Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

Setiap profesi memiliki aturan dan kode etik tersendiri. Dokter, arsitek, agen properti, dan lainnya juga mempunyai hal serupa.

Adanya aturan tentunya membuat agen properti atau broker properti harus memiliki izin praktek. Agen properti juga harus mempunyai sertifikasi yang membuktikan kalau dia memang memiliki keahlian.

Baca juga: Apartemen Ga Laku-laku, Rocker Gaek Keith Richards Ganti Agen Properti

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan no 51 tahun 2017. Ketentuan ini mengatur kerja agen properti dengan adanya Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4).

“Ya, broker memang harus memiliki SIU-P4 dan sertifikasi,” ujar Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Hartono Sarwono kepada Rumah123 dalam wawancara lewat telepon.

Baca juga: Agen Properti Dituntut Gara-gara Jual Rumah Berhantu

Agen properti juga harus mempunyai sertifikasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti Indonesia. Ada beberapa program yang ditawarkan oleh lembaga ini.

Hartono menyatakan kalau pemerintah sudah bertindak tegas terhadap agen properti yang tidak mempunyai izin di Bali dan Jakarta.

Baca juga: Siapa Aja Sih Agen Properti Zaman Now?

“Sudah ada penindakan, sudah ada kantor yang ditutup. Mereka tidak punya izin, tidak punya SIU-P4,” kata Hartono.

Nah, buat kamu yang sudah menjadi agen properti atau berencana menjadi broker, kamu sudah punya izin dan sertifikasi belum? Kalau belum, segera miliki keduanya. Jadilah agen properti yang memiliki kualifikasi.

Bagikan: 1232 kali