Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

Berapa sih besar uang yang harus disisihkan untuk investasi? Berapa banyak juga uang yang mesti disediakan untuk tabungan?

Kalau separuh dari penghasilan habis untuk makan, minum, dan kebutuhan sehari-hari kira-kira besar banget nggak ya? Sederetan masalah ini pasti sering kamu pikirkan.

Baca juga: Milenial Pengen Punya Rumah Tapi Gaji Kurang? Side Job Bisa Jadi Solusi

Perencana keuangan atau financial planner M. Kharisma RFC memberikan solusi untuk permasalahan kamu. Sebenarnya mudah sekali lho.

“Kita kasih clue. Kalau gaji Rp5 juta atau Rp6 juta, maksimal cicilan itu 35 persen. Paling nggak Rp1,5 jutaan,” ujar Kharisma kepada Rumah123 beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pemerintah Mesti Bantu Milenial Supaya Bisa Beli Rumah Lho

Kharisma memaparkan kalau generasi milenial harus bisa memaksa untuk menyisihkan maksimal 35 persen dari gaji untuk berinvestasi. Banyak pilihan berinvestasi seperti reksadana, saham, emas, atau properti.

Salah satu pilihan tepat berinvestasi adalah properti. Meski hunian ini bakal kamu tempati sendiri dan tidak disewakan, namun dalam jangka panjang kamu memiliki aset yang bisa kamu jual kalau ingin up grade hunian.

Baca juga: Gila Medsos, Milenial Ogah Gaul sama Tetangga. Tiati Gila Beneran!

Kaum milenial yang baru bekerja rata-rata memiliki gaji mulai dari Rp5 juta. Hal ini pernah diungkapkan oleh Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung.

Jadi kalau menyisihkan 30-35 persen saja, maka hanya Rp1,5 juta hingga Rp1,75 juta per bulan untuk investasi properti. Jumlah ini sebenarnya sama lho dengan sewa apartemen, bayar rumah petak, atau kamar kos. Namun, bedanya kalau kamu nyicil apartemen, hunian ini akan menjadi milik kamu.

Baca juga: Punya Rumah Sendiri Itu Bukti Generasi Milenial Bisa Aktualisasi Diri, Masih Nunda Beli Nih?

Pertanyaan selanjutnya, kenapa maksimal cicilan hanya 35 persen? Tentunya agar cash flow keuangan bulanan kamu masih baik. Coba kalau angkanya naik dua kali lipat jadi 70 persen, kamu pasti megap-megap kan?

Untuk pengaturan keuangan sebenarnya sih mudah dalam pembagiannya. Besarannya tergantung dari besaran gaji, kebutuhan, dan lainnya.

Baca juga: Rumah123: Developer Mesti Pahami Kenapa Konsumen Milenial Ga Mau Beli Rumah

Paling tidak 40 persen penghasilan memang untuk konsumsi, 35 persen untuk investasi, sisanya 25 persen untuk tabungan atau life style. Persentase kebutuhannya bisa kamu utak atik sendiri lho.

Pos terbesar tentu saja untuk konsumsi. Kamu harus makan tiga kali sehari, harus memiliki ongkos pergi pulang kantor, belum lagi kebutuhan rumah tangga, dan lainnya. Untuk investasi, sudah dibahas kan.

Baca juga: Siapa Bilang Milenial Ga Mau Beli Rumah?

Untuk tabungan, kamu memang harus memiliki tabungan. Jika kamu memiliki hunian, punya anak, dan lainnya, kamu harus memiliki uang cadangan. Sementara untuk life style masih harus ada kok.

Nah, mulai dari sekarang, yuk atur keuangan kamu. Sisihkan untuk investasi dan tabungan. Jika kamu bisa berinvestasi properti lebih awal, kamu bakal punya aset berharga yang nilainya naik beberapa kali lipat.

Bagikan: 914 kali