IMG_2904 Risma, sang pemenang Kompetisi Rumah Sempit JPW 2016. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

Mendapatkan hunian senilai Rp300 juta, tentunya menjadi dambaan setiap peserta Kompetisi Rumah Sempit. Kompetisi yang berlangsung 9-11 September 2016, di Kartika Expo Centre, Balai Kartini, Jakarta Selatan, ini diikuti 24 peserta dari berbagai daerah.

Adalah Risma Diyan Saputri (30), peserta asal Bali, yang berhasil memenangkan hadiah utama kompetisi tersebut. Selama 10 hari berada di Jakarta terkait kompetisi ini, perjuangannya tak sia-sia. Bermodal nekat serta doa restu orangtuanya, Risma menyakinkan dirinya untuk melanjutkan seleksi masuk ke 50 besar hingga 20 besar.

Selama 3 hari (9-11 September) tantangan demi tantangan yang dihadirkan panitia dia hadapi. Minim istirahat dan tanpa tidur, Risma jalani dalam ruangan berukuran 3x3 meter. Semua perjuangannya terbayarkan ketika mendapatkan hadiah utama, hunian apartemen senilai Rp300 juta.

Kini, wanita kelahiran 22 Mei 1986 ini telah memulai aktivitas mengajarnya di Bali. Dari Bali Risma pun berbagi cerita. Sebelum mengikuti kompetisi itu, Risma mengisahkan perjalanannya dari Bali hingga menjejakkan kaki di Jakarta.

"Saya padahal baru wisuda S2, Kamis (1/9), Jumatnya saya berangkat. Habis gitu, sampai bandara (I Gusti Ngurah Rai International) KTP saya ketinggalan. Kalau mau balik lagi pasti jauh. Untungnya bisa pakai SIM atau paspor," katanya berkisah pada rumah123.com.

"Saya sendiri baru pertama kali datang ke Jakarta loh.... Nggak ngerti sama sekali jalan-jalan di Jakarta. Jadi gak tahu juga sesampainya di bandara (Soetta) harus naik apa ke lokasi," kata Risma.

Baca juga: Hanya Modal Dengkul, Risma pun Bisa Gondol Satu Hunian!

Untungnya, ada ibu di bandara menawarkan ikut bus pariwisata bersama rombongan dari Bali dan Lombok. "Kemudian, saya diantarkan sampai Senayan," katanya tentang keberuntungannya hari itu.

Tekad yang besar dalam dirinya agaknya membuat usahanya dilancarkan Yang Maha Kuasa. Bayangkan saja, selama mengikuti kompetisi, Risma kebetulan sedang tidak menjalani aktivitas mengajar di International School di Bali sehubungan dengan libur Hari Raya Galungan. Lagi-lagi Dewi Fortuna menyertainya. Kalau gak, dia terancam ikut kompetisi karena dia harus mengajar.

"Karena di sana (Bali) lagi ada perayaan Galungan selama 9 hari. Jadinya saya bisa ikut kompetisi. Kalau nggak ada perayaan itu, saya batal ikut," katanya.

Berada 10 hari di Jakarta, dia menginap di hunian kelas melati. Dia sempat pula mengelilingi tempat wisata Kota Tua dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Sebelum ikut kompetisi, saya sempat jalan-jalan dulu sama teman yang asalnya sama dari Bali tapi kerja di sini (Jakarta). Kemarin (12/9), saya diajakin jalan ke Kota Tua," ujar Risma yang sepertinya selalu dilimpahi keberuntungan-keberuntungan ini. (Wit)

Bagikan: 1393 kali