transportasi Sydney nner West Light Rail Sebuah transportasi di Kota Sydney. Foto: Rumah123/Crown Group

Pembangunan infrastruktur secara besar-besaran kini sedang berlangsung di Kota Sydney. Crown Group Holdings, salah satu perusahaan pengembang swasta terbesar di Australia yang berbasis di Sydney, merespons baik pembangunan infrastruktur tersebut.

Menurut CEO Crown Group, Iwan Sunito, dalam siaran pers yang diterima rumah123.com, ada empat hal utama yang saat ini sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Negara Bagian New South Wales.

Keempat hal tersebut: pengembangan jalur baru transportasi darat, pembangunan kawasan Barangaroo seluas 22 hektar yang akan diproyeksikan sebagai CBD Waterfront, pembangunan bandara kedua di kawasan Badgerys Creek, dan proyek Parramatta UrbanGrowth yang fokus pada pembangunan kembali kawasan Parramatta.

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Sydney Didukung Penuh Pemerintah Negara Bagian NSW

Pemerintah negara bagian New South Wales menanamkan investasi dalam jumlah yang luar biasa dalam hal transportasi. Adapun jalur-jalur baru yang akan dibangun antara lain:

North West Rail Link, diproyeksikan bisa angkut sekitar tambahan 200. 000 orang untuk mencapai kawasan Barat Laut Sydney dengan target penyelesaian akhir tahun 2019. Diperkirakan akan tercipta 9.000 lahan pekerjaan dan 12.000 hunian baru di sepanjang jalur baru ini.

CBD & South East Light Rail senilai Rp16 triliun yang menghubungkan Circular Quay, George Street, Central Station, Kingsford, Anzac Parade, dan Randwick melalui Alison Road. Diharapkan rampung pada 2020. Akan terjadi sebanyak 22 bus yang beredar pada saat jam sibuk pagi di kawasan CBD pada saat terealisasi.

West Connex motorway, akan menghubungkan Sydney Barat dengan bandara dan area Port Botany. Koridor ini diperkirakan mampu mengakomodasi 100.000 unit apartemen baru dan 100.000 lowongan pekerjaan baru.

Baca juga: 2016, Crown Group Menargetkan Penjualan Naik 20 Persen

Proyek pembangunan kawasan Barangaroo senilai Rp60 triliun akan jadi salah satu pembangunan kawasan pinggir pantai yang paling ambisius di dunia. Area dermaga seluas 22 hektar di pelabuhan tepi pantai barat CBD Sydney ini akan menjadi pembangunan CBD tepi laut yang terakhir kalinya. Diperkirakan akan ada 23.000 penghuni baru yang akan tinggal dan dikunjungi oleh 33.000 orang per harinya pada 2020.

Pemerintah Negara Bagian New South Wales juga telah mengonfirmasi proyek pembangunan Bandara kedua Sydney di area Badgerys Creek senilai Rp25 triliun. Peoyek ini diharapkan menghasilkan 4.000 pekerjaan pada tahap konstruksi dan lebih dari 30.000 pekerjaan dapat dihasilkan langsung oleh kegiatan operasional bandara pada 2060.

Sedangkan Proyek Parramatta UrbanGrowth akan memperkuat posisi Parramatta sebagai CBD kedua di Kota Sydney. Akan muncul sekitar 6.000 hunian baru yang akan dibangun dan 2.000 pekerjaan baru di jantung Western Sydney sebagai bagian dari transformasi Parramatta senilai Rp20 triliun.

Baca juga: Pembiayaan Infrastruktur, Memantapkan Masa Depan Kota Sydney

“Pembangunan infrastruktur ini menunjukkan komitmen dari Pemerintah Negara Bagian New South Wales untuk menjadikan Kota Sydney sebagai Kota Kosmopolitan yang semakin layak huni dan terkoneksi dengan kawasan-kawasan pendukung lainnya,” kata Iwan.

“Kita semua bisa melihat masa depan Kota Sydney yang memperkuat posisinya sebagai kota tujuan utama investasi yang paling menarik di kawasan Asia selama beberapa dekade ke depan,” kata Iwan meyakinkan.

“Dan tentu saja kondisi ini juga akan semakin menetapkan Sydney bukan hanya sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Australia, namun juga sebagai tujuan wisata utama di Asia,” kata Iwan menambahkan.

Bagikan:
1251 kali