Rumah123.com Menyelenggarakan Acara Property Outlook dengan Tema Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019 di Jakarta Pada Kamis (24/01/2019) (Foto: Rumah123/Jhony Hutapea)

Industri dan bisnis properti di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang bagus. Kontribusi terhadap GDP (Gross Domestic Product) atau Produk Domestik Bruto (PDB) dan juga penerimaan pajak juga baik.

Pemerintah juga mengeluarkan sejumlah kebijakan yang membuat industri ini bisa tumbuh baik, sekaligus juga membuat masyarakat memiliki akses untuk memiliki rumah.

Kontribusi sektor properti terhadap GDP Indonesia hingga kuartal ketiga sudah mencapai 3,4 persen. Sementara pada 2017, persentasenya mencapai 3,7 persen.

Baca juga: Rumah123: Punya Rumah Itu Perlu Perjuangan Lho, Yuk Ikutan Rumah Sempit

Sedangkan kontribusi pajak dari sektor properti mencapai Rp83,51 triliun. Jumlah ini sama dengan 6,9 persen dari total pendapatan pajak nasional pada 2018.

Semua hal ini terungkap dalam acara Rumah123.com Property Outlook 2019, Proyeksi Arah Properti 2019 dengan tema “Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019” yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (24/01/2019).

Kepala Sub Bidang Primer Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Asep Nurwanda memaparkan semua hal tersebut, sementara Kepala Sub Bidang Investor BKF, Roni Parasian menyatakan kalau pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mendukung sektor properti.

Baca juga:  Rumah123: Kalau Ga Nekat Beli Rumah, Ga Bakal Bisa Punya Lho!

Pemerintah membuat sejumlah kebijakan yang membuat properti bisa ada ketersediaan, akses pembiayaan yang mudah, harga terjangkau, dan juga program yang berkelanjutan.

Hal ini dapat dilihat dari FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), subsidi selisih bunga, dan juga bantuan uang muka.

Manajer Departemen Makropudensial Bank Indonesia, Bayu Adi Gunawan memaparkan kalau porsi KPR (kredit pemilikan rumah) di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain.

Baca juga:  Pakai Teknologi Biometric Neuromarketing, Rumah123 Real Estate Awards 2018 Bebas ‘Settingan’

Lantaran itu, BI melakukan pelonggaran LTV (loan to value) beberapa kali. “Diharapkan pada pertengahan 2019, properti bangkit,” ujar Bayu saat memberikan paparan.

Kredit macet atau non performing loan (NPL) sektor properti juga masih terjaga. NPL KPR pada 2018 hanya 2,77 persen.

Bagikan: 988 kali