ibu kota baru indonesia- rumah123.com Ilustrasi Kota dengan Transportasi Massal MRT. Ibu Kota Baru Indonesia yang Berada di Kalimantan Direncanakan Memiliki Jaringan Transportasi Massal MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Indonesia akan memiliki ibu kota baru. Rencananya, ibu kota baru yang berada di Kalimantan ini akan mempunyai jaringan transportasi massal MRT.

Presiden Joko Widodo sudah secara resmi mengumumkan pemindahan ibu kota dari Daerah Provinsi Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan. Hal ini diungkapkan presiden dalam pidato kenegaraan jelang Hari Raya Kemerdekaan Indonesia ke-74 pada Jumat, 16 Agustus 2019.

Lokasi persis ibu kota baru ini memang belum diungkapkan. Sejumlah kawasan di Kalimantan menjadi kandidat utama.

Baca juga: Harga Tanah di Ibu Kota Baru Bakal Naik, Ga Pengen Investasi?

Proses pemindahan ibu kota dimulai dengan menyiapkan masterplan kota pada 2020. Masterplan ini mencakup transportasi massal.

Seperti dikutip dari situs berita online Republika.co.id, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan infrastruktur perhubungan menjadi pelengkap dan penentu hidupnya kota baru.

Budi menyatakan pada dasarnya beberapa kota besar di Kalimantan memerlukan infrastruktur perhubungan udara lantaran luas wilayah yang sangat besar.

Baca juga: Kalau Tidak Lagi Jadi Ibu Kota, Harga Tanah Jakarta Malah Bisa Lebih Mahal

Kalimantan memiliki luas 544.150 kilometer persegi dengan penduduk hanya sekitar 18,7 juta jiwa. Tentunya ini merupakan luas kawasan yang masuk Indonesia. Ada sebagian wilayah Kalimantan yang merupakan bagian Malaysia dan Brunei Darussalam.

Bandingkan dengan Jawa yang hanya mempunyai luas 138.793 km2, namun dihuni lebih dari 145 juta jiwa. Perbandingan antara luas dengan jumlah penduduk kedua pulau ini memang tidak seimbang.

MRT, Moda Transportasi Masa Depan Ibu Kota Baru

Untuk transportasi darat, menteri perhubungan menyatakan ibu kota baru harus mempunyai MRT (Moda Raya Terpadu/Mass Rapid Transit). MRT telah hadir di Jakarta sekarang.

“Masa depannya sama, mesti MRT. Rencananya pasti ada MRT, tapi itu bertahap,” ujar Budi Karya. Moda transportasi seperti MRT menjadi menjadi keharusan apalagi untuk kota besar selevel ibu kota negara.

Hanya saja, Kementerian Perhubungan belum mempunyai rancangan anggaran untuk pemindahan ibu kota yang bakal dimulai pada 2020. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 belum menganggarkan alokasi dana pembangunan ibu kota baru.

Baca juga: Wacana Pemindahan Ibu Kota Kembali Muncul, Beneran Pindah Ga Sih?

Belum adanya anggaran lantaran Kementerian Keuangan menyatakan perencanaan pembangunan dan pemindahan ibu kota sampai saat ini belum final.

Saat ini, MRT Jakarta fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia telah beroperasi secara komersial sejak April 2019. Sementara MRT fase II Bundaran Hotel Indonesia-Kota sudah mulai dikerjakan.

Kedua rute ini merupakan bagian dari MRT Jakarta Utara-Selatan. Nantinya ada MRT rute Timur-Barat yang menghubungkan Ujung Menteng di Jakarta Timur dengan Kalideres di Jakarta Barat.

Baca juga: Indonesia Mau Pindah Ibu Kota, Belajar ke Malaysia Saja

Pembangunan MRT Jakarta fase I menelan investasi sebesar Rp16 triliun untuk jarak tempuh 16 kilometer. MRT menjadi pilihan baru bagi warga Jakarta.

MRT Jakarta fase I ini memiliki rute sepanjang 15,7 kilometer. Transportasi massal ini berhenti di 13 stasiun, tujuh di antaranya berada di bawah tanah, sementara sisanya enam merupakan stasiun layang.

MRT juga terintegrasi dengan sejumlah transportasi massal lainnya seperti bus Transjakarta, kereta rel listrik (KRL) Commuter Line, dan juga rencananya LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi).

Baca juga: 4 Provinsi Jadi Calon Ibu Kota Baru Indonesia, Kamu Sudah Siap Pindah?

Bagikan: 1957 kali