OK

Ini Alasan Kenapa Saat Orde Baru Tidak Ada Begal. Zaman Soeharto Lebih Aman?

29/07/2022 by Nico Nadine

kasus begal

Akhir-akhir ini, aksi begal kian marak terjadi. Tak sedikit orang yang membandingkan kondisi masa kini dengan era Soeharto. Namun, kenapa Orde Baru tidak ada begal? Ketahui alasannya di sini, yuk!

Orang-orang yang sempat merasakan hidup di zaman pemerintahan Soeharto cenderung menganggap tingkat kriminalitas lebih rendah.

Saat ‘The Smiling General’ jadi presiden, jarang sekali dijumpai begal dan tindak kejahatan lainnya di tempat umum.

Namun sebenarnya, masa-masa pemerintahan Soeharto juga sempat dibuat runyam oleh masalah keamanan.

Pada tahun 1983, aksi kriminalitas oleh ulah para begal, preman, perampok, penjambret, dan pelaku kriminal lainnya yang dikenal dengan istilah gabungan anak liar (gali) semakin marak.

Pada masa-masa itu, tepatnya dari kurun waktu 1983-1985, marak peristiwa penembakan misterius (petrus).

Petrus dikenal sebagai salah satu peristiwa kelam Orde Baru yang menyasar preman atau gali di beberapa penjuru daerah.

Benarkah petrus adalah alasan kenapa Orde Baru tidak ada begal atau tindak kriminal di tempat umum?

Kenapa Orde Baru Tidak Ada Begal?

korban petrus

sumber: tribunnews.com

Dalam rangka mengatasi masalah keamanan yang kian runyam, pada tahun 1983, aparat gabungan TNI/Polri melakukan tindakan tegas berupa Operasi Pemberantasan Keamanan (OPK).

Operasi tersebut dikenal sangat sadis, sebab mereka memiliki tujuan untuk memberikan efek jera terhadap gali yang terus-terusan membuat ulah.

Tak main-main, proses penangkapannya pun dilakukan secara mendadak ala serbuan pasukan komando.

Para gali yang tertangkap ini bisa langsung dieksekusi atau dibawa ke suatu tempat sepi baru dieksekusi. 

Di balik operasi tersebut, juga masih ada misi khusus bernama Operasi Clurit yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan petrus.

Operasi Clurit yang memiliki tujuan meringkus para gali yang terbukti sudah melakukan kejahatan hidup atau mati.

Informasi terkait identitas para gali ini didapat dari masyarakat dan para gali yang sudah tertangkap.

Bukan rahasia umum lagi, petrus adalah peristiwa kelam yang termasuk dalam golongan pelanggaran Hak Asai Manusia.

Korban-korban petrus tak jauh dari orang-orang yang dituduh sebagai preman atau gali.

Kehadiran petrus ini dianggap telah mengadili seseorang tanpa melalui proses hukum, mereka dieksekusi begitu saja.

Pada masa itu, Kota Yogyakarta menjadi tempat pertama bagi OPK, termasuk Operasi Clurit.

Kinerja OPK di Yogyakarta pun mendapat perhatian khusus dari LB Moerdani dan dikomentari sebagai ‘kerja bagus dan lanjutkan!’.

Alhasil korban petrus pun berjatuhan di mana-mana

***

Semoga bermanfaat.

Simak ulasan menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Kunjungi rumah123.com jika kamu sedang mencari rumah impian.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Cek dari sekarang juga, salah satunya adalah Perumahan Sutera Winona!