Masjid Khalifa Al Tajer, Uni Emirat Arab (Rumah123/National)

Kalau melihat masjid ini dari luar, memang tidak ada yang istimewa dari eksterior. Begitu juga saat memasuki bagian dalam, interiornya juga tidak terlalu luar biasa.

Kapasitas masjid ini juga terbilang standar dan hanya bisa menampung 3.500 jamaah. Masjid ini bernama Khalifa Al Tajer yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab.

Baca juga: Kejayaan Kesultanan Bengal Menginspirasi Desain Masjid di Bangladesh

Yang tidak biasa adalah masjid ini menjadi masjid ramah lingkungan pertama di dunia dan dibuka pada pertengahan 2014 lalu. Arsitek mendesain masjid ini dengan material ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi.

“Kami bertujuan untuk mengubah banyak masjid di Dubai menjadi fasilitas ramah lingkungan yang menggunakan bahan ramah lingkungan,” ujar Sekretaris Awqaf & Minor Affairs Foundation, Tayeb Al Rais seperti dikutip oleh National. Awqaf & Minor Affairs Foundation merupakan lembaga pemerintah Uni Emirat Arab yang menangani pembangunan sosial ekonomi.

Baca juga: Gunakan Batu Alam, Masjid Ini Seolah Menyatu dengan Lingkungan Padang Pasir

“Masjid ini juga memakai sistem lapisan panas untuk mengurangi konsumsi energi dan pendingin udara yang berkomitmen untuk pengurangan gas rumah kaca,” kata Al Rais lagi.

Masjid ini memiliki luas 4.180 meter persegi dan 5.575 meter persegi untuk area lanskap. Masjid ini dibangun dengan standar Green Building Council Standards and Specifications.

Baca juga: Keren Banget Lho Perpaduan Desain Masjid Sheikh Zayed

Al Rais menyatakan kalau pembangunan masjid ini menjadi standar baru untuk menentukan pembangunan masjid berkelanjutan di UEA dan sekitarnya. Pembangunan masjid akan mengikuti standar hijau untuk pengurangan penggunaan energi, air, dan konsumsi material.

Director of Investment Awqaf & Minor Affairs Foundation, Mohammed Hassan mengungkapkan penggunaan teknologi dipakai dalam masjid.

Baca juga: Banyak Pohon Tumbuh di Dalam Masjid Ini

“Perawatan peralatan dilakukan agar penggunaan air untuk berwudhu,” kata Hassan. “Air yang telah digunakan dipakai lagi dan dimanfaatkan untuk kamar mandi dan irigasi tanaman.”

Cahaya matahari dipakai sebagai energi untuk menyalakan lampu di bagian lur masjid, sisanya disimpan dalam sistem penyimpanan batarai dan untuk pemanas air.

Baca juga: Desain Masjid Ini Terinspirasi dari Rumah Nabi Muhammad SAW

Lampu hemat energi LED dipasang di masjid ini dan ada sistem pengaturan yang menyalakan lampu secara otomatis ketika masuk waktu shalat atau ada kehadiran orang yang masuk masjid. Selain itu, ada sensor di luar ruangan yang otomatis mematikan lampu dan sistem pengaturan cuaca yang terhubung dengan pendingin udara.

Bagikan: 3160 kali