Biro Arsitek Jepang, TD Atelier Mendesain Bangunan dengan Lebar Hanya 2,7 Meter (Foto: Rumah123/Designboom)

Studio arsitek Jepang, TD Atelier mendesain sebuah rumah penginapan yang hanya memiliki lebar 2,7 meter. Seperti apa rasanya berada di bangunan sempit seperti ini ya.

Bangunan ini hanya memiliki lebar terbatas, namun memiliki tiga lantai. Hal ini lazim ada di beberapa negara seperti Jepang dan Vietnam.

Bangunan ini merupakan guest house atau rumah penginapan dengan empat kamar tidur, studio musik, bar, dan cafe. Guest house ini bernama Ikuha yang berlokasi di Kyoto, Jepang.

Baca juga: Seperti Inilah Definisi Baru Hunian Sempit

Sebelumnya, bangunan ini merupakan toko dan rumah. Namun, kemudian bangunan ini dialihfungsikan menjadi guest house.

TD Atelier mengubah bagian interior ruangan dengan pintu depan berwarna putih. Sementara seluruh bagian dalam mengaplikasikan material kayu. Ada sejumlah nama klub malam ternama di Kyoto yang tertera pada material kayu.

Arsitek memang menggunakan material kayu plywood yang terang. Hal ini agar ruangan tidak terkesan gelap, apalagi tidak terlalu banyak jendela dan plafon kaca.

Baca juga:  Rumah Mungil Sekaligus Hotel Sempit

Untuk menghilangkan perasaan psikologis merasa tertekan lantaran berada di ruang sempit, arsitek memutuskan untuk membuat ruangan pada lantai dua. Seolah masih ada keterkaitan antara lantai pertama dan kedua.

Hal dilakukan ketimbang menambahkan lantai di atasnya. Selain itu, arsitek juga memperkuat struktur kedua lantai.

Arsitek juga menghilangkan lantai tiga agar lantai dua terasa lebih lapang. Hasilnya tidak mengecewakan, bukan? Kamu mau menginap di sini nggak?

Baca juga:  Rumah Sempit Selebar 2,3 Meter Harganya Rp19 Miliar? Wah, Mahal Banget!

Bangunan Ini Merupakan Guest House, Studio Musik, Cafe, dan Bar (Foto: Rumah123/Designboom)
TD Atelier Berusaha Agar Orang Tidak Merasa Tertekan Ketika Berada di Ruangan Sempit (Foto: Rumah123/Designboom)
Bagikan: 1122 kali