krl commuter line, demonstrasi mahasiswa- rumah123.com Ilustrasi Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun. Imbas Dari Demonstrasi Mahasiswa Pada Selasa (24/9/2019), Jumlah Penumpang di Empat Stasiun Melonjak Tajam Hingga Beberapa Kali Lipat (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jumlah penumpang yang naik dan turun di empat stasiun KRL Commuter Line melonjak pesat. Hal ini akibat imbas dari demonstrasi mahasiswa.

Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya melakukan aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Republik Indonesia di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Selasa (24/9/2019).

Mereka melakukan demonstrasi menuntut pemerintah dan parlemen untuk membatalkan UU (Undang-Undang) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dan UU KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Baca juga: KRL Commuter Line Akan Menjangkau Karawang

Ternyata, Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line menjadi sarana transportasi publik yang banyak digunakan oleh mahasiswa yang datang ke Gedung DPR.

Lonjakan penumpang pun terjadi. Situs berita online Tempo.co melansir bahwa lonjakan penumpang dengan jumlah tertinggi berada di Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat.

Kebetulan stasiun ini berada paling dekat dengan kompleks parlemen yang menjadi kantor para anggota DPR, MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat), dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Posisi Stasiun Palmerah dengan Gedung DPR hanya dipisahkan oleh jalan. Penumpang hanya perlu menggunakan jembatan untuk mencapai pintu masuk belakang khusus pejalan kaki Gedung DPR.

Baca juga: KRL Commuter Line Hapus Pembelian Tiket Harian di 5 Stasiun Mulai Agustus 2019

“Di Stasiun Palmerah tercatat volume penumpang yang naik dan turun sebanyak 27.075 atau meningkat sekitar 343 persen dibanding kondisi normal pada rentang waktu yang sama," ujar Vice President Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia, Anne Purba seperti dikutip oleh Tempo.co.

Tidak hanya Stasiun Palmerah, stasiun lain juga mengalami lonjakan volume penumpang. Posisi kedua adalah Stasiun Gondangdia sebesar 322 persen.

Lantas Stasiun Juanda di Jakarta Pusat juga mengalami penambahan penumpang hingga 266 persen. Dan terakhir adalah Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat yang mencatatkan penambahan penumpang hingga 79 persen.

Lonjakan jumlah penumpang ini dilihat dari periode yang sama setiap hari. Operator memantau lonjakan penumpang hingga pukul 15.00 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Jumlah Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Palmerah Mencapai 27.075 Penumpang

Laman berita online Detik.com juga mengutip pernyataan Anne. Dia menyatakan jumlah penumpang yang naik dan turun di Stasiun Palmerah meningkat 343 persen.

Jumlah itu sebanyak 27.075 penumpang. Persentase tersebut dibandingkan dengan kondisi normal pada rentang waktu yang sama yakni 6.110 penumpang.

PT Kereta Commuter Indonesia juga mencatat penambahan volume penumpang di Stasiun Gondangdia. Biasanya hanya ada 5.740 penumpang, namun jumlahnya melonjak menjadi 24.211 penumpang.

Baca juga: Penumpang KRL Commuter Line Diizinkan Buka Puasa di Dalam Kereta

Jumlah lonjakan penumpang di Stasiun Juanda juga besar. Operator kereta mencatat ada 21.173 penumpang. Bandingkan kalau biasanya hanya ada 5.934 penumpang.

Sedangkan di Stasiun Tanah Abang, jumlah penumpang biasanya hanya 20.646 penumpang. Saat demonstrasi mahasiwa kemarin, jumlahnya mencapai 36.970 penumpang. Kenaikan ini mencapai 79 persen.

PT Kereta Commuter Indonesia melakukan sejumlah langkah antisipasi dengan menambah personel petugas pelayanan, pengamanan, dan kebersihan. Selain itu, operator juga menambah perangkat loket tambahan dan loket mobile.

Baca juga: Commuter Line Akan Datangkan Ratusan Kereta Pada 2019, Ayo Beli Rumah Dekat Stasiun

Bagikan: 877 kali