kapur barus- rumah123.com Sebaiknya Orang Tua Menghindari Untuk Menaruh Kamper Atau Kapur Barus di Lemari Pakaian Bayi (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kapur barus atau kamper memang memiliki sejumlah kegunaan. Namun, sebaiknya hindari untuk menaruh kapur barus di lemari pakaian bayi.

Siapa sih yang tidak tahu kapur barus atau kamper? Biasanya orang menaruh kapur barus di kamar mandi untuk menghalau serangga seperti kecoak.

Orang juga biasanya menempatkan kapur barus di lemari agar pakaian tidak berbau apek. Kapur barus dapat digunakan untuk mengusir tikus.

Baca juga: Tips Desain: Gaya Vintage untuk Kamar Bayi

Kapur barus diambil dari pohon camphor laurel (Cinnamomum camphora) atau lebih dikenal dengan pohon kamper. Biasanya pohon kamper ditemukan di Indonesia dan Taiwan.

Pohon kamper bisa ditemukan di Sumatera dan Kalimantan. Zaman dahulu, orang Mesir Kuno mengimpor kamper dari Sumatera untuk membalsem mumi. Ada daerah bernama Barus yang dikenal hingga ke luar negeri pada zaman dahulu kala.

Kapur barus memang memiliki banyak kegunaan seperti untuk membalsem, untuk pengobatan, dan kegiatan keagamaan. Di India, kapur barus digunakan untuk memasak.

Baca juga: Yuk, Disimak Tips Pengaturan Pencahayaan Kamar Bayi

Sebenarnya, kapur barus memang bisa digunakan untuk obat-obatan dan makanan. Namun, jangan salah kaprah ya, kalau kapur barus yang digunakan untuk di kamar mandi karena memang sudah berbeda dengan yang dipakai untuk konsumsi.

Kapur barus yang dipakai di lemari atau kamar mandi sudah dicampur dengan bahan kimia. Jadi jangan salah ya mengenai hal ini.

Kapur barus yang dipakai untuk makanan adalah rempah-rempah yang dihasilkan dari pohon kapur barus. Saat menebang pohon kapur barus maka akan ditemukan ekstrak kapur barus. Bagian ini bisa digunakan untuk menghangatkan badan dan menghilangkan rasa sakit pada perut.

Ini Dia Efek Samping Menyimpan Baju Bayi dengan Kapur Barus

Meski pun kamper atau kapur barus dapat digunakan untuk menghalau bau tidak sedap di dalam lemari, namun sebaiknya kapur barus tidak ditempatkan dalam lemari pakaian bayi. Hal ini harap diingat ya.

Mom and dad mungkin ingin membuat harum baju bayi, sekaligus ingin mencegah pertumbuhan jamur di dalam lemari baju bayi. Namun, ternyata kapur barus berbahaya bagi bayi.

Situs Okezone.com mengutip pernyataan Dokter Spesialis Anak dr Naomi Esthernita SpA(K) yang menyatakan menyimpan kamper di dalam lemari baju bayi dapat menimbulkan efek sampung berupa kulit bayi bisa alergi dan membuat bayi menjadi tidak nyaman.

Naomi melanjutkan bahwa pakaian bayi tidak boleh disimpan sembarangan, apalagi jika ditaruh kamper yang mempunyai zat tertentu yang bisa berefek samping alergi terhadap kulit bayi.

Hal senada juga diungkapkan oleh dr. Reisa Broto Asmoro dalam program acara dr. OZ Indonesia di Trans TV. Pernyataan dokter ini kemudian dikutip oleh situs Haibunda.com.

Reisa mengatakan bahwa lemari bayi tidak diperbolehkan sama sekali menggunakan kapur barus karena ditakutkan kapur barus akan menempel pada pakaian bayi dan kemudian bisa menyebabkan penyakit.

Sementara situs resmi Children’s Health Queensland Hospital and Health Service, sebuah rumah sakit anak di Queensland, Australia menyatakan hal yang tidak jauh berbeda.

Queensland Poisons Information Centre atau Pusat Informasi Racun Queensland menyatakan bahwa lembaga ini tidak menyarankan penggunaan kamper atau kapur barus untuk mengusir serangga pada lemari pakaian bayi dan juga penyimpanan sprei.

Bayi yang baru berusia kurang dari enam pekan seharusnya tidak mengenakan pakaian bayi atau tidur di atas sprei yang disimpan dengan kapur barus atau kamper. Kamper bisa diserap dengan baik melalui kulit terutama oleh bayi yang baru lahir.

Bayi kurang dari enam minggu memiliki kulit yang sangat sensitif dengan kamper karena tubuhnya belum memiliki metabolisme untuk menangkalnya. Bayi bisa mengalami keracunan parah jika kulitnya tersentuh pakaian bayi dan sprei yang disimpan dengan kamper.

Bayi bisa mengalami sakit dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Selain itu, membersihkan atau membasuh kulit bayi atau membersihkan pakaian bayi dari wol dengan sabun atau deterjen dan air tidak menghilangkan kamper sama sekali.

Bagikan: 927 kali