat: 2,98 Kg

2. Ketebalan: 0,35 mm, Ukuran: 1 meter, Berat: 3,5 Kg

3. Ketebalan: 0,40 mm, Ukuran: 1 meter, Berat: 3,92 Kg

4. Ketebalan: 0,45 mm, Ukuran: 1 meter, Berat: 4,46 Kg

5. Ketebalan: 0,30 mm, Ukuran: 1 meter, Berat: 4,98 Kg

6. Ketebalan: 0,35 mm, Ukuran: 1 meter, Berat: 5,20 Kg

Cara memasang atap spandek yang tepat

Cara menghitung kebutuhan atap spandek 4 Sumber  : Asia jaya steel

Setelah mengetahui apa itu atap spandek, cara menghitung kebutuhan dan ukurannya, kini saatnya kamu untuk mengetahui langkah atau cara memasang atap spandek.

1. Mengukur jarak tumpuan yang mengacu pada desain bagian atap rumah.

2. Mendesain kerangka atap agar kuat dalam menopang berat atap spandek. Hal ini bisa kamu lakukan dengan berkonsultasi dengan pihak kontraktor atau mandor bangunan rumah.

3. Memasang kuda-kuda atap rumah. Langkah ini sangat penting karena akan mempengaruhi kekuatan konstruksi atap spandek secara keseluruhan.

4. Memasang reng secara presisi dan tepat.

5. Memasang atap spandek yang telah disiapkan.

6. Selesai.

Nah, itulah ulasan lengkap mengenai cara menghitung kebutuhan atap spandek yang baik dan benar.

Semoga berguna dan bermanfaat buat kamu, ya!

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Dan jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.

Bagikan:
1738 kali