Jaringan Transportasi Riyadh Metro yang Akan Dikembangkan oleh Pemerintah Arab Saudi (Rumah123/YouTube)

Sistem transportasi publik bakal punya dampak pada pasar properti terkait penggunaan lahan dan investasi tambahan lainnya. Hal ini diungkapkan oleh konsultan properti asal Inggris, Knight Frank.

Pemerintah Arab Saudi akan membangun jaringan kereta api bawah tanah di ibu kota Riyadh. Proyek ini akan memakan biaya hingga USD 23 miliar (Rp325 triliun).

Baca juga: Integrasi Bus, Kereta, dan Sepeda, Ini Baru Sistem Transportasi Oke!

Jaringan kereta ini memiliki enam lajur, 85 stasiun, dan panjang rel mencapai 176 km. Jaringan transportasi ini diproyeksikan selesai pada 2019 mendatang. Reuters melansir kalau pembangunan jaringan transportasi ini menjadi yang terbesar di Arab Saudi.

Pembangunan Riyadh Metro ini diperkirakan akan mendongkrak harga properti karena jaringan transportasi akan menghubungkan lokasi hunian pada pasar secondary.

Baca juga: Sistem Transportasi Masa Depan Tuh Gak Berhenti di Sharing Vehicle ala Uber Doang

“Riyadh Metro diperkirakan akan memberikan efek terkait dinamika pasar properti dan punya kemampuan untuk mengembangkan regenerasi kaum urban,” ujar Research Manager Knight Frank, Raya Majdalani kepada Reuters.

Knight Frank juga menyatakan kalau ketersediaan jaringan transportasi bisa menghubungkan area pinggiran Riyadh. Hal itu juga mendongkrak nilai lokasi dan menciptakan kawasan baru yang punya nilai jual lebih tinggi. Meski begitu, Knight Frank tidak melansir berapa persentase kenaikannya.

Baca juga: Transportasi Urban di Masa Depan Bakal Seperti Ini? Asyik, Dong…

Pembangunan kawasan mixed use di sekitar jaringan transportasi juga bisa memenuhi permintaan generasi muda yang ingin rumah yang kecil dengan harga terjangkau. Ada perubahan mengenai permintaan hunian.

Sebelumnya, rumah besar menjadi impian. Belakangan, generasi muda Arab Saudi menginginkan rumah yang lebih kecil. Mereka ini terpengaruh oleh tren global.

Baca juga: Ini Dia Nih Transportasi Zaman Now, Berbagi Sepeda Ala Uber

Hmm, kira-kira bakal ada riset serupa nggak ya di Indonesia? Berapa sih kenaikan harga rumah setelah ada jalan tol atau kereta commuter line?

Kalau sekarang, sejumlah area akan terkoneksi dengan MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rapid Transit), kira-kira berapa persentase kenaikan harga rumah dan apartemen yang lokasinya berdekatan? Kalau tahu begini, kamu masih menunda beli properti?

Bagikan: 402 kali