kereta cepat jakarta surabaya- rumah123.com Ilustrasi Kereta Cepat. Pemerintah Indonesia dan Jepang Menandatangani Perjanjian Awal Kerja Sama Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Kereta Cepat Bisa Menjangkau Kedua Kota Dalam Waktu Tempuh Hanya 5,5 Jam (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kesepakatan awal antara Indonesia-Jepang soal kerja sama pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya telah ditandatangani. Jarak kedua kota bisa ditempuh 5,5 jam.

Pemerintah Indonesia dan Jepang sudah melaksanakan pertemuan lanjutan terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Kedua pihak telah menandatangani “Summary Record on Java North Line Upgrading Project” pada Selasa (24/9/2019).

Laman berita online Kompas.com melansir Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sugiyartanto.

Baca juga: Oktober 2019, Penumpang Bisa Naik Turun Kereta Bandara Soekarno Hatta di Stasiun Manggarai

Sementara Jepang diwakili oleh Direktur Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Tadayuki Miyashita dan Perwakilan Senior Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) Kawabata Tomoyuki.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga hadir dalam penandatangan tersebut. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan menyatakan summary record merupakan rumusan yang berisi kesepakatan kedua pihak mengenai sejumlah hal teknis.

Hal ini seperti lebar jalur, jenis konstruksi, sistem persinyalan, desain kecepatan, dan jenis sarana perkeretaapian. Rumusan ini penting bagi kelancaran tahapan selanjutnya. Tahap selanjutnya adalah preparatory survey oleh tim JICA yang ditargetkan selesai pada Oktober 2020.

Studi Awal Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Menteri Perhubungan menyatakan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya ini diharapkan bisa secepatnya dilakukan. JICA sudah mulai melakukan survei persiapan pembangunan mulai Juni 2019.

Hasil survei tersebut diharapkan bisa selesai pada Oktober 2020. Budi juga berharap kalau JICA bisa memberikan hasil studi awal pada Mei 2020. Pemerintah bisa melakukan pemetaan untuk melakukan pembebasan lahan.

Tidak hanya itu, Budi Karya menargetkan kalau masyarakat bisa menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya ini minimal sampai Cirebon, Jawa Barat pada 2024 mendatang.

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Menempuh Waktu 5,5 Jam

Kehadiran Kereta Cepat Jakarta-Surabaya ini dapat mengurangi waktu tempuh dari Jakarta ke Surabaya yang juga ibu kota Jawa Timur secara signifikan. Waktu tempuh kedua kota ini menggunakan kereta saat ini mencapai waktu sembilan (9) jam.

Menurut situs Rome2rio.com, jarak dua kota paling besar dan paling banyak jumlah penduduknya di Indonesia ini adalah 718,4 kilometer.

Menteri Perhubungan berharap kereta cepat bisa membawa penumpang dari kedua kota hanya dalam waktu 5,5 jam. Jadi waktu tempuh berkurang 3,5 jam.

Baca juga: Kereta Bandara Solo Akan Beroperasi Pada Oktober 2019

Kereta cepat ini diproyeksikan bisa melaju antara 140 hingga 160 kilometer per jam. Agar kereta bisa melaju kencang, sejumlah perlintasan sebidang memang harus ditiadakan. Ada hampir 2.000 perlintasan baik yang dijaga dan tidak dijaga di sepanjang jalur kereta api Jakarta-Surabaya.

Proyek kereta cepat ini menjadi yang kedua di Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan rute sepanjang 142,3 kilometer.

Perkembangan pembangunan proyek ini sudah mencapai 27,2 persen hingga awal Agustus 2019. Wijaya Karya memproyeksikan progres pembangunan bisa mencapai 49 persen pada akhir 2019. Untuk pembebasan lahan sudah mencapai 97,3 persen. Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini ditargetkan beroperasi pada 2021.

Baca juga: Kereta Bandara Rute Stasiun Bekasi-Bandara Soetta Tidak Lagi Beroperasi

Bagikan: 1479 kali